Kamis, 21 Juli 2011

TANDA BACA (BAGIAN KESEMBILAN)

"STRIP"   -

Hey, kau tau strip tidak? Baiklah katakanlah ia sebuah tanda hubung...."-"

kadang ingin sekali aku memperpanjang tanda hubung itu. Lalu aku menjadikannya sebuah coretan, coretan dari katakataku yang kurang tepat. Taruhlah hari ini berlangsung begitu cepat. Tanpa kita sadari, kita telah mengisinya dengan beberapa keluhan...

Sadar atau tidak sadar. Memang benar manusia itu tempatnya mengeluh. Innal insana khuliqa halu'a (kalau salah mohon dikoreksi ya). Tapi alangkah lebih benar, jika keluhan itu kita isi dengan syukur. Hamdalah, atas segala lelah yang tercipta indah. Tidak mudah kawan, untuk mencipta sebuah kelelahan yang indah. Karena dengan lelah kita, ternyata akan berakhir dengan senyuman bahagia.

Tidakkah pernah engkau berfikir, keluhan demi keluhan akan menjadikan harimu tampak suram? Karena itu meski lelah, tetaplah tersenyum. Karena kau telah lalui hari dengan amalanamalan yang menghidupkan. Bukankah apapun yang kita lakukan dalam setiap hari hanya mengharapkan ridhoNYA?lantas mengapa juga kita masih menyibukkan diri dengan mengeluh jika tersenyum ternyata dapat mengurangi peluh?

Kembali ke tanda hubung...
Untuk menghindari keluhan kau pun perlu sebuah pijakan. Dan pijakan itu ialah tanda hubung. Sebuah tanda yang menghubungkan akal, pikiran, dan hati serta ruhmu untuk selalu berpikir positif. Menghadapi hari dengan semangat afirmatif.

Sesungguhnya kita semua sudah tau, tapi banyak dari kita yang purapura belum tau. Bagaimana menghubungkan sesuatu supaya tujuan dan harapan berada dalam ketawazunan. Tetap dalam koridor kesuksesan tentu saja.

Jika saja keluhan itu tanpa sadar tercipta, cukup coret ia dengan memperpanjang tanda hubung itu. Lalu perbaiki ia dengan selalu bersyukur dan ikhlas.

Adakah yang perlu kau bubuhkan tanda hubung hari ini?jika ada, mari kita samasama bubuhkan pada kata "semangat-semangat"


-Khalifa rafa azzahra-

TANDA BACA (BAGIAN KEDELAPAN)

"TITIK DUA"

"Ada katakata yang hanya bisa dirasa, tak harus tinta menuliskannya, ataupun suara menjelaskan maknanya.
Ada banyak cerita yang takkan habis begitu gerimis tinta terlepas dari setiap mata pena.
Ada juga airmata yang tumpah, bahkan lebih banyak bermuara daripada hujan yang hanya numpang nampang berkeluh kesah, sekedar bertanya mengapa dari sekian harapan tak ada kesempatan tuk lukiskan perasaan.
Adalah Ia, CINTA.
Yang membuatnya mengucap nyata : maukah kau menikah denganku?"

Titik dua adalah sebuah definisi atau penjabaran dari pernyataan yang terucap. Sekedar mengklasifikasi pernyataan atau kalimat, atau mungkin membuat katakata semakin meluas, meraup begitu banyak katakata hikmat.

Bila saja titik dua itu terlihat jelas di depan mata kita. Tentunya tak perlu ada tanda tanya, ataupun titik yang menyudahi beribu kata menanti jawab atau mengakhiri kalimat.

Hanya ingin mempertegas tandatanda sebelumnya. Seyogyanya akan ada titik dua yang menjadi pelengkap dari definisi pernyataan. Atau jika mungkin tanpa tanda kita sudah saling faham, tak perlu kiranya ada titik dua untuk meyakinkannya. Cukup diam, dan meyakinkan diri akan pilihan hati.

Sudahkan kau mendefinisikannya dengan titik dua?


-Khalifa rafa azzahra-
06.50
190711

Rabu, 13 Juli 2011

Tanda Baca (Bagian Ketujuh)

"KURUNG BUKA KURUNG TUTUP"

(  )
Di dalam hidup ini ada hal-hal yang harus kita buka, tentunya juga ada hal-hal yang kita harus tutupi. Termasuk sebuah privasi. Adalah suatu hal yang tak boleh sembarangan kita umbar. Tentang aib seseorang maupun tentang rahasia kawan.

Jika setiap masalah itu mudah didefinisikan, maka tidak akan perlu kepuasan ketika memecahkannya. Bukankah setiap kesulitan yang dapat kita selesaikan walaupun dengan kelelahan itu mengundang kepuasan? dan tentu saja kepuasan itu hakikatnya hanya untuk kita. takkan ada orang lain yang melihatnya. Karena sejatinya hanya diri kita yang dapat melihat dan menilai seberapa bahagia kita, seberapa puaskah kita, seberapa berartinya kah kita. Di mata orang lain tentu saja.

