Sedih itu sederhana, melihatmu, dan aku menangis
sedih itu sederhana, ketika aku benar-benar tak berarti di hidupmu
Sedih itu sederhana, ketika aku tak tau kemana 'kapal' ini kan berlabuh
sedih itu sederhana, saat kau dan aku tak bisa mengeja kata 'kita'
Sedih itu sederhana, sesederhana ingatanmu akan diriku
sedih itu sederhana, sesederhana pertanyaanmu terhadapku
Sedih itu sederhana, aku disini, kau disana, lalu jarak
begitu leluasa mempermainkan hati hingga retak
Sedih itu sederhana, saat kau tak tau apa yang aku mau, saat kau dan aku
tak bisa menyatu
I call it, Notes of My Thought 'coz everything happens for a reason "And The Future Belongs To Those Who Believe in The Beauty of Their Dreams" So, Let's Dreaming...with The Words, Reach The World
Rabu, 17 Oktober 2012
Senin, 13 Agustus 2012
Catatan Lalu __ dear, angin....
My Blog
About
Recent Posts
- semangat
- jatuh
- masalah yang berwarna
- kala hujan membasahi kota hujan...
- malam memang bukan pilihan
- kabut di depan mataku
- kosong
- esok kutunggu sebuah mentari yang
lebih cerah lagi...
- sulaman kalbu
- Baru kusadari....ternyata...
Powered by Friendster Blogs
semangat
semangat......yang tak pernah
berkarat...harus kuat........
August 25,
2007 | Permalink | Comments (0)
jatuh
aku benar-benar jatuh.........robbi....tolong hamba...........
8.29
August 05,
2007 | Permalink | Comments (0)
masalah yang berwarna
memang masalah itu pasti akan
ada. dari kita bayi sampe sekarang. pun dengan diri ini saat ini. sepertinya
hidup tanpa masalah itu tidak indah. hehe....angin..betapa indahnya bisa berbagi. betapa asyiknya dapat saling menyejukkan hati. hari ini, aku jadi semakin tau, bahwa sia-sia saja aku bertitel "sibuk". sedang temanku sedang ada dalam lubang masalah, aku tidak bisa membantunya. tah...angin aku hanya manusia biasa. kadang...begitu ingin diri ini melakukan semuanya. kadang begitu inginnya diri ini menolong semua...mengerjakan semuanya. tapi diri ini bukan malaikat yang selalu taat. diri ini bukan manusia yang selalu kuat. ada kalanya diri ini terjatuh. ada kalanya diri ini lumpuh. hehe...
saat ini.. entah sedang lari atau bukan. aku kurang tau. tapi yang jelas...Allah mengetahui segalanya..apa yang ada dalam hati ini. Allah jugalah yang dapat membolak-balikkan hati. jika memang nantinya aku dapat terus melangkah...itu juga karenanya. ataupun jika saja...aku harus berhenti, itui juga karenanya.
sekelumit kisah hidup nggak hanya berhenti sampai disini, angin. ada kalanya bunga layu kan? ada kalanya juga duri mawar tidak lagi tajam. atau mungkin ada kalanya juga metamorfosis itu tidak sempurna.
aku tak ingin menyalahkan siapapun. segalanya yang ada dalam diri ini adalah kehendakNya.
kelak engkau pasti akan tau, angin..bahwa mengerti dan memahami itu lebih sulit daripada mengetahui.
kita tahu kalo teman kita punya segudang masalah. tapi kita tidak mengerti bagaimana cara untuk membantunya...apa gunanya sekedar mengetahui?.
bukankah..sebaik-baik manusia adalah manusia yang bermanfaat bagi orang lain?
sekarang aku ingin bilang sesuatu sama kamu, angin...ada kalanya apa yang kamu lihat itu tidak sesuai dengan apa yang sedang terjadi. ada kalanya juga masalah itu selalu dinanti. sepertinya episode demi episode kehidupan ini tak akan indah kalau tidak ada masalah. walaupun sakit..walaupun pedih. tapi aku yakin...masalah ....bagi siapapun yang pernah mengalaminya adalah episode yang terindah bagi kita. ...
nggak ada masalah nggak rame kali ya....!!!!
ingin segera kulucuti diri ini, angin. dari sejuta ketidakberdayaan diri. dari sejuta kelemahan diri. mungkin sudah terlalu banyak kedzoliman-kedzoliman yang telah aku lakukan. entah pada siapa.
