Minggu, 21 Juni 2015

#30HariMenulis H21 - Jika aku...

#30HariMenulis H21 - Jika aku...

Jika aku tidak beraktivitas seperti sekarang ini. Jika aku tidak mempunyai rutinitas seperti sekarang ini, mungkin sekarang aku telah menjadi penulis terkenal, hehe. Mungkin sekarang aku sudah punya warung makan. Jika aku tidak berkutat dan tidak menjadi budak atas waktuku sendiri, mungkin aku bisa menjadi manager atas diriku sendiri.

Membuka usaha sendiri. Mengembangkan bakat dan hobi yang ada. Membaca, menulis, dan memasak. Bercengkrama dengan buah hati. Selama ini aku terpenjara atas waktuku sendiri. Aku menggadaikan masa depan anakku dengan menjadi buruh di sebuah perusahaan cina. Ah, miris sekali bukan.

Ingin keluar dari sini. Tapi aku tidak ada pilihan lain, selain bertahan dan menunggu pekerjaan yang tepat mengetuk kehidupanku.

Jika aku tidak disini, pasti aku sudah mengajar di sebuah universitas, entah negeri maupun swasta. PASTI. Ini mimpiku. dan tak kubiarkan seorangpun mengambil mimpiku. Aku seorang pemenang atas diriku sendiri. Tidak akan ada yang bisa mengatur kehidupanku selain aku sendiri.

Jika aku tidak disini, mungkin aku sudah sukses. Bahkan jika aku tidak mempunyai kehidupanku sekarang, mungkin aku telah bebas. Haha..bisa jalan-jalan kemana saja, travelling keliling dunia, renang, naik gunung, menyelam. segala sesuatu hal yang menantang akan kulakukan. Tapi........ternyata tulisan ini hanya "JIKA"

Sabtu, 20 Juni 2015

#30HariMenulis H20 - Sketsa Lirih Langit

Jika kau ingin belajar bagaimana harus bersifat lapang ketika ujian datang,belajarlah pada langit...

Dan ini adalah beberapa sketsa lirih dari alam untuk langit--


"dear,langit..menghiasimu walau hanya sementara waktu cukup meyakinkanku. Bahwa engkau kan selalu jadi yang terindah dengan atau tanpa adanya aku"(sketsa lirih pelangi pada langit)

"hai langit,taukah kamu, aku selalu memperhatikanmu. Walau tidak sepenuh waktu. Aku memperhatikan dan menjagamu dengan cahayaku. Kelak, kau kan tau seberapa besar peduliku padamu. Lantas,takkan kubiarkan kau terhampar dengan warna kesedihan. Kan kupancarkan selalu cahaya kebahagiaan. Percayalah, baik siang maupun malam."(sketsa lirih mentari pada langit)

"salam,langit..membersamaimu di antara biru semakin menyadarkanku bahwa kesabaran akan mengiringi kelapangan. Seperti biru dan putih, yang bersatu dalam lirih adalah bukti bahwa kau dan aku adalah selaras, sewarna, dan seirama."(sketsa lirih awan pada langit)

"menyentuh luasnya duniamu adalah kebutuhan naluriku. Membuatmu bergerak dan menari indah bersamaku adalah petak demi petak mimpi pencapaian rinduku. Jarak takkan bisa menghalangi doa dari semilirku untukmu. Dan waktu akan membuat kita sepenuhnya bercumbu menciptakan lazuardi indah sepanjang kalbu."(sketsa lirih angin pada langit)

-khalifa rafa azzahra-
"dan musim kemarau itu ada di bibirmu,bumi. Kutau, engkau menanti hujan dari sepasang mata langit"




"Satu persatu hatif bertemu dengan angin. Mencipta cerita menjadi sebuah ingin. Aku terkesima, lalu dengan barisan ketiga langit melukis asa dari sisa sketsa fiktif menjadi sesuatu yang nyata. Jika engkau memiliki 'ingin', bariskan ia,, seperti awan yang merapikan ingin pada angan." (sketsa lirih awan untuk langit)

