Jumat, 26 Juni 2015

#30HariMenulis H26 - Keputusan Terbesarku

#30HariMenulis H26 - Keputusan Terbesarku

1. G e t   M a r r i e d
Keputusan terbesarku adalah memutuskan untuk melepas statusku sebagai anak gadis. Ya, menikah adalah keputusan terbesar dalam hidupku yang hampir mengubah 180 derajat keadaan jiwa dan hidupku. Kamu tau kenapa? Karena pernikahanku kutempuh tanpa proses pacaran atau mengenal lebih lama dengan pasangan.

Aku hanya tau dari biodatanya dan fotonya yang dia kirimkan kepadaku beberapa tahun yang lalu. Aku menyerahkan semuanya kepada Allah. Berharap semuanya akan diberikan keberkahan, berharap semoga pernikahanku benar-benar jalan menuju Ridhonya. Berharap dapat menyempurnakan agama.

Dan memang perjalanan itu sangatlah panjang. Dari proses tidak begitu mengenal, ke proses mengenal, sampai ke proses mengetahui bahwa ternyata kita merupakan pribadi yang sangat bertolak belakang, merupakan hal yang tak bisa aku lupakan sama sekali dalam hidupku.

Hidup ini memang tidak semudah membalikkan telapak tangan. Ada sesuatu hal yang harus kita pikirkan, ada hal pula yang perlu kita pertimbangkan. Di awal pernikahan, tentu saja terdapat batu kecil sandungan. Pasti goyah jiwa ini, tapi meyakini bahwasanya ujian tidak lepas dari izin Allah adalah salah satu kekuatan bahwa aku akan bisa melewati ini semua. Allah tidak akan memberikan aku ujian yang aku tidak bisa melewatinya. Saat itu aku yakin, aku bisa melewatinya dengan sabar dan kuat. Semua keluargapun mendukungku. And Finally I could through it.

Waktu memang akan mengajarkan kita tentang pelajaran yang berharga. Tentang kehidupan yang memang tidak sempurna, tapi Dia menciptakan kita begitu sempurna. Kita dilengkapi dengan akal, pikiran, jiwa, dan hati. Potensi yang ada pada diri kita itulah yang harus kita manfaatkan.

Setelah waktu berjalan, akhirnya, aku benar-benar faham. Bahwa menikah berarti menerima. Menerima seutuhnya pasangan kita. Tanpa menuntut sama sekali. Tanpa ingin mengubahnya sesuai keinginan kita. Aku belajar mencintai, mencintai tanpa henti dari hari ke hari. Keputusan yang berat namun sekarang terasa begitu ringan. Aku mulai menikmati peranku sebagai seorang istri. Sebagai seorang istri. Walau memang masih perlu banyak belajar untuk lebih baik lagi.

Menikah mengajarkanku arti hidup yang sangat luas. Sangat luasnya sampai aku tidak cukup waktu untuk mendefinisikan perasaan dari hari ke hari. Dari hari awal pernikahan, pertengahan pernikahan, dan akhir pernikahan. Aku merasa Allah begitu menyayangiku, mengirimkan dia sebagai pasangan hidupku. Ya, kita saling melengkapi. Benar-benar melengkapi.

Aku mulai merasakan perhatiannya, pijatannya yang lembut di telapak kakiku. 'sapaan pagi hari' sebelum berangkat kantor yang tak pernah absen mampir di bibirku. Ah, hidup ini terlampau indah untuk kita sia-siakan.

Yang jelas, keputusan apapun yang ada dalam hidupmu, yakinlah bahwa ketika keputusan itu sangat sulit, maka Allah akan membantuMu untuk meringankannya. Membuat engkau bisa melewatinya dengan mudah. Semoga Allah memberikan kita kekuatan untuk terus berjuang dan berusaha lebih baik lagi dari hari ke hari.

Aamiin.

2. G e t   a   J o b
Aku termasuk orang yang sangat idealis dan keras kepala. Tetapi sifatku itu begitu luntur ketika aku bingung mencari pekerjaan yang cocok untukku. Aku menjadi orang yang tidak mudah mendapatkan pekerjaan karena aku pilih-pilih kerja. 3 tahun aku menunggu pekerjaan yang cocok untukku, sampai aku harus meneruskan kuliah S2 untuk lebih bisa mengupgrade diriku. Ternyata, pekerjaan yang aku geluti hingga saat ini adalah pekerjaan yang sangat tidak sesuai dengan cita-citaku. Aku tetap realistis, meski aku tidak akan meninggalkan keidealisanku. Aku tidak akan menyerah mengejar cita-citaku.