tapi yang kuharap..dari kegagalan melakukan sesuatu yang benar tersebut dapat semakin memotivasiku untuk segera berbenah. karena langkah ini takkan surut begitu saja akan masalah....dakwah must go on...okey...
sketsa hati
300507
20.29
May 30, 2007 |
Permalink | Comments (0)
kala hujan membasahi kota
hujan...
angin....kau masih tetap setia
menemaniku. tapi...saat ini yang kurasa adalah kelelahan yang sangat. akibat
hari-hari yang padat. apakah semuanya dapat berjalan dengan singkat jika aku
harus merapat...aku terduduk. lemas tak berdaya. keringat masih setia membasahi tubuhku. dengan sederet perih yang terasa. aku bergelut dengan waktu...angin sampai kapan aku harus terus begini. inikah diri ini???
inikah cerminan dari diriku, angin?TIDAK!!!!ini bukan diriku. cermin ini berkata bohong. aku tak melihat adanya garis wajah. wajah di cermin itu tak menampakkan rupa. apa aku juga berwajah seperti itu?
aku tergugu dalam tangis....bukit sukmaku teriris dalam kekalutan. hening. aku bercengkrama dengan angin malam. kala semuanya tertidur. yach...aku terjaga dalam dinginnya malam. aku bersimpuh padaNya. mengadukan semuanya. menceritakan apa yang terjadi..
ya...Robbi...inikah cerminan diri ini. sudahkah diri ini berlari. atau...hanya berlari di tempat???
metamorfosa yang tak berhasilkah?
hujan temaniku dalam kesendirian. sepertinya hujan tau,,,,isi hatiku. meski aku tak sepenuhnya percaya hal itu.
angin...adakah ketenangan?
adakah sebuah kedamaian?
aku harus cari dimana?
sedang waktu akan menggilas orang yang lambat...
apa semuanya akan seperti ini????
yachh....retoris...
Sketsa Hati
17.44
13 mei 2007
May 13, 2007 |
Permalink | Comments (0)
malam memang bukan pilihan
malam memang bukan pilihan. entah
kenapa alam senang dengan malam. mungkin karena malam lah yang bisa menampakkan
keindahan bulan. tapi, angin,,,tidakkah bisa kita menggantinya dengan siang.
toh...matahari juga tak semerah amarah jika awan sudah membelainya. ....aku tak suka dengan pilihan mereka. malam...kenapa harus malam. sedangkan sebuah hubungan juga bisa terjadi dengan adanya siang. tidak hanya malam kan...yang bisa mmepertemukan kita. ataukah hanya dengan mimpi hal itu bisa terjadi. akh....aku pusing memikirkannya...
sudah berusaha semaksimal mungkin untuk berusaha menggamti malam. bukankah siang juga pilihan.
angin...bawakan keteduhan padaku. ...ajariku untuk mengerti dan memahami...terutama untuk sahabatku. ijinkan aku menjadi seorang sahabat yang layak untuk disayang...
ALLAH...ijinkan diri ini melakukan yang terbaik. tanpa menyakiti orang lain. ijinkan diri ini menyayangi meski sekarang aku tak pantas untuk disayang....
AMIN,,,,,
May 07, 2007 |
Permalink | Comments (0)
kabut di depan mataku
hidup memang bukan untuk
mengatakan kata santai. yach...kali ini aku mengerti, angin. meskipun sebuah
rasa itu tak bisa terungkap. namun, kuyakin bahwa kelak aku bisa menyeberangi
lautan itu. orang bilang...di depan itu banyak hal-hal bagus yang kan kita temukan. tapi kenapa hanya kabut yang kurasa. orang bilang dunia ini penuh dengan warna. tetapi kenapa aku hanya punya satu warna. hatiku bilang...diri ini bukan untuk mencinta tapi untuk menghamba. akan tetapi, kenapa masih ada sebuah pengharapan jika hal itu tak mudah untuk diwujudkan?
di depan masih ada bermil-mil perjalanan yang harus aku lalui. angin, aku tak ingin jatuh. meski diri ini kadang runtuh. meski hati ini kurang begitu teguh.
tapi bukankah ada Sang Penguasa Jiwa. Bukankah Hati ini milikNya.
kalau begitu...kenapa masih ada sebuah pengharapan jika Dia telah menetapkan apa yang terbaik.