"Tidak semudah pena yang menuliskan kata. Tidak pula semudah suara yang menjadikan kata. Walau terkadang sejenak, tapi itulah jejak yang selamanya tetap ada. Di hati yang tenang dan merindukan warna."(sketsa lirih pelangi untuk langit)

"Yang tertulis bukan semata mesti terlukis. Yang tersimpanpun bukan pula hanya kenangan. Adalah harapan, yang menjadikan senja selalu dinanti dengan ronanya yang menaungi hati. Seperti pula candamu. Candamu adalah penutup duka, kunci dari segala sepi yang redup oleh senja. Maka, biarlah ia menjadi sebuah harmoni antara kita."(sketsa lirih senja untuk langit)


-Khalifa Rafa Azzahra-
"dan hati ini bagaikan langit, maka izinkan aku rakit dengan sejuta harapan. Semoga tetap ada celah untuk saling memaafkan. Kembali ke fitri..."

Taqabbalallahu minna waminkum. Shiyamana washiyamakum. selamat idul fitri 1432 H. mohon maaf lahir dan batin
020911
20.42


Sketsa Lirih untuk Langit (Bagian Ketiga)"Berkali-kali aku melihatmu. Titik-titik rindu di kalbu. Membentang di angkasa. Menulis asa. (Sketsa lirih bintang untuk langit)"Manusia terlampau angkuh berjalan di atas bumi. Menjejak tanah yang retak setiap saat tapi amarah selalu dijunjung tinggi. Pantaskah melangit, sementara dari tanahlah kita ada, ke tanahlah pula kita tiada. (Sketsa lirih bumi untuk langit)"Apa arti dari sebuah penghargaan, langit? aku merasa tidak ada artinya sama sekali di hatimu. Aku jarang bersanding denganmu. Akupun jarang terlihat. Aku jarang kau dengar. Aku jarang kau panggil. Aku merasa terasing nun jauh disana. Aku yang pelan-pelan terasing dalam sudut hati yang paling genting. Pelan-pelanpun kau akan terlupa. Entah sengaja atau tidak. Kenangan yang tak bisa kita tebak. (Sketsa lirih angin untuk langit)"Haruskah aku menyerah. Atas semua lelah yang kini mulai menghinggapi hatiku? haruskah aku selalu menunduk dan tak bisa sedikitpun mendongakkan kepalaku menatap ke arahmu, langit. Kini kau tak teraih, dan aku tak ubahnya seperti buih. terombang-ambing di lautan sejarah yang usang. Membuang ingin pelan-pelan, jauh dari harapan, terlampau sulit menerima kenyataan. Kenyataan bahwasanya aku hanyalah gurat-gurat ketidakpastian antara hujan, cerah, ataupun mendung. Aku adalah cuaca yang seribu kali berusaha membaca bagaimana peristiwa dapat mengubah rasa. Tentang asa dan cita-cita. (sketsa lirih cuaca untuk langit)
-Khalifa Rafa Azzahra-Surabaya, 14.56"Jika kau mulai bertanya mengapa semuanya harus terjadi, yakinlah ada "1000 karena" yang membuatmu percaya itu harus terjadi"


Jumat, 19 Juni 2015

#30HariMenulis H19 - Buku yang Menginspirasi

#30HariMenulis H19 - Buku yang Menginspirasi


Tentang buku yang menginspirasi, hhmmm...
apa ya?

Buku yang sering saya baca itu ya Novel, misalnya :

1. Novelnya kang Abik (Ayat-ayat cinta, Ketika Cinta Bertasbih, Takdir Cinta Zahrana, dll) sebagian besar novelnya kang Abik sudah pernah saya baca.

menginspirasi banget nih. Banyak hikmah yang bisa saya ambil dari membaca novel tersebut. Misalnya ni ya, Beragama yang benar itu bagaiamna, cara menghargai orang, cara bersikap yang benar, cara menjadi muslimah sholehah, dll

2. Novelnya Andrea Hirata (Laskar Pelangi, Sang Pemimpi, Edensor, Maryamah Karpov)

3 dari novelnya andrea hirata sudah pernah saya baca. Karyanya Andrea Hirata memang sangat menginspirasi. Lebih kepada semangat terhadap hidup. Semangat dalam berusaha memberikan yang terbaik.