Kepuasan, kebahagiaan, dan hakikat dari kehidupan yang tak bisa langsung dilihat oleh mata, didengar oleh telinga, dirasakan oleh lidah, maupun diraba oleh kulit sebenarnya adalah hal yang MAMPU kita rasakan. Dengan HATI.

Kurung buka dan kurung tutup ini-pun hanya kita yang mampu mendefinisikannya. Untuk siapakah sebenarnya kepuasan, kebahagiaan, dan segala kesuksesan yang sudah kita raih. Nantinya, perlihatkan kurung buka dan kurung tutup ini untuk orang-orang terkasih kita. Yang selalu mendoakan kita, dan tentu saja seseorang yang selalu menunggu kita di titik akhir kesuksesan dengan senyuman.


_Khalifa Rafa Azzahra_

Tanda Baca (Bagian Keenam)

"SPASI"

Ada sesuatu hal yang tak bisa kita lihat. tapi mampu kita rasakan. karena ia membuat jarak. kadang dapat menjadi semakin dekat. kadang juga semakin jauh. ia hanya bisa kita rasakan. seperti sebuah kepercayaan. dan kepercayaan itu ternyata tak bisa hanya dikatakan. ia hanya bisa kita lakukan. kita jalankan. seperti kita menaruh kepercayaan kepada orang lain. layaknya spasi. 

Jika semua hal yang indah itu mampu kita lihat, alangkah tidak menyenangkan hidup ini. ada hal-hal yang merupakanb keindahan, tapi hanya mampu kita rasakan. tak akan dapat kita lihat dengan mata terbuka. hanya dengan mata yang tertutup. lalu kita rasakan...betapa nikmatnya kebahagiaan itu. betapa indahnya kepercayaan itu. kepercayaan yang membuat jarak semakin dekat. kepercayaan yang merupakan tingkatan tertinggi dalam sebuah "hubungan". apapun itu bentuknya.

dan sekarang, mungkin yang engkau rasakan adalah kekosongan. tak terlihat. tapi begitu menjaga. tapi begitu terasa. seperti spasi.

spasi ini adalah kepercayaan yang tak pernah terucap, tak pernah sekalipun menatap. tapi kita sama-sama tau, bahwa kepercayaan itu ada di antara ribuan jarak. di antara jejak-jejak. 


dan bisakah spasi ini selalu ada? karena ia-lah yang sebenarnya mengurai makna. Jika tak ada spasi, bagaimana bisa kuartikan beribu makna? bagaimana bisa rindu itu bermuara. maka cukuplah tandai ribuan suara dengan spasi-spasi cinta...


_Khalifa Rafa Azzahra_

Selasa, 12 Juli 2011

Tanda Baca (Bagian Kelima)

"TITIK"

Inginku tuntaskan titik
Dari setiap petualanganku menjajah setiap tanda tanya sampai lelah
Tanda seru hingga tersedu
mengubah koma memeluk jeda,sampai katapun tak ada yg menarik.

Mengapa?

Aku bukan malaikat
Aku tak punya sayap.
Aku hanya terpikat
Pada setiap cahaya yang hinggap.
Semoga ia tak henti tuk mendekat...

Sebuah titik kini ada di depanku. Sebentar lagi, setelah aku menuliskan beberapa kalimat yang menjadi pemanis petualanganku akan sebuah rimba maya. ya, Sebuih titik kini tersenyum padaku. Di depanku kini sudah ada beribu makna yang menginginkan kehadiranku. Entah, ini adalah titik terakhir, atau malah ini adalah awal untuk menuliskan lagi paragraf yang baru.

Sebuah titik pantasnya kita berikan pada sebuah lembar yang memang harus selesai cerita. karena memang sudah sampai segala kata menepi, lalu berakhir di setiap muara. Aku yakin, kau, aku, dia, mereka, kita pastinya punya lembar demi lembar halaman yang sudah terlampau banyak kita bubuhi titik. sekedar penegas bahwa itu adalah takdir. atau memang karena kita sudah mencapai titik nadir. Kau lebih tau kawan...

Sebuah titik, ada di pelupuk mata. menunggu sebuah jawaban atas ribuan tanda-tanda yang telah aku rasa. sebuah titik kini ada di panku. mungkin satu bulan, dua bulan, tiga bulan, atau satu tahun, aku tak tau bagaimana harus menebus setiap kata-kataku yang hilang arah, pongah, angkuh, sendu, hingga menyakitimu. semoga titik bisa menjadi akhir dan awal untuk batas akhir kenangan dan awal sebuah kebahagiaan.

Jika Al-Maidah ayat 3 adalah ayat terakhir yang ALLAH turunkan untuk kita. aku tak tau akhir dari setiap kataku akan berujung dimana. hey, mungkinkah di hatimu?

sebuah titik di hadapanmu. teruskanlah ia.....