yach....angin...aku harus selalu melihat ke depan. aku tak mau lagi menengok ke belakang meski aku butuh sebuah pijakan. barangkali di sampingku ada peringatan yang harus kudengarkan.
angin, jika dalam persahabatan tidak ada rasa pengertian. kenapa masih ada sebuah perhatian. jika dalam persahabatan tidak ada rasa saling berbagi, kenapa masih ada sebuah pengorbanan. yang kutahu...bersahabat itu saling berbagi. bukan hanya memberi ataupun menerima. atau...aku yang salah megartikan semua ini. jika hati sudah terluka. perlukah ku meminta sedikit pengertian darinya angin. untuk sedikit lebih mengerti...siapa aku. karena di depan..banyak sekali kabut yang menghalangi langkahku....
Sketsa Hati
1 Mei 2007, 20:39
May 01, 2007 |
Permalink | Comments (1)
kosong
ku tak tau harus mengatakan apa. perjuanganku hari ini selesai sudah dengan sisa-sisa tenaga yang ada di hati.
ya Robbi...ampuni hamba..
April 18, 2007
| Permalink | Comments (0)
esok kutunggu sebuah mentari
yang lebih cerah lagi...
angin...hidup ini benar-benar
sunyi jika aku tak mampu untuk berlari. semuanya yang kulihat, yang kudengar,
yang kurasa..begitu hambar. aktivitas yang kujalani terasa begitu menyesakkan.
amanah yang selalu berganti...apakan aku termasuk orang-orang yang berguguran di jalan dakwah ini...
ah...pertanyaan yang lucu. untuk apa sebenarnya hakikat hidup ini?
kuliah...organisasi...sebenarnya aku kuliah nggak sih, angin?
kenapa yang sering kali ada di otak ini hanya masalah rapat melulu....
ah...nafasku begitu sesak jika aku harus memikirkan apa yang memang harus kujalani. ya Robbi...ampuni hamba jikalau selama ini...masih banyak nikmat yang belum hamba sadari...
ampuni hamba jikalau hati ini belum menjadi Qolbun muthmainnah...
ya ayyatuhan nafsul muthmainnah...irji'ii ila robbiki rooodhiyatammardhiyyah...fadkhuli 'ibaadi...wadkhuli jannati...kalo nggak salah ayatnya sih seperti itu. angin...jika aku lelah dalam perjalanan ini...ingatkan aku untuk selalu tabah. jika dalam perjalanan ini aku terjatuh dalam ketidakberdayaan...ingatkan aku untuk selalu meneguhkan hatiku. untuk selalu berjalan lurus ke depan....
semoga...esok hari ...aku dapat lebih baik lagi...^_^
SkeTsa Hat!
20.30, 28032007
in Corona...bateng's liFe
March 28, 2007 | Permalink | Comments (0)
sulaman kalbu
angin...merajut jalinan itu tak semudah menghancurkannya
apa ini yang telah kulakukan?
memecah sekeping demi keping rajutan itu
sulaman berhiaskan emas bertahta kalbu
apa ini yang kucari
sedang benang saja aku tak punya
angin...
dia menawarkan benang untukku
apa harus kuterima
sedangkan banyak yang memborgol tangan ini
sedangkan banyak mata yang mengawasi
sedangkan vokalku kelu
angin...haruskah aku menyelesaikan sulaman itu?
sedangkan aku tak punya tenaga untuk menyelesaikannya
bagaimana kalau dia menawarkan diri????
aku tak tau....yang pasti....
saat ini aku ingin berteman sepi....
19:59
25 january 2007
in sketsa hati....
January 25, 2007 | Permalink | Comments (0)
Baru kusadari....ternyata...
Angin...entah harus dengan apa aku memainkan
keyboard ini. aku bingung angin...bingung sekali...entah kenapa tinta yang dulu kumainkan dengan bebas untuk melukismu...di awan...kini aku rasakan genggaman yang erat dari seseorang untuk merebut tinta itu. aku bingung angin....aku pingin marah sedang teriakanku tercekat. aku ingin menyerah sedangkan itu bukan merupakan langkah.
aku adalah aku...
kenapa ada seseorang yang ingin sekali merubah lukisan itu.
bukankah lukisan itu sudah cocok buatmu?
hidup...
kini kurasa semakin erat
begitu banyak detik demi detik yang harus kujalani...
langkah yang harus kuarahkan
kuarahkan????
apa kamu tidak salah?
sejak kapan kamu mempunyai kebebasan untuk mengarahkan dirimu?
kau...
tidak punya kebebasan!!!!
kau...
tidak berhak melukis awan di langit itu!!!
kau hanya bisa bergerak...
yach...bergerak...
entah sampai kapan????