3. Novelnya Dee Lestari (Perahu Kertas sama Filosofi Kopi)
Novel di atas juga sudah pernah saya baca. Saya suka banget bahasanya Dee Lestari dalam menulis di novel tersebut. Ada hikmahnya. Ada maknanya di setiap kata-katanya.

4. Novelnya Donny Dirgantoro (5cm)
Ini dia yang pengen dapat inspirasi tentang sahabat. Banyak hal yang bisa kita dapatkan tentang sahabat di novel ini. Ini lebih kepada hubungan kita terhadap sahabat. Hablumminannass..:-)

5. Hmmm apa lagi ya..Oiya Novelnya Tere Liye (Daun yang Jatuh tak Pernah membenci angin, Hujan dan Teduh, Bidadari-bidadari Surga, Hafalan Shalat Delisa, dll)
Yang sering ditayangin di tv itu ya Hafalan Shalat Delisa. Sangat menginspirasi menurut saya. Pasti teman-teman juga banyak yang tau ceritanya. Daun yang jatuh tak pernah membenci angin juga bagus sekali menurut saya. Ceritanya ini lebih kepada keikhlasan kita menerima apa yang telah Allah tetapkan dan putuskan kepada kita. Tentang takdir. Sama halnya dengan hujan dan teduh yang keduanya tak bisa berjumpa bersama. hehe..Saya suka bahasanya. puitis.

Oke itu saja ya, sebenarnya masih banyak lagi yang lainnya, seperti 99 Cahaya di Langit Eropa, Rectoverso, Surat Kecil untuk Tuhan, dll...hehe..lebih ke novel sih kalau saya.

Buku yang lain seperti buku pelajaran atau kuliah sebenarnya menginspirasi juga. Tapi tidak bisa berlama-lama membacanya karena pasti akan bosan dan mengantuk dan lelah mata saya. ahhaa

Udah dulu ya ceritanya. dadaaaa

Kamis, 18 Juni 2015

#30HariMenulis H18 - Perjalanan yang Berkesan

#30HariMenulis H18 - Perjalanan yang Berkesan

Perjalanan yang berkesan adalah perjalanan yang membuat hati, mata, dan seluruh jiwa ikut merasakan perjalanan itu. Menurut saya, perjalanan paling berkesan adalah perjalanan setiap hari menuju ke kantor. Entah kenapa saya merasa banyak sekali hal-hal yang dapat saya ambil hikmahnya dari perjalanan itu. Mungkin hanya melihat, mungkin hanya mendengar, tapi rasanya sungguh luar biasa.

Rutinitas yang saya jalani selama hampir 3 tahun ini benar-benar membuat saya membuka mata, telinga, dan hati. Setiap hari saya selalu berkumpul dengan deru mesin motor, membelah jalanan aspal, dan melihat sekitar yang sungguh sangat padat. Orang-orang berbondong-bondong pergi mencari sesuap nasi. Ada yang naik motor, ada yang naik angkot. Semuanya seperti dikejar oleh waktu.

Sama halnya dengan saya. Saya harus mempercepat laju motor jika tidak ingin terlambat masuk kantor. Rutinitas yang membuat saya harus meninggalkan buah hati saya. Menitipkannya kepada orang lain yang saya percaya untuk dijaga. Bukan sebuah hal yang mudah bagi saya sebenarnya membagi hati dan membagi waktu untuk keluarga. Manajemen waktu harus tetap oke.