-Khalifa Rafa Azzahra-

Tanda Baca (Bagian Keempat)

"TANDA PETIK"

Diakui atau tidak dalam hidup ini pasti ada sesuatu hal yang harus kita tandai dengan tanda petik. sebagai suatu hal yang benar-benar berarti. ataupun bisa juga sebagai suatu kenangan terindah yang tidak  bisa kita lupakan. atau bahkan mungkin sebaliknya, suatu hal yang menyakitkan, yang akan terus membekas dalam ingatan. apapun itu, syukuri saja. adalah sebuah anugerah bukan ketika memori kita masih bisa mengingat suatu hikayat atau riwayat
bahkan aku juga memberikan tanda petik pada episode hidup yang memang berbeda. mau tau? ini dia

kita sepasang halaman tak bernama
tak pernah saling menyapa
tak pernah menyempatkan membaca
terus berusaha mengukir jeda

kita sepasang halaman di buku yang sama
halaman tiga dan sembilan, saling merapat, lalu menjauh, merobek halaman yang membatasi mata kita saling pandang, hingga sama-sama rapuh

kita tak pernah tau, bahwa lembar demi lembar halaman yang tertera pada setiap buku kita
menorehkan luka..........

ini juga salah satunya

Dan malam tak berujung ini selalu menjadi pelarianku atas siang yang melucuti sepi. Mungkin kau bertanya, Bagaimana mungkin aku punya mata? Hati-ku pun sudah mati rasa. Kau lihat! Genangan air mata di blok-blok samping rumahku pun tak mampu menggerakkan hatiku tuk menolongnya.
Lantas, kau membisu. Beserta dugaanmu sendiri tentangku.

Lorong ini sunyi,bukan? Berjalanlah, temukan alamatmu sendiri! Serumu
Aku tak peduli. Sungguh...walau kau tinggalkan aku pada ruang kedap suara yang tak mungkin ijinkanku jelaskan semua.
Ini apa? Tanyamu
Sudah cukup bukti, kau tak punya peduli!! Kenapa tak kau buang saja gelang kakimu itu, yang selalu menghentikanmu melangkah barang setapak!

Apa? Kenapa aku harus melepaskan gelang kakiku? Dia tau tempat yang aman bagiku. Dan aku suka, mengerti kau!
Sudah cukup terderai air mata
Sudah cukup pula tergerus setiap asa
Pada dudukan yang lanyau
Semesta membaringkan suara-suara sengau
Menyadap hatif yang tak henti bercerabih
Merantai fiktif dari bibir seloroh lirih
Sudah cukup jiwa-jiwa yang tertolak
Menyentuh hati setapak
Kerindangan tak dapat tertebak
Kobaran amarah tak dapat terlacak
Kini sampailah pada senja jingga
Tempat sandiwara menggayung maya

tidak semua peristiwa harus kita bubuhi tanda petik. sesekali saja. karena itulah sisi yang paling menarik dalam hidup. aku punya beberapa yang aku bubuhi tanda petik. Bagaimana denganmu?

_Khalifa Rafa Azzahra_

Tanda Baca (Bagian Ketiga)

"TANDA TANYA"

Teman, aku tersesat. Bolehkah aku bertanya? tapi pada siapa? ke arah mana aku harus melangkah? adakah jawaban yang dipersiapkan untukku?

Siapapun pasti pernah terbersit sebuah pertanyaan jika kita ingin mengetahui sesuatu. pun, ketika kita tertarik dengan sesuatu dan hendak mengetahui sebenarnya apa yang membuat ketertarikan itu menyiratkan sebuah tanda tanya. Suatu kepastian sepertinya semua orang pernah bertanya. entah dalam hati maupun pernah tersampaikan atau diutarakan langsung. dan sebuah pertanyaan itu pula memerlukan sebuah jawaban. akan tetapi, jangan pernah mengharapkan sebuah jawaban jika engkau tidak pernah terlintas pertanyaan. aneh bukan? terdapat seseorang yang mengharap jawaban tetapi dirinya tidak pernah bertanya sedikitpun.

tanda tanya dan jawaban adalah sebuah pasangan yang serasi dalam kodratnya sebagai tanda abstrak dalam kehidupan. seperti sebuah hubungan sebab akibat. maka akan ada aksi dan reaksi. masih tak mengerti? bertanyalah...

katakanlah kita sedang tersesat dalam suatu perjalanan yang maha panjang. tidak punya teman, tidak tau arah, dan hampir tak ada harapan bagi kita untuk melanjutkan kehidupan. tapi, wala taiasu min rouhillah. dan janganlah kamu berputus asa dari Rahmat Allah. Bertanyalah kepada Tuhanmu, yang Maha Mengetahui akan segala sesuatu. dan aku yakin, Dia akan memberikan jawaban yang terindah untukmu. Suatu saat nanti. Yang entah. kapan.

Jika kau masih saja tidak tau, atau mungkin ragu, maka tidak perlu segan untuk bertanya. Jika engkau bertanya, akan kusediakan jawaban sebanyak apa yang engkau tanya.

Kuberikan engkau sebuah tanda tanya semoga dapat menjadi petunjuk bagimu untuk mengetahui apa yang engkau ingin ketahui.



_Khalifa Rafa Azzahra_