Ada yang pernah nonton Hotaru no hikari? cerita film drama korea yang sungguh sangat lucu dan meeee...nye menye..hehe..genrenya komedi romantis.
kisah hidupku mungkin seberantakan itu kali ya kalau lagi sendiri. pake jersey, dengan rambut yang ngga pernah disisir dan hanya dicepetin aja. hoho.
Pakaian seadanya, mandi kalau udah ngrasa bau badan ini. (ahaaaay jorok banget yah) hoho
Tapi begitu keluar dari rumah dan tempat persembunyian. cling. Jadi wanita yang sangat cantik, modis, menarik, dan dicintai banyak orang, ahahaaa...
Kisah hidupku mungkin kayak gitu kali ya. #ups
I call it, Notes of My Thought 'coz everything happens for a reason "And The Future Belongs To Those Who Believe in The Beauty of Their Dreams" So, Let's Dreaming...with The Words, Reach The World
Sabtu, 13 Juni 2015
Jumat, 12 Juni 2015
#30HariMenulis H12 - Mimpiku
Di #30HariMenulis di H12 ini aku ingin menulis tentang mimpiku. Mimpi yang menjadi targetanku dalam hidup.
1. Haji
Aku harus bisa menunaikan rukun islam yang kelima ini. Ini adalah cita-citaku. Dan Alhamdulillah itu semua sudah terencana. Insya Allah tahun 2029 kami akan kesana. :) Pergi haji dengan orang tua dan suami.
2. Pekerjaan yang Mapan dan Karier yang Cemerlang
Ngomong-ngomong soal pekerjaan. Sebenarnya pekerjaan seorang ibu yang terbaik adalah menemani anak-anaknya tumbuh dan berkembang di rumah. Tetapi aku butuh mengaktualisasikan diriku di lingkungan masyarakat, bermanfaat bagi ummat dan bangsa. Aku ingin menjadi manusia yang bermanfaat bagi yang lainnya. Dan itu semua menurutku akan tercapai jika aku menjadi dosen dan seorang penulis. Oke, noted!
3. Punya rumah dan mobil
Tentu saja ini adalah keinginan yang sangat sangat kuharapkan. Mempunyai tempat tinggal dan kendaraan yang bagus
4. Anak-anak yang sholeh sholehah
Sebelum mati, paling tidak aku harus menjadi ibu dari 2 orang anak (laki-laki dan perempuan). Aku harus bisa melihat mereka menikah dan aku ingin merasakan menjadi seorang eyang putri.
5. Ke Luar Negeri
Selama ini aku belum pernah naik pesawat. Suer deh tak kewer kewer..hehe..Pengen dunk sekali aja ngerasain gimana rasanya naik pesawat sebelum aku mati. Dan berkeliling tamasya ke luar negeri. Tentunya setelah menjelajah dan berpetualang di negeri sendiri.
6. Suami yang tegas, macho, pemberani, cerdas, dan sholeh
Aku ingin melihat suamiku menjadi suami yang tegas, macho, gagah pemberani, bisa mengalahkanku naik sepeda motor. hoho. Aku ingin melihat dia menjadi supel dan ramah dengan tetangga. Melihatnya banyak teman dan setiap hari libur tiba selalu mengajakku untuk bersilaturahim di rumah temannya. Aku ingin melihatnya seperti itu sebelum aku mati.
7. Kebahagiannku adalah kebahagiaan orang tuaku dan orang-orang yang aku cintai
Aku ingin membahagiakan orang tuaku. Aku ingin hidup bahagia dan sukses. Selalu bisa membuat orang sekitarku tersenyum dan tertawa
8. Punya bisnis restoran dan perpustakaan
Ini dia. Aku ingin sekali mengembangkan bakatku yang suka masak. Aku ingin punya restoran dan perpustakaan . Dan setiap hari jumat, aku ingin menggratiskan semuanya untuk pelanggan.
9. Aku pengen gendut dan cantik, hoho
Selama ini aku termasuk cewek yang langsing dan cenderung kurus. Aku ingin ngrasain punya badan yang ideal, yang gendut tapi ya ngga gendut-gendut banget, hoho. sekali-kali pengen gapapakan?
Aku juga pengen punya wajah yang cantik. Tapi hati yang pasti udah cantik ya..