Jalanan yang padat membuat saya melihat-lihat. Banyak sekali orang yang berjihad di pagi hari. Petugas kebersihan, Pelayan toko, Pedagang keliling. Ah..mereka sungguh sangat istiqomah menjalani hari-hari mereka tanpa keluh. Padahal, banyak sekali orang yang enggan untuk sekedar berusaha. Banyak sekali orang yang malas untuk mencari. Hanya menengadahkan tangan di jalan, menunggu iba dan koin-koin yang terjatuh dari jalan.

Pernah suatu ketika saya melihat kejadian yang sangat mengiris mata. Seekor kucing yang seringkali tinggal kulit. Tertabrak motor dan akhirnya terlindas oleh roda mobil dan motor. Tanpa tulang, tanpa darah, dan tinggal kulit yang menempel di aspal. Sungguh miris. Terkadang jalanan itu sungguh kejam terhadap para kucing yang sedang menyeberang. Ada lagi peristiwa ketika saya harus melihat kecelakaan di depan mata. Satu kata. Tragis.

Perjalanan menuju kantor sungguh sangat berkesan. Karena sebelum saya berangkat kantor, saya pasti akan mendapat beberapa ciuman dari suami saya #ups yang bener perhatian dari keluarga saya. Setelah itu saya pasti sudah menyetel motor saya di kecepatan yang tertinggi. Ya, itulah saya. Saya paling anti dengan 'lambat'. Saya tidak suka naik motor pelan-pelan. Karena apa? seperti naik sepeda saja kalau naiknya pelan kan?

Jalanan yang saya lewati pun menyuguhkan bermacam-macam pemandangan yang menarik. Yang sering saya perhatikan adalah penjual bubur di daerah gayungsari. Penjual bubur ayam brebes ini sangat enak sekali dan sangat murah. Penjual bubur ini menjual bubur bersama dengan penjual susu sapi STMJ. Saya juga sering berhenti dan mampir untuk membeli bubur ayam ini. Harganya cuma Rp 6.000,- susu sapinya cuma Rp 5.000,- Harga yang cukup terjangkau untuk kantong seorang karyawan seperti saya.

Saya juga sering melihat penjual susu sapi mentah 1L Rp 8.000 di daerah sekitar Jemursari. Beberapa kali saya juga pernah membeli susu sapi itu. Enak sih memang. Tapi harganya tergolong lumayan menurut saya. Yang paling saya suka adalah saya selalu lewat pasar Menur. Teman-teman tau kenapa? karena di pasar itu saya sering melihat-lihat dan mencuci mata dengan sayur dan buah segar. Ikan yang menggoda selera, dsb.

Perjalanan yang melelahkan sebenarnya karena menempuh jarak 18km dari rumah. Dengan waktu tempuh paling cepat 1/2 jam dan paling lama 1 jam. Perjalanan yang membuat saya khawatir dengan kondisi badan saya sendiri. Apalagi sekarang lagi puasa. Huft...pasti membutuhkan tenaga yang tidak ringan untuk melewatinya.

Rabu, 17 Juni 2015

#30HariMenulis H17 - Perempuanku

#30hariMenulis H17 - Perempuanku

Aku menghisap batang itu dalam-dalam. Menghempaskannya jauh menembus ingatan 10 tahun lalu. Saat-saat dimana aku masih bisa terbebas dari tuhan 9 cm ini. Saat-saat dimana aku masih bisa melihat senyumnya dan tidak terjatuh di lubang yang paling dalam seperti ini.

Aku terjatuh dan tak bisa bangkit lagi
Aku tenggelam dalam lautan luka dalam
Aku tersesat dan tak tau arah jalan pulang
Aku tanpaMu 
butiran debu

Musik itu terdengar begitu kencang menabuh kesadaranku. Jauh. Lamat-lamat mendobrak pertahanan kesabaranku selama bertahun-tahun. Ternyata aku belum cukup mengetahui apa dan bagaimana yang harus dilakukan.

Kenangan ini membawaku pada nama Dewi. Sosok yang begitu familiar di ruang hatiku. Menemani kesendirianku selama ini. Aku yang selama ini dikenal sebagai sosok yang pendiam mendadak berubah menjadi sosok yang romantis. Karena Dewi.

