Minggu, 31 Mei 2015

#30HariMenulis

Sudah lama ternyata saya tidak menulis.

Kali ini saya ingin sekali iseng-iseng mengasah tulisan saya sambil ikut #30HariMenulis 

Semoga aja bisa istiqomah ya, hehe...maklum harus membagi waktu kesana kemari.

betewe tema #30HariMenulis adalah ...

Tema untuk 30 Hari Menulis :
Hari 1 : Apa yang membuatmu menyukai film? Ceritakan yaa
Hari 2 : Ambilah sembarang buku di dekatmu, buka halaman 2 dan mulai lah bercerita dengan "kata pertama" yang kamu baca
Hari 3 : Ceritakan hidupmu dari sudut pandang orang lain
Hari 4 : Tulislah sebuah kisah fanfiction dari film favoritmu
Hari 5 : bebas
Hari 6 : Tulislah cerita horor atau pengalaman horor yang pernah kamu alami atau orang yang kamu kenal
Hari 7 : Bukalah situs berita atau bacalah koran hari ini, pilih sebuah berita, bahaslah berita tersebut dari sudut pandangmu sendiri
Hari 8 : Berpura-puralah menjadi sebuah benda dan ceritakan dunia dari sudut pandang itu
Hari 9 : Tulislah sebuah pengalaman ketika memakan hidangan tertentu yang menurutmu sulit untuk dilupakan, mungkin karena rasanya yang sangat enak atau malah sebaliknya, atau karena berkaitan dengan seseorang dalam hidupmu
Hari 10 : bebas
Hari 11 : Bayangkan kamu ada di sebuah pemakaman, Pilihlah sebuah batu nisan yang bertuliskan nama seseorang., Tulislah kisah pendek hidup orang tersebut hingga ia meninggal.
Hari 12 : Tulislah 12 hal yang ingin kamu lakukan sebelum mati (bucket list) jelaskan mengapa kamu mau melakukannya.
Hari 13 : Jadilah salah seorang karakter dalam salah satu film, tuliskan kisah hidupmu dari sudut pandang tersebut.
Hari 14 : Berpura-pura lah menjadi anak kecil, tuliskan dunia dari sudut pandang itu.
Hari 15 : bebas
hari 16 : Pilihlah sebuah warna. Merah, misalnya. Bercerita lah mengenai warna itu atau yang berhubungan dengan warna tersebut.
Hari 17 : Berceritalah dari sudut pandangan lawan jenismu. Misalnya kalo kamu perempuan, menulislah dari sudut pandang laki-laki, dan begitu juga sebaliknya,
Hari 18 : Ceritakan sebuah perjalanan yang sangat berkesan.
Hari 19 : Apa buku yang sangat menginspirasi kamu? Ceritakan dong!
Hari 20 : bebas
Hari 21 : Jika kamu tidak memiliki pekerjaan/sekolah/aktivitas seperti sekarang, kamu mau jadi apa? Mengapa?
Hari 22 : Siapakah penulis atau aktor atau aktris atau ilmuwan atau pesohor lainnya yang paling menginspirasi kamu? Apakah kamu tahu banyak mengenainya?
Hari 23 Tulislah sesuatu mengenai teknologi, entah gadget entah mobil entah komputer. Apapun yang menurutmu menarik.
Hari 24 Tuliskan pelajaran favoritmu saat SMA dulu, mengapa kamu menyukainya?
Hari 25 bebas
Hari 26 Tuliskan pengalaman ketika kamu memutuskan sesuuatu yang besar yang dapat mengubah jalan hidupmu. Misalnya keputusan menikah, memilih jurusan kuliah, bekerja dan lain-lain.
Hari 27 Ceritakanlah mengenai salah seorang sahabat terbaikmu, tidak usah sebutkan namanya, berkisahlah mengenai persahabatan kalian.
Hari 28 Apa saja isi tas yang kamu bawa sehari-hari? Tulislah mengenai itu.
Hari 29 Ceritakanlah sebuah lagu yang menggambarkan perasaanmu saat ini.
Hari 30 Horeee !! kamu sudah melewati tantangan menulis selama 30 hari, ceritakanlah suka duka sewaktu kamu menulis dari Hari pertama.
Tulisan dibuat boleh di blog pribadi maupun notes FB, sertakan hashtag‪#‎30hariMenulis‬
Setiap harinya akan ada postingan beserta tema hari itu, teman-teman tinggal menyertakan link tulisan di kolom COMMENT, tidak disarankan untuk mengetik langsung di situ.
Semua orang boleh ikut berpartisipasi dan sangat dianjurkan untuk saling membaca tulisan masing-masing dan memberikan komentar dan jempolnyaa. Mengapa? karena akan ada hadiah setiap lima tulisan, jadi akan ada pemenang hari ke-5, hari ke-10, dan selanjutnya.
Bagaimana jika kamu ketinggalan menulis? jangan khawatir karena setiap tulisan hari itu HARUS diposting di postingan hari itu juga, jadi kalau kamu ketinggalan tinggal cari tanggal dimana kamu ketinggalan tulisan.
Pertanyaan atau saran ditunggu.
Selamat Menulis !


