#30HariMenulis H19 - Buku yang Menginspirasi
Tentang buku yang menginspirasi, hhmmm...
apa ya?
Buku yang sering saya baca itu ya Novel, misalnya :
1. Novelnya kang Abik (Ayat-ayat cinta, Ketika Cinta Bertasbih, Takdir Cinta Zahrana, dll) sebagian besar novelnya kang Abik sudah pernah saya baca.
menginspirasi banget nih. Banyak hikmah yang bisa saya ambil dari membaca novel tersebut. Misalnya ni ya, Beragama yang benar itu bagaiamna, cara menghargai orang, cara bersikap yang benar, cara menjadi muslimah sholehah, dll
2. Novelnya Andrea Hirata (Laskar Pelangi, Sang Pemimpi, Edensor, Maryamah Karpov)
3 dari novelnya andrea hirata sudah pernah saya baca. Karyanya Andrea Hirata memang sangat menginspirasi. Lebih kepada semangat terhadap hidup. Semangat dalam berusaha memberikan yang terbaik.
3. Novelnya Dee Lestari (Perahu Kertas sama Filosofi Kopi)
Novel di atas juga sudah pernah saya baca. Saya suka banget bahasanya Dee Lestari dalam menulis di novel tersebut. Ada hikmahnya. Ada maknanya di setiap kata-katanya.
4. Novelnya Donny Dirgantoro (5cm)
Ini dia yang pengen dapat inspirasi tentang sahabat. Banyak hal yang bisa kita dapatkan tentang sahabat di novel ini. Ini lebih kepada hubungan kita terhadap sahabat. Hablumminannass..:-)
5. Hmmm apa lagi ya..Oiya Novelnya Tere Liye (Daun yang Jatuh tak Pernah membenci angin, Hujan dan Teduh, Bidadari-bidadari Surga, Hafalan Shalat Delisa, dll)
Yang sering ditayangin di tv itu ya Hafalan Shalat Delisa. Sangat menginspirasi menurut saya. Pasti teman-teman juga banyak yang tau ceritanya. Daun yang jatuh tak pernah membenci angin juga bagus sekali menurut saya. Ceritanya ini lebih kepada keikhlasan kita menerima apa yang telah Allah tetapkan dan putuskan kepada kita. Tentang takdir. Sama halnya dengan hujan dan teduh yang keduanya tak bisa berjumpa bersama. hehe..Saya suka bahasanya. puitis.
Oke itu saja ya, sebenarnya masih banyak lagi yang lainnya, seperti 99 Cahaya di Langit Eropa, Rectoverso, Surat Kecil untuk Tuhan, dll...hehe..lebih ke novel sih kalau saya.
Buku yang lain seperti buku pelajaran atau kuliah sebenarnya menginspirasi juga. Tapi tidak bisa berlama-lama membacanya karena pasti akan bosan dan mengantuk dan lelah mata saya. ahhaa
Udah dulu ya ceritanya. dadaaaa
I call it, Notes of My Thought 'coz everything happens for a reason "And The Future Belongs To Those Who Believe in The Beauty of Their Dreams" So, Let's Dreaming...with The Words, Reach The World
Jumat, 19 Juni 2015
Kamis, 18 Juni 2015
#30HariMenulis H18 - Perjalanan yang Berkesan
#30HariMenulis H18 - Perjalanan yang Berkesan
Perjalanan yang berkesan adalah perjalanan yang membuat hati, mata, dan seluruh jiwa ikut merasakan perjalanan itu. Menurut saya, perjalanan paling berkesan adalah perjalanan setiap hari menuju ke kantor. Entah kenapa saya merasa banyak sekali hal-hal yang dapat saya ambil hikmahnya dari perjalanan itu. Mungkin hanya melihat, mungkin hanya mendengar, tapi rasanya sungguh luar biasa.
Rutinitas yang saya jalani selama hampir 3 tahun ini benar-benar membuat saya membuka mata, telinga, dan hati. Setiap hari saya selalu berkumpul dengan deru mesin motor, membelah jalanan aspal, dan melihat sekitar yang sungguh sangat padat. Orang-orang berbondong-bondong pergi mencari sesuap nasi. Ada yang naik motor, ada yang naik angkot. Semuanya seperti dikejar oleh waktu.