Suatu saat nanti aku akan mengajukan resign dari perusahaan yang sekarang aku tempati. Aku tidak akan menyerah pada keadaan yang menginjak-injak harga diriku. Kau tau kenapa? Aku merasa tidak dihargai berada disini. Ini bukan tempat terbaik dan tempat yang berkah buatku. Aku harus tetap berjuang untuk mendapatkan yang terbaik. Aku percaya suatu saat nanti aku akan bisa melewati masa kritisku disini. Masa tidak dianggap. Masa dicampakkan dan diasingkan. Masa tidak pernah diperhatikan. Ah, aku tidak begitu mengambil hati bekerja disini. Aku hanya berusaha memberikan yang terbaik dari apa yang bisa kulakukan. Dan ketika semua itu dinilai buruk oleh perusahaan, aku hanya bisa menerimanya. Memangnya kau bisa mengubah apa yang orang lain nilai terhadapmu? Biarkan saja dia menilaimu sesuka hatinya. Dia tidak benar-benar mengetahui betapa berharganya kamu. Lantas, ketika kamu sudah tidak ada, mereka akan merasakan bahwa tanpamu, tim kerjamu tidak akan bisa berjalan dengan sempurna.

Dalam suatu pekerjaan, tidak ada pekerjaan yang lebih penting dari pekerjaan yang lain. Semua pekerjaan itu penting, semua posisi itu penting, dan ketika melihat atasanmu itu pilih kasih, ah..itu tidak penting. forget it!!!

Tidak peduli seberapa kecewanya kamu terhadap kondisi kerja, tetaplah berusaha yang terbaik. Tanpa berusaha meminta penilaian baik dari perusahaan. Allah tau, kau sudah berusaha yang terbaik. Biar Allah saja yang menilai hal yang sebenarnya kau lakukan.



Kamis, 25 Juni 2015

#30HariMenulis H25 - Satu..Dua..12

#30HariMenulis H25 - Satu..Dua..12

Satu..Dua..12

1. Kita pernah berhenti di angka ini. Angka 1 dan angka 2. Kita berdua pernah bersenyawa dengan dua angka ini. Kau mengucap akad, dan aku mendengarkannya. Betapa waktu itu perjalanan terasa begitu cepat melesat. Perjalanan yang mengajarkan kita tentang cinta.

Dulu kita benar-benar tak saling mengenal satu sama lain. Aku dan kau terasa begitu asing. Tidak seperti saat ini ketika aku sudah terbiasa dengan pijatanmu di telapak kakiku. Tidak juga seperti saat ini ketika kurasakan perhatianmu begitu nyata terhadapku.

Dulu kau begitu sulit kutebak. Dan perlahan asaku mulai retak. Aku bosan lama-lama diam dan tak bersuara. Aku juga bosan selalu menunggumu menampakkan wajah lelah sepulang mencari nafkah. Tapi itu dulu, sayang. Saat kita masih sama-sama mencari cahaya masing-masing. Cahaya untuk menerangi hari kita. Cahaya untuk mencinta.

Maka hari ini kukatakan dengan indah, aku mencintaimu, imamku. Dan akan selalu mencintaimu, karena Allah. Semoga Allah selalu menganugerahkan keberkahannya kepada keluarga kita.

2. Jujur, aku punya masa lalu. Begitu juga kamu. Kau mengetahui masa laluku, begitu juga denganku. Kita berdua pernah terjatuh di lubang yang paling dalam. Hampir terjerembab dalam kehancuran. Tapi Allah berada di tengah kita. Meraih kita lebih dekat denganNya. Alhamdulillah segala masalah tlah kita lewati. Allah memberikan kita ujian yang cukup berat di awal perjalanan. Akan tetapi, Allah juga memberikan kita solusi yang begitu indah pada setiap kehidupan. Tetaplah di sini. Di sampingku. Selalu.