Senin, 16 Maret 2015

Yang bersenyawa dg HUJAN

#episode 1

Antara aku, kau dan hujan
Hujan itu entah kpn akan kutemui lg di matamu. Ah tidak, aku tdk pnh bertemu hujan di matamu, aku selalu menemukannya di hatimu. Hatimu yg gerimis melepas rasa semu. Hatimu yg tiba2 jd badai saat langkah kita enggan menyatu. Kini hujan itu bersarang di dadaku. Menuliskan genangan2 kenangan kau dan aku. Mengukir rintik2 rindu, membisikkan pilu yg entah.

Membasahi tanya tentang berapa waktu yg kita habiskan untuk bisa lupa masing2 nama. Berapa malam yg kita bunuh utk sekedar sempat menyapa.


Antara kau, aku, dan hujan. Kau adalah rindu yg sesaat menjelma harap. Dan aku seumpama pelangi yg selalu sembunyi dari mimpi. Kau dan aku sama2 pernah mengundang hujan turun cepat. Tenggelam pd genangan penuh kenangan sesaat.

Tak ada yg tersisa selain rindu. Tak ada yg pantas diucap selain doa. Tak ada yg layak dilupa selain hujan yg menjelma rasa...

Cinta.
-khalifa rafa azzahra-
10 Maret 2015
14.32

#episode 2

Hujan dan Harapan

Hujan tetap menjadi pengantar setia
dari beribu suara yang mengetuk telinga
Hujan tetap menjadi teman setia 
pengganti irama malam_Kadang memeluk kelam
Menjadikan genangannya sebuah harmoni rasa
Hujan di ujung malam
Tergenang mengarungi jeram
Dan kulawat satu per satu purnama yang terlewat pada setiap gelap
Entah, sajakku kehilangan nyawa
baru saja malaikat mengambilnya lewat deras hujan yang memotong nadi rintik harapan
Aku masih saja mengais lewat pekat malam
hmm, mungkin banjir lebih mampu mewakili dzikir-dzikir kecil yang putus di persimpangan
tak seperti hujan kali ini yang deras mengairi denyut sepi pada impian
Ah, hujan di ujung malam
Biar saja jadi harapan yang tak lekas padam
-khalifa rafa azzahra-
30 April 2011
22.21

#episode 3

Apakah yang keluar dari mata indahmu?

Hujankah itu? yang diam-diam membanjiri hatimu
Hujankah itu? yang lamat-lamat memenjarakan suaramu

Mungkin kau benar, terlampau sunyi kau mendekam sepi. Sementara hujan membuat sekitarmu menjadi begitu ramai.

Tak perlu merasa sesak, seolah-olah segala rasa menjadi retak. Kau hanya perlu berusaha sekali lagi. Untuk mengusir sepi. Kau hanya harus berdoa lebih kuat lagi. Untuk membunuh jenuh.

Hujankah itu? yang diam-diam kulihat dari mata indahmu
Aku rasa benar. Sesaat kau seperti bersenyawa dengan hujan
Terlihat menenangkan

-khalifa rafa azzahra-
16 Maret 2015
15.06




Senin, 23 Februari 2015

Si kecilku yang menggemaskan

posisi favorit tidurnya anak lanang
pake kacamatanya ayah
dibela-belain naek koper buat bisa naek galon
senengnya maenan tempat kain
ini yang nyeremin. raknya sampe mentiyung...huhuhuhuuu


dolanan wadah tumbu

selalu tenang ketika melihat dia tidur pules

naek galon
enak ya sayang tidurnyaaa..sampe ngga mau dipindah

Senin, 22 Desember 2014

Selamat Hari Ibu

Umi, selamat hari Ibu.

Banyak sekali yang ingin aku sampaikan. Tapi kata-kata itu mendadak terlepas dari ingatanku ketika melihatmu. Wajahmu yang kini menua, Rambutmu yang berubah, kulitmu yang mulai menunjukkan usia. Ah, aku terharu. Sungguh terharu merasakan semua perjuangan dan pengorbananmu terhadapku. Sungguh tidak mudah menjadi seorang Ibu. Jikapun mudah, pasti ayah juga bisa menjadi Ibu. Nyatanya itu semua tidak bisa kan Mi?

Yu're wonderful mom in the world. You're my everything. Di darahku mengalir darahmu.

Entahlah, mungkin waktu adalah guru yang paling pandai dalam mengajari tentang peran. Kini, akupun merasakannya. Air mata untuk anakku, adalah airmatamu juga untukku.

Aku merasakan bagaimana tidak mudahnya menjadi seorang Ibu. Ibu yang harus bangun pagi-pagi untuk mempersiapkan semuanya. Bangun ketika semuanya tertidur, dan tetap terjaga ketika semuanya terlelap.

Allah benar-benar maha Adil ya. Dia memberikan tempat yang sangat istimewa untuk seorang ibu. Sebuauh surga. Ya, surga yang ditempatkan di bawah telapak kaki ibu. Betapa berharganya ibu di hadapan Allah karena perannya.