10. Wakaf Masjid, bersedekah minimal 1 juta perbulan, Menyantuni fakir miskin, Bikin Yayasan
Jika aku kaya nanti, aku pengen banget bisa wakaf masjid. dan bersedekah min.1 juta perbulan pada orang-orang yang ngga mampu. Selain itu, aku juga pengen punya yayasan. Pesantren atau yayasan pendidikan apalah gitu. Aku pengen kayak umi sama abi yang bisa menghidupi anak-anak yatim.
11. Perawatan tubuh dan Nyalon dan nonton bioskop dan shopping, haha
Aku ingin bersenang-senang. Melakukan apa yang selama ini belum pernah kulakukan. Happy, always
12. Hafidzah
Aku ingin sekali hafal 30 juz Alquran. Aku ingin menghadiahkan ini untuk orang tuaku. Katanya kalau mereka meninggal dan aku bisa hafal alquran aku akan bisa menjadi cahayanya saat di kubur nanti. katanya sih, kalau aku ngga salah.
That's it. My dream ...
1. Haji
Aku harus bisa menunaikan rukun islam yang kelima ini. Ini adalah cita-citaku. Dan Alhamdulillah itu semua sudah terencana. Insya Allah tahun 2029 kami akan kesana. :) Pergi haji dengan orang tua dan suami.
2. Pekerjaan yang Mapan dan Karier yang Cemerlang
Ngomong-ngomong soal pekerjaan. Sebenarnya pekerjaan seorang ibu yang terbaik adalah menemani anak-anaknya tumbuh dan berkembang di rumah. Tetapi aku butuh mengaktualisasikan diriku di lingkungan masyarakat, bermanfaat bagi ummat dan bangsa. Aku ingin menjadi manusia yang bermanfaat bagi yang lainnya. Dan itu semua menurutku akan tercapai jika aku menjadi dosen dan seorang penulis. Oke, noted!
3. Punya rumah dan mobil
Tentu saja ini adalah keinginan yang sangat sangat kuharapkan. Mempunyai tempat tinggal dan kendaraan yang bagus
4. Anak-anak yang sholeh sholehah
Sebelum mati, paling tidak aku harus menjadi ibu dari 2 orang anak (laki-laki dan perempuan). Aku harus bisa melihat mereka menikah dan aku ingin merasakan menjadi seorang eyang putri.
5. Ke Luar Negeri
Selama ini aku belum pernah naik pesawat. Suer deh tak kewer kewer..hehe..Pengen dunk sekali aja ngerasain gimana rasanya naik pesawat sebelum aku mati. Dan berkeliling tamasya ke luar negeri. Tentunya setelah menjelajah dan berpetualang di negeri sendiri.
6. Suami yang tegas, macho, pemberani, cerdas, dan sholeh
Aku ingin melihat suamiku menjadi suami yang tegas, macho, gagah pemberani, bisa mengalahkanku naik sepeda motor. hoho. Aku ingin melihat dia menjadi supel dan ramah dengan tetangga. Melihatnya banyak teman dan setiap hari libur tiba selalu mengajakku untuk bersilaturahim di rumah temannya. Aku ingin melihatnya seperti itu sebelum aku mati.
7. Kebahagiannku adalah kebahagiaan orang tuaku dan orang-orang yang aku cintai
Aku ingin membahagiakan orang tuaku. Aku ingin hidup bahagia dan sukses. Selalu bisa membuat orang sekitarku tersenyum dan tertawa
8. Punya bisnis restoran dan perpustakaan
Ini dia. Aku ingin sekali mengembangkan bakatku yang suka masak. Aku ingin punya restoran dan perpustakaan . Dan setiap hari jumat, aku ingin menggratiskan semuanya untuk pelanggan.
9. Aku pengen gendut dan cantik, hoho
Selama ini aku termasuk cewek yang langsing dan cenderung kurus. Aku ingin ngrasain punya badan yang ideal, yang gendut tapi ya ngga gendut-gendut banget, hoho. sekali-kali pengen gapapakan?
Aku juga pengen punya wajah yang cantik. Tapi hati yang pasti udah cantik ya..
10. Wakaf Masjid, bersedekah minimal 1 juta perbulan, Menyantuni fakir miskin, Bikin Yayasan
Jika aku kaya nanti, aku pengen banget bisa wakaf masjid. dan bersedekah min.1 juta perbulan pada orang-orang yang ngga mampu. Selain itu, aku juga pengen punya yayasan. Pesantren atau yayasan pendidikan apalah gitu. Aku pengen kayak umi sama abi yang bisa menghidupi anak-anak yatim.