Kekaguman pada kelembutan dan kecerdasannya membuatku mencintai Dewi. Lantas aku sedikitpun tidak berani bicara apalagi menatap matanya. Aku hanya bisa berbicara padanya dalam hati. Jelas saja dia tak mengetahui.

Dan semua harapan untuk memilikinya perlahan musnah ketika suatu hari kudapatkan undangan pernikahannya. Dewi Susanti akan menikah dengan Arya Kusuma. Hidup ini terlampau rumit untuk sekedar dimengerti.

Dan kini kulihat diriku sendiri. Hanya bisa menatap hatiku yang mulai kosong. Dan aku mengisinya dengan hembusan tuhan 9cm setiap waktu.

-mendadak blank-




Selasa, 16 Juni 2015

#30HariMenulis H16 - Tentang Warna

#30hariMenulis H16 - Tentang warna


-Putih-

Serupa ketulusan mungkin warna putih itu. Putih biasanya sering terlihat di upacara-upacara yang sakral. Yang membutuhkan keseriusan. Saya dulu menggunakan warna putih sewaktu akad nikah. Bagi saya, warna putih itu lebih dari sekedar makna suci, bersih, tulus, lembut. Putih itu memancarkan keberanian juga. Keberanian untuk memutuskan cinta sejati. Cinta kepada Ilahi.

Mukena saya juga warna putih, walaupun banyak sekarang yang jual warna-warna lain. Tapi tetap, warna putih adalah warna yang istimewa. Naik hajipun, warna pakaian ihramnya juga putih. Sungguh istimewa bukan warna putih itu. Istimewa sekali sampai ketika kita mati, hanya warna itulah yang melekat pada tubuh kita.

Lantas masihkah kita enggan untuk memutihkan hati kita jika sejatinya kita benar-benar harus putih? Ini pertanyaan juga untuk saya. Terkadang dalam hidup kita sering terbiasa untuk menjual warna putih ini. Kejujuran yang tergadaikan. Sampai-sampai warna putih harus beralih ke warna lain.

-Abu-

Warna ini adalah warna antara. Warna antara putih dan hitam. Tidak jelas. Warna yang menandakan keraguan. Saya tidak begitu suka dengan warna ini. Entahlah karena apa. Apa mungkin karena Abu-abu itu seperti tidak punya pendirian. Mungkin.

Abu-abu itu identik dengan pertanyaan yang masih menunggu jawaban. Realita yang masih saja disembunyikan. Entah sampai kapan. Mungkin waktu akan menjawab semuanya. Abu-abu itu warna terasing menurutku. Warna yang berarti sebuh keengganan. Enggan untuk mencari fakta, enggan untuk mencari kejelasan. Enggan untuk berubah menjadi baik atau buruk. berada di tengah-tengah dan membingungkan.

-Hitam-

Hitam itu identik dengan kejahatan. Kejahatan dan kesedihan. Apa memang karena hitam itu lebih cenderung menyatu pada kegelapan, kesunyian, dendam dsb.

Seperti awan hitam yang akan melahirkan hujan yang sangat deras. Seperti itu juga mungkin warna ini mendefinisikan dirinya yang seolah tersembunyi lantas ketika ia keluar ia bisa bersikap lain dari seharusnya.

Hitam itu terkadang menjatuhkanku ke dalam lubang yang sangat dalam. Hati yang mulai mengeras dan ah..entahlah. Aku benci warna hitam. Hitam itu warna yang paling dijauhi sama wanita..hihihi. Ogah kali ya, punya kulit warna hitam.