Sama halnya dengan saya. Saya harus mempercepat laju motor jika tidak ingin terlambat masuk kantor. Rutinitas yang membuat saya harus meninggalkan buah hati saya. Menitipkannya kepada orang lain yang saya percaya untuk dijaga. Bukan sebuah hal yang mudah bagi saya sebenarnya membagi hati dan membagi waktu untuk keluarga. Manajemen waktu harus tetap oke.
Jalanan yang padat membuat saya melihat-lihat. Banyak sekali orang yang berjihad di pagi hari. Petugas kebersihan, Pelayan toko, Pedagang keliling. Ah..mereka sungguh sangat istiqomah menjalani hari-hari mereka tanpa keluh. Padahal, banyak sekali orang yang enggan untuk sekedar berusaha. Banyak sekali orang yang malas untuk mencari. Hanya menengadahkan tangan di jalan, menunggu iba dan koin-koin yang terjatuh dari jalan.
Pernah suatu ketika saya melihat kejadian yang sangat mengiris mata. Seekor kucing yang seringkali tinggal kulit. Tertabrak motor dan akhirnya terlindas oleh roda mobil dan motor. Tanpa tulang, tanpa darah, dan tinggal kulit yang menempel di aspal. Sungguh miris. Terkadang jalanan itu sungguh kejam terhadap para kucing yang sedang menyeberang. Ada lagi peristiwa ketika saya harus melihat kecelakaan di depan mata. Satu kata. Tragis.
Perjalanan menuju kantor sungguh sangat berkesan. Karena sebelum saya berangkat kantor, saya pasti akan mendapatbeberapa ciuman dari suami saya #ups yang bener perhatian dari keluarga saya. Setelah itu saya pasti sudah menyetel motor saya di kecepatan yang tertinggi. Ya, itulah saya. Saya paling anti dengan 'lambat'. Saya tidak suka naik motor pelan-pelan. Karena apa? seperti naik sepeda saja kalau naiknya pelan kan?
Jalanan yang saya lewati pun menyuguhkan bermacam-macam pemandangan yang menarik. Yang sering saya perhatikan adalah penjual bubur di daerah gayungsari. Penjual bubur ayam brebes ini sangat enak sekali dan sangat murah. Penjual bubur ini menjual bubur bersama dengan penjual susu sapi STMJ. Saya juga sering berhenti dan mampir untuk membeli bubur ayam ini. Harganya cuma Rp 6.000,- susu sapinya cuma Rp 5.000,- Harga yang cukup terjangkau untuk kantong seorang karyawan seperti saya.
Saya juga sering melihat penjual susu sapi mentah 1L Rp 8.000 di daerah sekitar Jemursari. Beberapa kali saya juga pernah membeli susu sapi itu. Enak sih memang. Tapi harganya tergolong lumayan menurut saya. Yang paling saya suka adalah saya selalu lewat pasar Menur. Teman-teman tau kenapa? karena di pasar itu saya sering melihat-lihat dan mencuci mata dengan sayur dan buah segar. Ikan yang menggoda selera, dsb.
Perjalanan yang melelahkan sebenarnya karena menempuh jarak 18km dari rumah. Dengan waktu tempuh paling cepat 1/2 jam dan paling lama 1 jam. Perjalanan yang membuat saya khawatir dengan kondisi badan saya sendiri. Apalagi sekarang lagi puasa. Huft...pasti membutuhkan tenaga yang tidak ringan untuk melewatinya.
Perjalanan yang berkesan adalah perjalanan yang membuat hati, mata, dan seluruh jiwa ikut merasakan perjalanan itu. Menurut saya, perjalanan paling berkesan adalah perjalanan setiap hari menuju ke kantor. Entah kenapa saya merasa banyak sekali hal-hal yang dapat saya ambil hikmahnya dari perjalanan itu. Mungkin hanya melihat, mungkin hanya mendengar, tapi rasanya sungguh luar biasa.
Rutinitas yang saya jalani selama hampir 3 tahun ini benar-benar membuat saya membuka mata, telinga, dan hati. Setiap hari saya selalu berkumpul dengan deru mesin motor, membelah jalanan aspal, dan melihat sekitar yang sungguh sangat padat. Orang-orang berbondong-bondong pergi mencari sesuap nasi. Ada yang naik motor, ada yang naik angkot. Semuanya seperti dikejar oleh waktu.