19:35
25 january 2007
in sketsa hati.....
January 25, 2007 | Permalink | Comments (0)

Bayangan
itu kembali muncul
Gelap. Lewat
atap-atap ku tiarap hindari kecemasan. Menghimpit. Sakit. Semuanya seperti sekelumit kisah yang
selalu menguntit kemanapun aku pergi. Andai ada lorong waktu untuk membuang
kenangan. Aku akan relakan kenangan itu pudar dalam memoriku.
Entah…aku
juga tak cukup alasan untuk menjelaskan kenapa aku harus menghapus kenangan
itu. Padahal
tidak sepenuhnya tangis ada disana. Masih ada senyum dan tawa yang merekah. Masih ada saat-saat dimana
kita satu. Namun, semuanya tak ingin aku ingat….
Jika
aku mengingatnya, mungkin aku hanya melambungkan angan-angan saja.
Memperpanjang sesuatu yang tak akan mungkin terjadi.
Setelah
sekian lama kubangun benteng itu, akankah kurelakan benteng itu jatuh begitu
saja. Hancur tanpa menyisakan sesuatu??
Lazuardi
biru muda sudah berganti. Arak-arakan awan yang menutupi surya agak memberi
kesempatan pada bumi untuk mendinginkan tubuhnya. Kaki yang senantiasa
dilangkahkan ini. Akankah harus berhenti ketika bayangan itu kembali mengikuti?
Tak
terasa…suhu tubuh kembali meninggi. Menghinggapi sunyi yang menyepi sendiri.
Mencoba menemani kesunyian yang terpaku. Memecah keheningan dalam gemericik air
yang mengalir…
Kubasuh
mukaku…kulangkahkan lagi kakiku. Mesti begitu berat…aku tau, jalanku masih
panjang….
Aku
harus kembali melangkah…meski sekarang harus ditemani bayangan…
Sketsa Hati…

12.49
19 september 2007
In my bedroom
Hati
tak mungkin benci
Mungkin
aku tak cukup kekuatan untuk mengatakan bahwa aku rindu. Mungkin aku tak cukup
persiapan untuk mengatakan bahwa aku cinta. Mungkin aku juga tak pantas untuk
merasakan bahwa ini cinta,
Hati tak mungkin benci ketika tangan-tangan lembut
kembali bersemayam dalam sentuhan yang lembut. Hati juga tak mungkin benci
ketika tau bahwa mata teduh itu selalu memperhatikan. Hati tak mungkin benci
ketika melihat yang dirindu ada dalam kalbu.
Sesak kembali kurasa. Ketika memang diri ini belum pantas
untuk
memasuki ruang indah itu. Ruang yang dikhususkan untuk rona merah muda. Tapi
warnaku biru muda. Aku tak kuasa untuk menolak ketika aku terusir dan terasing
dalam suatu ikatan yang tak kuinginkan.
Kelemahan yang selalu ada kembali menerjang. Sesuatu yang
harus kututupi kembali terkuak. Aku lelah harus bermain kucing-kucingan seperti
ini.
Aku lelah harus menutupi diriku yang tidak pantas untuk
dicinta. Tak pantas untuk dirindu. Aku lelah dalam perjalanan
panjang ini. Begitu banyak yang harus kulakukan tapi raga ini tak kuasa untuk
melangkah lebih jauh lagi. berlari lebih kencang lagi.
Raga ini mempunyai batas maksimal. Saat memang aku tak
kuasa untuk berjalan dan melangkah, bolehkah sedikit saja aku berhenti? Aku
ingin menerbitkan kembali fajar yang meredup. Aku ingin mersakan kembali semangat
yang menggelora. Aku ingin sekali mengingat kala waktu luang merangkai
keseharian.
Aku lelah dengan semua ini. Tapi, tenang saja karena hati
ini tak mungkin benci melewati jalan ini. Karena memang inilah jalanku....
11.31
Saat hati mulai mendamba....