11. Perawatan tubuh dan Nyalon dan nonton bioskop dan shopping, haha
Aku ingin bersenang-senang. Melakukan apa yang selama ini belum pernah kulakukan. Happy, always
12. Hafidzah
Aku ingin sekali hafal 30 juz Alquran. Aku ingin menghadiahkan ini untuk orang tuaku. Katanya kalau mereka meninggal dan aku bisa hafal alquran aku akan bisa menjadi cahayanya saat di kubur nanti. katanya sih, kalau aku ngga salah.
That's it. My dream ...
Kamis, 11 Juni 2015
#30HariMenulis H11 - Sholatlah sebelum kamu disholati
Tema hari ini adalah tentang kisah perjalanan hidup seseorang sampai dia meninggal.
Okelah..cerita ini memang tidak nyata, tapi saya yakin kisah ini banyak terjadi dalam kehidupan kita.
#30HariMenulis H11 Sholatlah sebelum kamu disholati
Namaku Realrich Kusuma. Kehidupanku sangat mengesankan. Banyak orang bilang, keluagaku sangat kaya. Bahkan, kekayaannya tidak akan habis jika aku hambur-hamburkan. Rumah seluas 1 hektar di sebuah kota metropolitan aku punya. Bahkan villa mewah di puncak, Bogor juga aku punya.Mobilku Lamborghini keluaran terbaru. Warnanya hijau. Aku sangat bahagia. Sungguh sangat bahagia. Aku dapat pergi kemana saja yang aku sukai. Aku kerja sebagai direktur di perusahaan papaku. Papaku mempunyai bisnis property yang sering diiklankan di tivi-tivi. Tau sendirilah bagaimana sepak terjang bisnis property.Sering juga aku membantu papaku merebut lahan dari seorang petani yang bertele-tele menurutku. Tentu saja aku yang menang. Beruntunglah aku punya wajah yang sangat tampan, dan sesuai dengan namaku, aku benar-benar kaya. Banyak gadis-gadis yang kepincut denganku. Termasuk anak gadis petani yang lahannya ingin kubeli. Akhirnya aku menggunakan 'senjataku' untuk dapat memenangkan duel antara papaku dengan petani itu. Maklumlah, papaku tidak akan sebegitunya menyerah jika sudah punya keinginan.Akhirnya aku menikah dengan gadis itu. Gadis biasa yang sangat lugu. Tapi dia sangat menurut kepadaku, tidak pernah membantah sedikitpun. Sebenarnya aku sungguh sangat tidak mencintainya. Tapi aku harus menikahinya untuk keberlangsungan bisnis papaku.Namanya Siti Fatimah. Aku memanggilnya Siti. Dia selalu menyiapkan kebutuhanku ke kantor. Keluargaku masa bodoh dengan pernikahan kami. Bahkan papaku bilang sendiri kepadaku kalau aku bosan dengannya aku bisa menceraikannya sewaktu-waktu. Tapi aku kasihan pada keluarganya. Keluarganya sangat mengelu-elukanku. Paling tidak aku harus bertahan beberapa tahun dengannya.Siti selalu membangunkanku untuk sholat subuh. Apa itu sholat? Dari kecil aku tidak pernah sholat. Aku tidak pernah bangun ketika Siti membangunkanku. Aku selalu membentaknya ketika dia membangunkan tidur lelapku. Tapi dia sepertinya tidak pernah menyerah. Sampai suatu hari Siti hamil dan melahirkan anak laki-laki yang sangat tampan sepertiku.Dika, anakku. Dika Pratama. Dia anak yang sangat baik. Dan sepertinya hobinya Siti untuk mengingatkanku sholat beralih padanya. Dika selalu mengajakku untuk menjadi imamnya dan aku selalu tidak bisa menurutinya. Aku tidak bisa sholat. Sampai suatu ketika aku kena serangan jantung karena bisnis propertyku terguncang.Aku menyalahkan takdir, kenapa Tuhan begitu kejamnya kepadaku. Mengambil semua yang telah dia berikan untukku. Siti dan Dika selalu menemaniku di rumah sakit. Saat inipun aku ada di rumah sakit. Entahlah apa yang harus kulakukan. Mereka hanya menyuruhku untuk sholat. Tapi aku tidak bisa. Hatiku begitu mengeras, sungguh sangat membatu karena harta-harta yang begitu erat memelukku dari aku lahir...