Sama halnya dengan saya. Saya harus mempercepat laju motor jika tidak ingin terlambat masuk kantor. Rutinitas yang membuat saya harus meninggalkan buah hati saya. Menitipkannya kepada orang lain yang saya percaya untuk dijaga. Bukan sebuah hal yang mudah bagi saya sebenarnya membagi hati dan membagi waktu untuk keluarga. Manajemen waktu harus tetap oke.
Jalanan yang padat membuat saya melihat-lihat. Banyak sekali orang yang berjihad di pagi hari. Petugas kebersihan, Pelayan toko, Pedagang keliling. Ah..mereka sungguh sangat istiqomah menjalani hari-hari mereka tanpa keluh. Padahal, banyak sekali orang yang enggan untuk sekedar berusaha. Banyak sekali orang yang malas untuk mencari. Hanya menengadahkan tangan di jalan, menunggu iba dan koin-koin yang terjatuh dari jalan.
Pernah suatu ketika saya melihat kejadian yang sangat mengiris mata. Seekor kucing yang seringkali tinggal kulit. Tertabrak motor dan akhirnya terlindas oleh roda mobil dan motor. Tanpa tulang, tanpa darah, dan tinggal kulit yang menempel di aspal. Sungguh miris. Terkadang jalanan itu sungguh kejam terhadap para kucing yang sedang menyeberang. Ada lagi peristiwa ketika saya harus melihat kecelakaan di depan mata. Satu kata. Tragis.
Perjalanan menuju kantor sungguh sangat berkesan. Karena sebelum saya berangkat kantor, saya pasti akan mendapat
Jalanan yang saya lewati pun menyuguhkan bermacam-macam pemandangan yang menarik. Yang sering saya perhatikan adalah penjual bubur di daerah gayungsari. Penjual bubur ayam brebes ini sangat enak sekali dan sangat murah. Penjual bubur ini menjual bubur bersama dengan penjual susu sapi STMJ. Saya juga sering berhenti dan mampir untuk membeli bubur ayam ini. Harganya cuma Rp 6.000,- susu sapinya cuma Rp 5.000,- Harga yang cukup terjangkau untuk kantong seorang karyawan seperti saya.
Saya juga sering melihat penjual susu sapi mentah 1L Rp 8.000 di daerah sekitar Jemursari. Beberapa kali saya juga pernah membeli susu sapi itu. Enak sih memang. Tapi harganya tergolong lumayan menurut saya. Yang paling saya suka adalah saya selalu lewat pasar Menur. Teman-teman tau kenapa? karena di pasar itu saya sering melihat-lihat dan mencuci mata dengan sayur dan buah segar. Ikan yang menggoda selera, dsb.
Perjalanan yang melelahkan sebenarnya karena menempuh jarak 18km dari rumah. Dengan waktu tempuh paling cepat 1/2 jam dan paling lama 1 jam. Perjalanan yang membuat saya khawatir dengan kondisi badan saya sendiri. Apalagi sekarang lagi puasa. Huft...pasti membutuhkan tenaga yang tidak ringan untuk melewatinya.
Rabu, 17 Juni 2015
#30HariMenulis H17 - Perempuanku
#30hariMenulis H17 - Perempuanku
Aku menghisap batang itu dalam-dalam. Menghempaskannya jauh menembus ingatan 10 tahun lalu. Saat-saat dimana aku masih bisa terbebas dari tuhan 9 cm ini. Saat-saat dimana aku masih bisa melihat senyumnya dan tidak terjatuh di lubang yang paling dalam seperti ini.
Aku terjatuh dan tak bisa bangkit lagi
Aku tenggelam dalam lautan luka dalam
Aku tersesat dan tak tau arah jalan pulang
Aku tanpaMu
butiran debu
Musik itu terdengar begitu kencang menabuh kesadaranku. Jauh. Lamat-lamat mendobrak pertahanan kesabaranku selama bertahun-tahun. Ternyata aku belum cukup mengetahui apa dan bagaimana yang harus dilakukan.
Kenangan ini membawaku pada nama Dewi. Sosok yang begitu familiar di ruang hatiku. Menemani kesendirianku selama ini. Aku yang selama ini dikenal sebagai sosok yang pendiam mendadak berubah menjadi sosok yang romantis. Karena Dewi.