Rabu, 24 Juni 2015

#30HariMenulis H24 - Kimia

#30HariMenulis H24 - Kimia

Dulu waktu SMA saya paling suka pelajaran eksakta. Salah satunya Kimia. Sebenarnya pelajaran yang saya suka adalah Bahasa, hehe. Bahasa Indonesia. Lebih tepatnya pelajaran yang menantang kita untuk membuka wawasan lebih dalam lagi. Kimia, Fisika, Matematika saya suka. Saya suka semuanya. Ah jadi bingung ini. (paragraf ini membingungkan :) )

Saya suka kimia karena dulu pelajaran ini menantang banget. Harus tau rumusnya, harus hafal ini itu. Hehe. Tapi saya suka. Saya paling suka menggabung-gabungkan bahan kimia, haha. Entah jadi apa ini, entah jadi apa itu. Sesuatu hal yang baru yang sangat saya kagumi sebenarnya.

Tapi entah kenapa saya jadi tersesat ke jurusan ekonomi pembangunan. hehe. Yang mewarisi keinginan saya di jurusan kimia adalah adek saya. Good Luck ya sis..



Selasa, 23 Juni 2015

#30HariMenulis H23 - Tetap setia

#30HariMenulis H23 - Tetap setia

Dari dulu sampai sekarang, saya bukanlah orang yang selalu ingin update tentang teknologi. Pas lagi rame-ramenya booming HP blackberry, saya dengan santainya tetap dengan HP jadul saya samsung Galaxy Young. Semua orang ramai-ramai BBMan, saya mah ngga punya BBM juga ngga apa-apa. Paling-paling cuma pakai whatsapp saja. Teman-teman kerja pada pake BBM, saya juga ngga berubah ngga berpaling dari samsung saya untuk beralih ke handphone lain.

Bahkan sekarang samsung galaxy young sudah bisa akses aplikasinya ke BBM. Tapi entah kenapa saya tetap tidak bisa 100% menggunakan BBM. Bagaimana bisa pakai BBM kalau sekalinya saya aktifin, memori jadi menipis dan sudah ngga cukup lagi.

Pengen sekalinya nyobain HP yang lagi booming, semisal smartfren, iphone, asus, dll. Tapi pasti ngga akan bertahan lama. Pernah beberapa bulan yang lalu saya belikan suami saya HP Asus. Belum ada 1 bulan sudah rusak LCDnya. Diperbaiki habis Rp 800.000,. Selesai diperbaiki malah hilang di bis waktu jemput saya dari Lasem. Aaaah, memang bukan takdirnya punya HP yang canggih. Mungkin saya dan suami memang sama-sama ditakdirkan untuk qonaah dengan yang ada sekarang. Suami saya dengan galaxy fit jadulnya yang merupakan warisan dari kakaknya. Dan saya sendiri dengan galaxy young yang saya beli beberapa saat sebelum saya kuliah S2.
Samsung Galaxy Young saya

Samsung Galaxy Fitnya Misua

Ada banyak hal yang membuat kita termasuk dalam tipe setia terhadap teknologi, hehe :

1. Malas memindah data
Ini salah satu alasan yang cukup tokcer sepertinya. HP bagi saya adalah aplikasi berjalan. Di dalamnya pasti terdapat begitu banyak aplikasi yang menarik. Inilah yang membuat saya malas untuk mengganti HP ke HP baru karena saya harus memindah data. Dan kebanyakan datanya tidak bisa dipindah, semisal privat diary gitu. Gimana cara mindahin ke HP baru coba?

2. Sayang uangnya
Haha...daripada buat berburu handphone atau teknologi lainnya yang lagi booming, mendingan uangnya ditabung buat pendidikan anak. Toh, sebenarnya yang utama dari mempunyai handphone itu adalah SMS sama telepon. Tapi sekarang ini handphone malah menjadikan "yang dekat jadi jauh,yang jauh jadi dekat".

3. Ngga mau diduain
Malas ngga sih kalau handphone lebih menarik daripada kita. Misalnya ni ya, kita lagi bicara atau ngobrol sama pasangan kita. Trus mereka malah dengan asiknya berduaan sama handphonenya. Entah chattingan sama yang lainlah, entah browsinglah, entah lagi ngliat2 yang lainlah. Saya sih paling malas dan anti banget jika harus mengalah sama handphone. Masa iya, lebih menarikkan handphone daripada saya. Masa iya handphone sering disentuh dan dibelai, sementara kita jadi jablay, haha.

That's the point. Intinya kita tetap berusaha untuk setia sama HP yang lama. Walaupun udah sering nge-hang. Baterai sering hamil ngga lahir2, hehe. Tapi tetap aja, yang dipegang tetap yang pertama.