Aku menghapus air mataku. Aku harus tegar membaca buku harian suamiku. Kini, aku dan Dika hanya bisa pasrah. Buku harian yang belum selesai ditulis oleh suamiku. Kini dia telah pergi. Dan ajakanku untuk sholat bahkan tak pernah digubrisnya. Kini aku dan Dika mencholati jenazahnya. Untuk yang terakhir kali.
Dan di sore hari di suatu pemakaman umum di depan nisan bertuliskan REALRICH KUSUMA, aku menangis. Aku menangis karena tidak bisa mengajakmu, suamiku. Untuk berjamaah denganku.
Selasa, 09 Juni 2015
#30HariMenulis H10 - Curhatan Emak-Emak
#30HariMenulis H10 - Curhatan Emak-Emak
Tema hari ini adalah bebas. Berarti saya bebas menulis apa aja. hehe, yang penting menulis.
Saya pengen curhat nih, betewe terkadang saya merasa bosan sekali dengan rutinitas yang saya lakukan dari bangun tidur sampai tidur lagi. Bagaimana tidak bosen, hampir sama terus setiap hari. Bangun tidur, belanja, masak, beres-beres, nyiapin buat anak, terus berangkat kerja. Dan sepertinya saya sudah sampai pada titik puncak kebosanan saya untuk urusan kerjaan. Saya tidak bisa menemukan passion saya disini. Sepertinya tahun ini adalah tahunnya saya berpindah dan segera move on dari pekerjaan saya ini.
Saya lulusan IPB yang notabene adlaah perguruan tinggi yang sangat menjunjung tinggi akan penghijauan dan lahan hijau, sedangkan saya disini berkerja di perusahaan property yang notabene adalah selalu menghabiskan lahan hijau untuk dibuat perumahan dan lingkungan untuk manusia. Terkadang saya berpikir ini tidak sesuai dengan idealisme saya, dan saya juga sudah menyadari dari awal pertama saya masuk di kerjaan saya ini. Berbagai perasaan berkecamuk dalam hati saya. Saya sempat berpikir apa yang saya kerjakan disini tidak akan berkah karena banyak sekali yang menyimpang disini. Tapi nyatanya saya bisa bertahan sampai 2 tahun ini. Saya ingin sekali bergerak, memperbaiki karir yang saya jalani. Inginnya saya menjadi dosen. Sampai-sampai sudah beberapa kali saya mengikuti tes dan akhirnya gagal.
Bosan memang selalu mengecap kegagalan. tapi saya tidak akan menyerah sampai saya bisa menjadi dosen. Pekerjaan saya disini seperti tidak dihargai sama sekali. Banyak sekali yang saya rasakan dan tidak sesuai dengan hati kecil saya. Bos saya yang baru saja membeli tanah berhektar-hektar milik petani di sebuah lahan hijau. Ahh..tak taukah mereka dampak dari pembangunan pembangunan itu?
Seandainya saja kita bisa memilih, Ah seandainya saja aku punya kuasa untuk menolak, untuk punya pilihan lain. Sayangnya aku tak punya pilihan. Karena itulah aku mencoba untuk bertahan. tetap bekerja meskipun tidak sesuai dengan hatiku. Dan wajar saja kalau posisiku juga masih sama seperti pertama kali masuk. Huft, menyedihkan memang.
Ada lagi hal yang membuatku cemas, apa lagi kalau tidak tentang masa depan. Terkadang aku benar-benar tidak tau kemana target tujuan hidupku. Semuanya masih belum jelas, padahal waktu terus saja berjalan. Waktu sepertinya akan semakin menggilas kita. Aku sering mengajak ngobrol suamiku tentang masa depan. Tapi jawabannya selalu sama. nihil. Tak bisa aku membicarakan mimpi-mimpiku dengannya. Padahal aku punya sejuta mimpi untuk bisa kuraih.