Menjadi ibu berarti juga harus siap untuk berkorban, berjuang, dan memilih atas apa yang kita pilih. Begitupun juga dengan pilihanku yang harus tetap bekerja sementara anak masih sangat kecil. Aku harus merelakan sebagian waktuku hampa tanpa adanya si kecil. Ah, itulah yang engkau rasakan juga Mi?

Semua yang kita lakukan untuk buah hati kita. Meski dengan meninggalkannya sementara waktu. Toh, semuanya akan berbalik padanya. Engkau memberikanku nasihat yang begitu berharga, Mi. Tentang betapa berharganya waktu kita. Untuk membersamai anak-anak.

Selamat hari Ibu, Umi. Terima kasih telah meminjamkan rahimmu yang begitu nyaman untuk aku tempati. Terima kasih atas segala keringat dan air mata yang kau teteskan untukku. Terima kasih atas segala doa yang kau berikan untukku. dan satu kata dariku, Maaf. Aku belum bisa memberikan yang terbaik untukmu. 


I love you, Umi.

Jumat, 19 Desember 2014

Edisi Jalan-Jalan di Suroboyo Carnival Night

SUROBOYO CARNIVAL NIGHT

Ini waktu di Rumah Kinclong. Kita harus nyari jalan keluar supaya bisa cepet-cepet keluar dari ruang penuh kaca dan gelap dan sempit. :-)


 Ini waktu di Art and Wax House. Baterai di HP tinggal segaris. Alhasil cuma 4 poto yang ada. HP semua mati disaat kita masuk ke zona-zona permainan yang baguus banget.




Selasa, 20 Mei 2014

Repost : 30 Hari Menulis Surat | Kepada Khalifa Rafa Azzahra : Balasan Sekedar Tinta Maya

: Khalifa Rafa Azzahra

Aku bukan ingin bertanya
Mengapa dirimu masih jua di sana
Mungkin menyelimut bersama sepi
Atau menari bersama mimpi
Yang entah…


Tentang kata,
Kurasa ia masih membersamai para pecintanya


Tentang rasa,
Kurasa ia masih ada di antara serak puing asa


Tentang rindu dan cinta,
Kurasa kita harus samasama kembali pada makna-Nya


Maka biarlah tinta semu
Dari penghujung penamu
Yang mungkin hampir patah menuliskan rindu
Menjadi saksi bisu
Setidaknya aku, masih bisa memeluk bayangmu


Jadi, apa yang sungguh kau resahkan, Sayang?

Bila itu sunyi,
aku sudah berkencan dengannya sekian lama Bila itu harap,
bukankah kita masih bisa menanti senja?
Melayangkan doadoa,
berharap terpaut di sayap malaikat


Maka aku bukan ingin bertanya
Mengapa dirimu masih jua di sana


Sebab tak perlu sebab
Tak perlu sembab
Karena kita masih bisa berbagi air mata cahaya


Bukan begitu, Sayang? 


: Rifzashani Azzahra


Bukankah memang sudah terkata, cinta


Meski hati dan bibir terucap lain
Tapi, mereka sejatinya bermuara pada kesetiaan
Meski dingin selalu meregang kesabaran


Tidakkah engkau tau,cinta
Tinta dan pena sepertinya bicara
Beralih menjadi mata dari setiap hasta rasa


Tidakkah engkau tau,cinta
Mungkin sepi dan sunyi yang kumiliki 
Hanya terucap dalam peti mati
Layaknya raga yang terbujur mati


Seperti itu mungkin setetes tintaku kini 
mulai pergi

Tak tau kapan bermula dan bermuara
tapi, sepertinya aku tau,cinta


Tak perlu aku memeluk ia terlalu lama
tintaku memang hanya milik-Nya

Seperti musim ini, 
dimana segala airmata adalah genangan yang berbicara

Setiap malam, 
Ketika tak ada lagi suara yang mengecap kelam


-R E P O S T  T i n t a -

Rabu, 30 April 2014

Aku. kini



Lama sekali aku tak bercinta denganmu, kata. aku lebih banyak diam. mengukir rindu dengan malam.
Andai saja hidup itu adalah selembar kertas yang bisa dengan mudahnya aku menuliskan apa yang terlintas dalam pikiranku, mungkin aku akan lebih banyak merenung.

Ah, hidup terlampau usang untuk sekedar kita tinggal. Tanggal ini serasa asing jika sebelumnya tak ada kata yang menyapaku. hmm, waktu kini mendekapku terlampau erat, dan lama tentu saja.

Sampai-sampai tak ada waktu sama sekali untuk sekedar bercerita. menuliskan apa yang hati rasa.

Aku menikmati hidupku. kesibukanku. tapi entahlah, aku sepertinya banyak lupa. lupa bagaimana mengeja. a be ce de. dan lupa bagaimana menulis kata dengan indahnya.

Sudahlah, saat ini aku hanya ingin menyapa kalian. aku baik-baik saja. dengan hidupku. dengan keluargaku. dengan pangeran kecilku.