Jadi guys, cobalah untuk setia pada satu barang aja ya..hehe


Senin, 22 Juni 2015

#30HariMenulis H22 - Habibie

#30HariMenulis H22 - Habibie

Dia adalah BJ Habibie. mengenai dia ini nih biografinya



Presiden Indonesia ke-3
Masa jabatan : 21 Mei 1998 – 20 Oktober 1999
Wakil Presiden Indonesia ke-7
Masa jabatan : 11 Maret 1998 – 21 Mei 1998
Menteri Riset dan Teknologi RI ke-1
Masa jabatan : 29 Maret 1978 – 16 Maret 1998
Nama Lengkap : Prof.DR.Ing.H.Bacharuddin Jusuf Habibie
Nama Lain : BJ. Habibie
Tanggal Lahir : Kamis, 25 Juni 1936
Tempat Lahir : Parepare, Sul-Sel, Indonesia
Zodiac : Cancer
Hobby : Membaca
Kebangsaan : Indonesia, Jerman (Kehormatan)
Pasangan : Hasri Ainun Habibie
Anak : Ilham Akbar, Thareq Kemal
Orang Tua :  Alwi Abdul Jalil Habibie (Ayah) dan R. A. Tuti Marini Puspowardojo (Ibu)
Tempat Kuliah : Institut Teknologi Bandung, Rhenisch Wesfalische Tehnische Hochscule (Jerman)
Profesi : Insinyur
Agama : Islam


Sekarang ini banyak orang yang ingin mengerti lebih dalam mengenai BJ. Habibie. Hal tersebut dikarenakan pria yang satu ini memang memiliki banyak prestasi yang membanggakan. Dalamprofil dan biografi BJ. Habibie disebutkan pria ini dilahirkan pada tahun 1936, tepatnya pada bulan Juni tanggal 25. Sekarang ini pria ini masih aktif dalam berbagai seminar dan menjadi salah satu orang yang paling membanggakan negeri ini. Dalam sejarah, biografi tokoh BJ. Habibie disebutkan pada tahun 1998 pria ini resmi menggantikan Presiden SoehartoSoeharto mundur karena banyak sekali tekanan yang berujung pada kerusuhan tahun 1998.
Sebelum menjadi presiden, dalam profil dan biografi BJ. Habibie disebutkan jika pria ini pernah menjadi wakil presiden dan juga menteri. Akan tetapi, ada banyak sekali pekerjaan lain yang pernah dilakukan pria ini. Dalam biografi Habibie yang singkat disebutkan, pria ini pernah menjadi orang yang penting dalam dunia penerbangan. Ada banyak sekali hak paten yang dimiliki pria ini dalam dunia penerbangan. Namun pada saat menjadi presiden, dia pernah melakukan keputusan yang kontroversial dimana membuat Timor Timur lepas dari pangkuan Indonesia.
Dalam profil dan biografi BJ. Habibie juga disebutkan jika pria ini menempuh pendidikan tinggi di ITB dan setelah itu melanjutkan pendidikan di Jerman. Pada saat menempuh pendidikan, banyak sekali prestasi yang dihasilkan. Dengan melihat semua prestasi yang dilakukan tersebut membuat presiden Soeharto menjadikan pria ini sebagai salah satu anak bangsa yang paling disayang. Puncak dari kedekatan antara Soeharto dengan Habibie terjadi pada tahun 1978, dimana pada saat itu dia diangkat menjadi menteri.
Salah satu prestasi paling besar yang dimiliki oleh pria ini adalah menjadikan Indonesia menjadi salah satu negara produsen pesawat terbang. Bahkan sekarang ini masih banyak negara yang mau untuk membeli pesawat buatan Indonesia. Dalam profil dan biografi BJ. Habibie memang disebutkan jika dia adalah salah satu pioner dalam dunia penerbangan yang ada di Indonesia. Sekarang ini Habibie masih selalu membuat desain pesawat terbaru yang akan membuat dunia kagum.