Aku suka menulis. Aku suka saat-saat dimana aku hanya sendiri, dengan kata-kata, dengan mimpi-mimpiku. dengan semua pencapaian-pencapaianku. Aku ingin sekali menunjukkan kepada semuanya bahwa aku bukan seorang wanita yang lemah, aku sangat kuat. bahkan kuat sekali. Tapi nyatanya aku lelah menghadapi semua rutinitas dan kehidupanku sendiri. Aku butuh waktu untuk rehat dan beristirahat mengisi semua kekuatanku. Aku sering lelah sendiri ketika harus berangkat dan pulang kerja. Dengan kondisiku saat ini yang sedang berbadan dua, dan harus naik motor sampai 1 jam karena jarak dari rumah menuju kantor adalah 18km. Bayangkan saja bagaimana lelahnya...
Belum lagi waktu pulang yang sangat malam menurutku. aku kehilangan banyak waktuku bersama dengan Adha, anak lelakiku. Sedih memang, tapi beginilah hidup. Entah apa yang kucari. Uangkah? sedangkan terkadang uangpun enggan berada di tangan. Sulit sekali bagi kami untuk menabung. Pengeluaran yang begitu besar terkadang begitu menyiksa. Huft, sekali lagi aku berpikir, bagaimana nanti untuk pendidikan anakku?
Memang kita tidak bisa memprediksi masa depan. Akan jadi apakah kita. Akan seperti apakah kita. Mampukah kita menatap masa depan. Apakah kita akan sukses. Pertanyaan pertanyaan ini seperti momok yang menakutkan dan sulit sekali untuk dijawab. Hanya KepadaNyalah kita kembali...
Tema hari ini adalah bebas. Berarti saya bebas menulis apa aja. hehe, yang penting menulis.
Saya pengen curhat nih, betewe terkadang saya merasa bosan sekali dengan rutinitas yang saya lakukan dari bangun tidur sampai tidur lagi. Bagaimana tidak bosen, hampir sama terus setiap hari. Bangun tidur, belanja, masak, beres-beres, nyiapin buat anak, terus berangkat kerja. Dan sepertinya saya sudah sampai pada titik puncak kebosanan saya untuk urusan kerjaan. Saya tidak bisa menemukan passion saya disini. Sepertinya tahun ini adalah tahunnya saya berpindah dan segera move on dari pekerjaan saya ini.
Saya lulusan IPB yang notabene adlaah perguruan tinggi yang sangat menjunjung tinggi akan penghijauan dan lahan hijau, sedangkan saya disini berkerja di perusahaan property yang notabene adalah selalu menghabiskan lahan hijau untuk dibuat perumahan dan lingkungan untuk manusia. Terkadang saya berpikir ini tidak sesuai dengan idealisme saya, dan saya juga sudah menyadari dari awal pertama saya masuk di kerjaan saya ini. Berbagai perasaan berkecamuk dalam hati saya. Saya sempat berpikir apa yang saya kerjakan disini tidak akan berkah karena banyak sekali yang menyimpang disini. Tapi nyatanya saya bisa bertahan sampai 2 tahun ini. Saya ingin sekali bergerak, memperbaiki karir yang saya jalani. Inginnya saya menjadi dosen. Sampai-sampai sudah beberapa kali saya mengikuti tes dan akhirnya gagal.
Bosan memang selalu mengecap kegagalan. tapi saya tidak akan menyerah sampai saya bisa menjadi dosen. Pekerjaan saya disini seperti tidak dihargai sama sekali. Banyak sekali yang saya rasakan dan tidak sesuai dengan hati kecil saya. Bos saya yang baru saja membeli tanah berhektar-hektar milik petani di sebuah lahan hijau. Ahh..tak taukah mereka dampak dari pembangunan pembangunan itu?
Seandainya saja kita bisa memilih, Ah seandainya saja aku punya kuasa untuk menolak, untuk punya pilihan lain. Sayangnya aku tak punya pilihan. Karena itulah aku mencoba untuk bertahan. tetap bekerja meskipun tidak sesuai dengan hatiku. Dan wajar saja kalau posisiku juga masih sama seperti pertama kali masuk. Huft, menyedihkan memang.
Ada lagi hal yang membuatku cemas, apa lagi kalau tidak tentang masa depan. Terkadang aku benar-benar tidak tau kemana target tujuan hidupku. Semuanya masih belum jelas, padahal waktu terus saja berjalan. Waktu sepertinya akan semakin menggilas kita. Aku sering mengajak ngobrol suamiku tentang masa depan. Tapi jawabannya selalu sama. nihil. Tak bisa aku membicarakan mimpi-mimpiku dengannya. Padahal aku punya sejuta mimpi untuk bisa kuraih.