Sabtu, 09 Juni 2012
tentang syukur
bersyukur itu akan membuat kita bahagia. yakinlah akan hal itu, bersyukur dalam segala hal. tentang segala yang telah digariskan. tak perlulah menunggu bahagia, baru nanti kita bersyukur. tapi, bersyukurlah maka dengan syukur kita hidup kita akan senantiasa bahagia. syukur akan selalu menggandeng sabar..
_KRA_
_KRA_
Jumat, 25 Mei 2012
Kini
Kusadari semua jalanku tak berarah kepadamu
Mungkin salah diri ini memikirkanmu
Aku kini tlah berdua
dan tak seindah cinta yang lalu
Yang jalan dan jalin tanpa restu
kuakhiri Namun tak berakhir
kuhindari Hati tak ingin terpisah
Bila kau dengan yang lain ..sesungguhnya ..
Aku tak rela
*Rossa_Kini
senja, seperti esok dia kan tiba. entah terucap kata tiada atau ada. kau dan aku hanya bisa memandanginya. seperti saat ini. aku memandang ketiadaan, ketika dia ada, namun kau tiada. ketika aku melamar sepi, dan hingar mulai tertatih menepi. beralih ke pantai yang lain.
bukan musim, bukan angin, bukan pula ingin. aku hanya tak pandai mengartikan istilah 'mungkin' yang seringkali kau ucapkan. kini semua bukan hanya mungkin karena keadaan tlah membuatnya dingin. kini, aku hanya mengecap sunyi.
ingin sekali bicara tentang fajar. bukan senja. tapi yang sering kau dan aku lihat hanya senja. kau dan aku selalu terlelap ketika fajar tiba. dan semua kata-kataku hilang. tak bisa memandang.
entah senja entah fajar.
_KRA_
07.57 26052012
Mungkin salah diri ini memikirkanmu
Aku kini tlah berdua
dan tak seindah cinta yang lalu
Yang jalan dan jalin tanpa restu
kuakhiri Namun tak berakhir
kuhindari Hati tak ingin terpisah
Bila kau dengan yang lain ..sesungguhnya ..
Aku tak rela
*Rossa_Kini
senja, seperti esok dia kan tiba. entah terucap kata tiada atau ada. kau dan aku hanya bisa memandanginya. seperti saat ini. aku memandang ketiadaan, ketika dia ada, namun kau tiada. ketika aku melamar sepi, dan hingar mulai tertatih menepi. beralih ke pantai yang lain.
bukan musim, bukan angin, bukan pula ingin. aku hanya tak pandai mengartikan istilah 'mungkin' yang seringkali kau ucapkan. kini semua bukan hanya mungkin karena keadaan tlah membuatnya dingin. kini, aku hanya mengecap sunyi.
ingin sekali bicara tentang fajar. bukan senja. tapi yang sering kau dan aku lihat hanya senja. kau dan aku selalu terlelap ketika fajar tiba. dan semua kata-kataku hilang. tak bisa memandang.
entah senja entah fajar.
_KRA_
07.57 26052012
Minggu, 29 April 2012
Kepada yang Dulu Ada
kepadamu, duhai sebuah nama, yang selalu mengerti akan aku. yang selalu mengerti sifatku
aku merindumu, sampai saat ini..
ketika aku sudah tak lagi bisa merengkuhmu
_KRA, 30042021._
aku merindumu, sampai saat ini..
ketika aku sudah tak lagi bisa merengkuhmu
_KRA, 30042021._
Jumat, 20 April 2012
satu..dua..11
"Hidup itu penuh dengan pilihan. Keputusan kita terhadap berbagai pilihan-pilihan tersebut telah 'menciptakan' kita. Setiap detik hidup kita penuh dengan pilihan. Bernafas termasuk pilihan. Menjadi pendakwah/guru merupakan pilihan dan untuk membedakannya dimana menjadikan kesenangan dan bukan hanya sekedar profesi. Karena mendidik kerja mulia dan dilakukan semua orang. Allah SWT pendidik yang agung (QS.96:3-4). Kita bebas memilih menjadi seorang pecundang atau pemenang. Seorang yang hanya hidup sekedar hidup, lahir dan muncul di dunia lalu tiada, atau menjadi salah seorang seperti berikut. Orang yang sekedar hidup, orang yang bisa hidup, orang yang bisa menghidupkan, atau orang yang mampu membuat hidup lebih hidup."
Kamis, 19 April 2012
Langganan:
Postingan (Atom)