   Pendidikan BJ Habibie   

  • S3: Rhenisch Wesfalische Tehnische Hochscule – Jerman
  • S2: Rhenisch Wesfalische Tehnische Hochscule – Jerman
  • S1: Teknik Mesin Institut Teknologi Bandung (ITB)

   Karier BJ Habibie   

  • Presiden Republik Indonesia (1998 - 1999)
  • Wakil Presiden Republik Indonesia (1998)
  • Vice President dan Direktur Teknologi di MBB
  • Kepala Penelitian dan Pengembangan pada Analisis Struktrur Pesawat Terbang MBB
  • Kepala Divisi Metode dan Teknologi pada industri pesawat terbang komersial dan militer di MBB
  • Direktur Utama PT. Industri Pesawat Terbang Nusantara (1976 - 1998)
  • Menteri Riset dan Teknologi RI (1978 - 1998)
  • Ketua Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi
  • Direktur Utama PT. PAL Indonesia, Persero (1978 - 1998)
  • Ketua Otorita Pengembangan Daerah Industri Pulau Batam (1978 - 1998)
  • Ketua Tim Pengembangan Industri Pertahanan Keamanan - Keppres No. 40, 1980 (1980 - 1998)
  • Direktur Utama, PT Pindad Persero (1983 - 1998)
  • Wakil Ketua Dewan Pembina Industri Strategis (1988 - 1998)
  • Ketua Badan Pengelola Industri Strategis( 1989 - 1998)
  • Ketua Ikatan Cendekiawan Muslim se-lndonesia (1990 - 1998)
  • Koordinator Presidium Harian, Dewan Pembina Golkar (1993)

   Karya BJ. Habibie   

  • VTOL ( Vertical Take Off & Landing ) Pesawat Angkut DO-31.
  • Pesawat Angkut Militer TRANSALL C-130.
  • Hansa Jet 320 ( Pesawat Eksekutif ).
  • Airbus A-300 ( untuk 300 penumpang )
  • CN - 235
  • N-250
  • Helikopter BO-105.
  • Multi Role Combat Aircraft (MRCA).
  • Beberapa proyek rudal dan satelit.

   Penghargaan BJ Habibie   

  • Award von Karman dan Edward Warner Award
  • Ganesha Praja Manggala Bhakti Kencana
*nyontek biografinya disini


Minggu, 21 Juni 2015

#30HariMenulis H21 - Jika aku...

#30HariMenulis H21 - Jika aku...

Jika aku tidak beraktivitas seperti sekarang ini. Jika aku tidak mempunyai rutinitas seperti sekarang ini, mungkin sekarang aku telah menjadi penulis terkenal, hehe. Mungkin sekarang aku sudah punya warung makan. Jika aku tidak berkutat dan tidak menjadi budak atas waktuku sendiri, mungkin aku bisa menjadi manager atas diriku sendiri.

Membuka usaha sendiri. Mengembangkan bakat dan hobi yang ada. Membaca, menulis, dan memasak. Bercengkrama dengan buah hati. Selama ini aku terpenjara atas waktuku sendiri. Aku menggadaikan masa depan anakku dengan menjadi buruh di sebuah perusahaan cina. Ah, miris sekali bukan.

Ingin keluar dari sini. Tapi aku tidak ada pilihan lain, selain bertahan dan menunggu pekerjaan yang tepat mengetuk kehidupanku.

Jika aku tidak disini, pasti aku sudah mengajar di sebuah universitas, entah negeri maupun swasta. PASTI. Ini mimpiku. dan tak kubiarkan seorangpun mengambil mimpiku. Aku seorang pemenang atas diriku sendiri. Tidak akan ada yang bisa mengatur kehidupanku selain aku sendiri.

Jika aku tidak disini, mungkin aku sudah sukses. Bahkan jika aku tidak mempunyai kehidupanku sekarang, mungkin aku telah bebas. Haha..bisa jalan-jalan kemana saja, travelling keliling dunia, renang, naik gunung, menyelam. segala sesuatu hal yang menantang akan kulakukan. Tapi........ternyata tulisan ini hanya "JIKA"

Sabtu, 20 Juni 2015

#30HariMenulis H20 - Sketsa Lirih Langit

Jika kau ingin belajar bagaimana harus bersifat lapang ketika ujian datang,belajarlah pada langit...

Dan ini adalah beberapa sketsa lirih dari alam untuk langit--


"dear,langit..menghiasimu walau hanya sementara waktu cukup meyakinkanku. Bahwa engkau kan selalu jadi yang terindah dengan atau tanpa adanya aku"(sketsa lirih pelangi pada langit)

"hai langit,taukah kamu, aku selalu memperhatikanmu. Walau tidak sepenuh waktu. Aku memperhatikan dan menjagamu dengan cahayaku. Kelak, kau kan tau seberapa besar peduliku padamu. Lantas,takkan kubiarkan kau terhampar dengan warna kesedihan. Kan kupancarkan selalu cahaya kebahagiaan. Percayalah, baik siang maupun malam."(sketsa lirih mentari pada langit)