Aku suka menulis. Aku suka saat-saat dimana aku hanya sendiri, dengan kata-kata, dengan mimpi-mimpiku. dengan semua pencapaian-pencapaianku. Aku ingin sekali menunjukkan kepada semuanya bahwa aku bukan seorang wanita yang lemah, aku sangat kuat. bahkan kuat sekali. Tapi nyatanya aku lelah menghadapi semua rutinitas dan kehidupanku sendiri. Aku butuh waktu untuk rehat dan beristirahat mengisi semua kekuatanku. Aku sering lelah sendiri ketika harus berangkat dan pulang kerja. Dengan kondisiku saat ini yang sedang berbadan dua, dan harus naik motor sampai 1 jam karena jarak dari rumah menuju kantor adalah 18km. Bayangkan saja bagaimana lelahnya...
Belum lagi waktu pulang yang sangat malam menurutku. aku kehilangan banyak waktuku bersama dengan Adha, anak lelakiku. Sedih memang, tapi beginilah hidup. Entah apa yang kucari. Uangkah? sedangkan terkadang uangpun enggan berada di tangan. Sulit sekali bagi kami untuk menabung. Pengeluaran yang begitu besar terkadang begitu menyiksa. Huft, sekali lagi aku berpikir, bagaimana nanti untuk pendidikan anakku?
Memang kita tidak bisa memprediksi masa depan. Akan jadi apakah kita. Akan seperti apakah kita. Mampukah kita menatap masa depan. Apakah kita akan sukses. Pertanyaan pertanyaan ini seperti momok yang menakutkan dan sulit sekali untuk dijawab. Hanya KepadaNyalah kita kembali...
#30HariMenulis H9 - Kuliner Solo
Saya lagi ngidam banget makanan yang ada di Solo. Dulu waktu saya kuliah S2, sering sekali saya menyambangi makanan-makanan ini. Sekarang selepas saya hijrah ke Surabaya, sudah lama sekali saya tidak ke tempat ini. Lebaran nanti ingin sekali saya ke tempat ini ketika berkunjung ke Solo :
1. Mr Mesem
Saya paling suka dan paling ngangenin sama makanan ini. Di solo, tepatnya di jalan Kartika, Ngoresan biasanya saya sambangi setiap habis kuliah sama temen2. Enak lho disana, murah meriah harganya terjangkau sekali. bukanya itu setiap jam 10.00-21.00. Pokoknya nanti waktu ke Solo, harus bisa mampir kesana lagi...hoho ngidam bener ini. :-)
2. Lotek Bu Warni Solo
3. Nasi Liwet Solo
Terutama 3 makanan itu sih. Kenangan banget waktu di Solo makan makanan itu. Ada kenangan yang takkan terlupakan, hehe...
1. Mr Mesem
Saya paling suka dan paling ngangenin sama makanan ini. Di solo, tepatnya di jalan Kartika, Ngoresan biasanya saya sambangi setiap habis kuliah sama temen2. Enak lho disana, murah meriah harganya terjangkau sekali. bukanya itu setiap jam 10.00-21.00. Pokoknya nanti waktu ke Solo, harus bisa mampir kesana lagi...hoho ngidam bener ini. :-)
![]() |
| Salah satu pilihan menu di Mr Mesem |
![]() |
| Ayam tulang lunak yang menggoda selera |
![]() |
| Mr Mesem (lesehan menambah nikmatnya makan) |
![]() |
| Lotek dan Gado-gadonya bu Warni |
![]() |
| nasi liwet solo |
Senin, 08 Juni 2015
#30HariMenulis H8 - Nasihat Ve
“kadang kecepatan membuat seseorang lupa bahwa ada ‘angin’ yang membersamainya. Selalu bertindak tergesa-gesa, dan ingin selalu tampak di depan. Karena hakikat manusia sebenarnya dalam hidup adalah ingin menjadi pemenang, tapi hanya sedikit manusia yang benar-benar tampil sebagai pemenang, tanpa merugikan.”