Senin, 15 Juni 2015

#30HariMenulis H15 - Tema Bebas 'OBSERVING'

#30HariMenulis H15 - Tema Bebas jadi aku pilih "OBSERVING"

bismillah...kali ini aku berselingkuh lagi. tak kuhiraukan file proposal tesis yang masih berantakan dalam otak. aku ingin menulis kali ini. terserah tanganku menulis apa pada keyboard di netbookku ini. yang jelas, aku ingin menulis titik.

tadi sore aku melihat seseorang terduduk muram, ada kerutan di dahinya. seperti sedang berpikir sesuatu. berkali-kali ia mengambil tisu, membuang ingus. lalu datanglah temannya membawakan secangkir teh hangat, tidak diminta sepertinya. tapi, temannya tadi begitu mengerti bahwa memang teh hangatlah yang bisa menghangatkan perasaannya yang dingin kala itu.

ada lagi, menyusuri memoriku yang telah usang. ketika itu, ada undangan syuro. biasalah, syuro menjelang maghrib, membicarakan sesuatu hal untuk kemaslahatan semuanya. dan..lagi-lagi, kulihat seorang akhwat di dapur. membuat agar-agar dan kue. kuperhatikan ia, ada ketulusan terpancar di wajahnya. kuikuti setiap langkah kakinya pergi, membawa sekotak agar-agar dan beberapa potong kue. lalu ia memasuki sebuah mushola, membenarkan letak sepatu sandalnya. lalu selepas syuro, ia bagikan agar-agar dan potongan kue tadi sebagai ifthar untuk teman-temannya.sepertinya tidak ada yang menyuruh, tapi rasa pengertiannya dan sayangnya kepada teman-temannya membuatnya berbuat seperti itu.

beberapa kejadian lagi, kuperhatikan ia. bolak-balik dengan sepeda motor. ke warung makan, lalu ke toko, membawa 10 aqua kecil. lalu balik lagi ke warung makan. 10 kardus menanti untuk dibawa. kulihat ia bingung. ada sedikit kepanikan di wajahnya. lalu dengan sigap ia mengambil HPnya, kupikir ia, sedang mencari bantuan. tapi yang diharapkan sepertinya tak kunjung datang. langit mendung, kalau ia tak segera pergi pasti ia akan kehujanan. lalu, sungguh aku heran, ia mengambil 10 kardus itu. membawanya sendiri. 5 kardus di sebelah kiri, 5 kardus di sebelah kanan. di tengah-tengah ada 10 aqua. sungguh tak kubayangkan bagaimana ia membawanya. hati-hati ia membawa semuanya. lalu kulihat ia berlari, seperti sedang berlomba siapa yang lebih cepat. apakah ia, ataukah hujan yang akan lebih cepat datang ke tempat tujuan. dan ternyata ia datang lebih dulu. eitz, tapi ia harus naik tangga sampai lantai 3.tak sempat kuhitung berapa anak tangga yang ia lewati tadi, tapi kulihat ia sedikit kesusahan membawanya. nafasnya memburu. tapi, yah, akhirnya ia sampai. membawa makanan itu ke kelas.

ternyata aku tau, makanan itu untuk teman-temannya. tak ada yang menyuruh sebenarnya untuk membawa itu semua. tapi perasaan sayangnya kepada teman-temannya-lah yang membuatnya melakukan seperti itu. pengertian. ya, satu kata itu yang membuat manusia memperhatikan dengan tulus..

kau tau apa itu pengertian. pengertian adalah saat kita sedih, dan tiba-tiba tanpa kita sadari ada yang menghibur kita, memberi kita SMS lucu, membuat kita tersenyum

pengertian adalah saat dimana kamu sendiri, membutuhkan. dan tiba-tiba ia datang, menemani tanpa kau minta

pengertian adalah saat kau kebingungan, dan dia tiba-tiba datang, menenangkan.

pengertian dekat kepada perhatian, dekat kepada kasih sayang, dan sangat dekat pada ketulusan

pernahkah ada seseorang yang mengerti kamu?

kalau pernah, jangan pernah mengecewakannya, karena ia adalah satu-satunya orang yang mencoba untuk memperhatikan dirimu. menyayangimu, memperhatikanmu dengan tulus, tanpa pernah menunggu engkau meminta sesuatu, ia dengan siaga kan setia di sampingmu..