"salam,langit..membersamaimu di antara biru semakin menyadarkanku bahwa kesabaran akan mengiringi kelapangan. Seperti biru dan putih, yang bersatu dalam lirih adalah bukti bahwa kau dan aku adalah selaras, sewarna, dan seirama."(sketsa lirih awan pada langit)

"menyentuh luasnya duniamu adalah kebutuhan naluriku. Membuatmu bergerak dan menari indah bersamaku adalah petak demi petak mimpi pencapaian rinduku. Jarak takkan bisa menghalangi doa dari semilirku untukmu. Dan waktu akan membuat kita sepenuhnya bercumbu menciptakan lazuardi indah sepanjang kalbu."(sketsa lirih angin pada langit)

-khalifa rafa azzahra-
"dan musim kemarau itu ada di bibirmu,bumi. Kutau, engkau menanti hujan dari sepasang mata langit"




"Satu persatu hatif bertemu dengan angin. Mencipta cerita menjadi sebuah ingin. Aku terkesima, lalu dengan barisan ketiga langit melukis asa dari sisa sketsa fiktif menjadi sesuatu yang nyata. Jika engkau memiliki 'ingin', bariskan ia,, seperti awan yang merapikan ingin pada angan." (sketsa lirih awan untuk langit)

"Tidak semudah pena yang menuliskan kata. Tidak pula semudah suara yang menjadikan kata. Walau terkadang sejenak, tapi itulah jejak yang selamanya tetap ada. Di hati yang tenang dan merindukan warna."(sketsa lirih pelangi untuk langit)

"Yang tertulis bukan semata mesti terlukis. Yang tersimpanpun bukan pula hanya kenangan. Adalah harapan, yang menjadikan senja selalu dinanti dengan ronanya yang menaungi hati. Seperti pula candamu. Candamu adalah penutup duka, kunci dari segala sepi yang redup oleh senja. Maka, biarlah ia menjadi sebuah harmoni antara kita."(sketsa lirih senja untuk langit)


-Khalifa Rafa Azzahra-
"dan hati ini bagaikan langit, maka izinkan aku rakit dengan sejuta harapan. Semoga tetap ada celah untuk saling memaafkan. Kembali ke fitri..."

Taqabbalallahu minna waminkum. Shiyamana washiyamakum. selamat idul fitri 1432 H. mohon maaf lahir dan batin
020911
20.42


Sketsa Lirih untuk Langit (Bagian Ketiga)"Berkali-kali aku melihatmu. Titik-titik rindu di kalbu. Membentang di angkasa. Menulis asa. (Sketsa lirih bintang untuk langit)"Manusia terlampau angkuh berjalan di atas bumi. Menjejak tanah yang retak setiap saat tapi amarah selalu dijunjung tinggi. Pantaskah melangit, sementara dari tanahlah kita ada, ke tanahlah pula kita tiada. (Sketsa lirih bumi untuk langit)"Apa arti dari sebuah penghargaan, langit? aku merasa tidak ada artinya sama sekali di hatimu. Aku jarang bersanding denganmu. Akupun jarang terlihat. Aku jarang kau dengar. Aku jarang kau panggil. Aku merasa terasing nun jauh disana. Aku yang pelan-pelan terasing dalam sudut hati yang paling genting. Pelan-pelanpun kau akan terlupa. Entah sengaja atau tidak. Kenangan yang tak bisa kita tebak. (Sketsa lirih angin untuk langit)"Haruskah aku menyerah. Atas semua lelah yang kini mulai menghinggapi hatiku? haruskah aku selalu menunduk dan tak bisa sedikitpun mendongakkan kepalaku menatap ke arahmu, langit. Kini kau tak teraih, dan aku tak ubahnya seperti buih. terombang-ambing di lautan sejarah yang usang. Membuang ingin pelan-pelan, jauh dari harapan, terlampau sulit menerima kenyataan. Kenyataan bahwasanya aku hanyalah gurat-gurat ketidakpastian antara hujan, cerah, ataupun mendung. Aku adalah cuaca yang seribu kali berusaha membaca bagaimana peristiwa dapat mengubah rasa. Tentang asa dan cita-cita. (sketsa lirih cuaca untuk langit)
-Khalifa Rafa Azzahra-Surabaya, 14.56"Jika kau mulai bertanya mengapa semuanya harus terjadi, yakinlah ada "1000 karena" yang membuatmu percaya itu harus terjadi"