“hidup ini ibarat sebuah perjalanan. Tak hanya jalan lurus yang akan kita temui. Tapi juga jalan berbelok, kadang berlubang, bergelombang, tanjakan, dan turunan. Ketika berada di jalan lurus, kita bisa berlari sekencang-kencangnya. Menyetel kecepatan sampai 100 km/jam, bahkan lebih. Kita bisa dengan bebas menyalip semuanya yang menghalangi pandangan. Tapi ketika di jalan yang penuh dengan lubang, bergelombang, jika kita tetap angkuh dan tidak mau menurunkan kecepatan, maka jatuhlah kita. Manusia akan begitu tampak puas ketika ia bisa menghadapi rintangan, entah itu lubang, jalan yang bergelombang, ataupun kendaraan yang menghalangi perjalanan. Namun, seringkali mereka lupa, mereka tak memeriksa bagaimana kecepatan menempa dirinya meraih apa yang diinginkan? Kadang mereka lupa, bahwa jejak-jejak perjalanan mereka adalah sesuatu yang tak pantas mereka buang. Karena disitulah terletak sebuah proses mencapai tujuan. Kadang mereka mengesampingkan masa lalu, dan berhasrat hanya untuk masa depan. Padahal masa lalulah yang membentuk karakter mereka. Masa lalulah yang membuat mereka belajar untuk menjadi yang lebih baik di masa depan. Itulah gunanya cermin, spion. Tak harus kita melihatnya setiap saat, cukup sesekali, ketika kita memerlukannya untuk sebuah pijakan dalam berjalan. yang harus kita lihat sepenuhnya adalah masa depan kita. Masa lalu adalah sebuah kenangan, sekarang adalah kenyataan, dan masa depan adalah sebuah impian. Dan manusia akan dapat meraih mimpi dengan baik jika ia dewasa. Dewasa dalam bersikap, berucap, berbuat dalam hidup. Tentu saja, dalam sebuah perjalanan.”
Minggu, 07 Juni 2015
#30HariMenulis H7- Jokowi Salah Sebut Kelahiran Bung Karno, Netizen Cibir Presiden
#30HariMenulis H7 - Jokowi Salah Sebut Kelahiran Bung Karno
"Setiap kali saya berada di Blitar, kota kelahiran Proklamator kita, Bapak Bangsa kita, Bung Karno, hati saya selalu bergetar," ujar Jokowi dalam acara yang dihadiri presiden RI ke-5 Megawati Soekarnoputri, Menko PMK Puan Maharani, Ketua MPR Zulkifli Hasan, mantan Wapres Boediono, dan pejabat tinggi negara lainnya.
Berita ini menjadi trending topic dalam minggu ini. Sebenarnya wajar aja sih kalau salah ngomong, masalahnya adalah siapa ya yang salah ngomongnya? hehe. Kalau saya yang salah ngomong sih nggak bakalan meledak kayak gini pemberitaannya. Ini presiden, bro. Pemimpin negara yang notabene pengetahuan tentang negaranya harusnya udah 100% dong. Dan, kesalahan presiden menyebutkan tempat kelahiran Soekarno di Blitar adalah kesalahan yang fatal menurut saya. Tau kenapa? cekidot yah :
1. Jokowi adalah kader PDI-P yang notabene ketua umumnya itu adalah anak dari Soekarno. Masa iya, kader PDI-P sendiri lupa sih menyebutkan tanah kelahiran bapaknya Megawati? Wah malunya itu sama bu Mega mungkin ya.
2. Jokowi itu pidatonya nggak hanya didengerin oleh segelintir orang lho, sejarawan, politikus itu juga ngedengerin pidatonya Jokowi. Jadi kalau Jokowi salah, ehem...malu dong sama anak buahnya.
3. Menjadi pemimpin itu ya harus bisa diteladani semuanya. Lha kalau presiden banyak salahnya, so How yes?
4. Manusiawi sih, tapi ya harus dicek dulu makanya kalau mau pidato. Teksnya udah bener atau belum. Kejadian juga berulang terus sewaktu Jokowi ditanya sudah pernah tandatangan di suatu keputusan, tapi ngga tau keputusan apa itu. Jadi tugasnya hanya tanda tangan saja ya, ngga ngecek isinya apa? walah, memang banyak yang harus ditandatangi pak, tapi nggak segitunya juga kali. Masa nggak dibaca sama sekali?
Yah itu saja ya pendapat saya mengenai berita ini. Semoga Indonesia lebih baik. Aamiin.
Langganan:
Postingan (Atom)