Kekaguman pada kelembutan dan kecerdasannya membuatku mencintai Dewi. Lantas aku sedikitpun tidak berani bicara apalagi menatap matanya. Aku hanya bisa berbicara padanya dalam hati. Jelas saja dia tak mengetahui.
Dan semua harapan untuk memilikinya perlahan musnah ketika suatu hari kudapatkan undangan pernikahannya. Dewi Susanti akan menikah dengan Arya Kusuma. Hidup ini terlampau rumit untuk sekedar dimengerti.
Dan kini kulihat diriku sendiri. Hanya bisa menatap hatiku yang mulai kosong. Dan aku mengisinya dengan hembusan tuhan 9cm setiap waktu.
-mendadak blank-
Aku menghisap batang itu dalam-dalam. Menghempaskannya jauh menembus ingatan 10 tahun lalu. Saat-saat dimana aku masih bisa terbebas dari tuhan 9 cm ini. Saat-saat dimana aku masih bisa melihat senyumnya dan tidak terjatuh di lubang yang paling dalam seperti ini.
Aku terjatuh dan tak bisa bangkit lagi
Aku tenggelam dalam lautan luka dalam
Aku tersesat dan tak tau arah jalan pulang
Aku tanpaMu
butiran debu
Musik itu terdengar begitu kencang menabuh kesadaranku. Jauh. Lamat-lamat mendobrak pertahanan kesabaranku selama bertahun-tahun. Ternyata aku belum cukup mengetahui apa dan bagaimana yang harus dilakukan.
Kenangan ini membawaku pada nama Dewi. Sosok yang begitu familiar di ruang hatiku. Menemani kesendirianku selama ini. Aku yang selama ini dikenal sebagai sosok yang pendiam mendadak berubah menjadi sosok yang romantis. Karena Dewi.
Kekaguman pada kelembutan dan kecerdasannya membuatku mencintai Dewi. Lantas aku sedikitpun tidak berani bicara apalagi menatap matanya. Aku hanya bisa berbicara padanya dalam hati. Jelas saja dia tak mengetahui.
Dan semua harapan untuk memilikinya perlahan musnah ketika suatu hari kudapatkan undangan pernikahannya. Dewi Susanti akan menikah dengan Arya Kusuma. Hidup ini terlampau rumit untuk sekedar dimengerti.
Dan kini kulihat diriku sendiri. Hanya bisa menatap hatiku yang mulai kosong. Dan aku mengisinya dengan hembusan tuhan 9cm setiap waktu.
-mendadak blank-
Selasa, 16 Juni 2015
#30HariMenulis H16 - Tentang Warna
#30hariMenulis H16 - Tentang warna
-Putih-
Serupa ketulusan mungkin warna putih itu. Putih biasanya sering terlihat di upacara-upacara yang sakral. Yang membutuhkan keseriusan. Saya dulu menggunakan warna putih sewaktu akad nikah. Bagi saya, warna putih itu lebih dari sekedar makna suci, bersih, tulus, lembut. Putih itu memancarkan keberanian juga. Keberanian untuk memutuskan cinta sejati. Cinta kepada Ilahi.
Mukena saya juga warna putih, walaupun banyak sekarang yang jual warna-warna lain. Tapi tetap, warna putih adalah warna yang istimewa. Naik hajipun, warna pakaian ihramnya juga putih. Sungguh istimewa bukan warna putih itu. Istimewa sekali sampai ketika kita mati, hanya warna itulah yang melekat pada tubuh kita.
Lantas masihkah kita enggan untuk memutihkan hati kita jika sejatinya kita benar-benar harus putih? Ini pertanyaan juga untuk saya. Terkadang dalam hidup kita sering terbiasa untuk menjual warna putih ini. Kejujuran yang tergadaikan. Sampai-sampai warna putih harus beralih ke warna lain.
-Abu-
Warna ini adalah warna antara. Warna antara putih dan hitam. Tidak jelas. Warna yang menandakan keraguan. Saya tidak begitu suka dengan warna ini. Entahlah karena apa. Apa mungkin karena Abu-abu itu seperti tidak punya pendirian. Mungkin.
Abu-abu itu identik dengan pertanyaan yang masih menunggu jawaban. Realita yang masih saja disembunyikan. Entah sampai kapan. Mungkin waktu akan menjawab semuanya. Abu-abu itu warna terasing menurutku. Warna yang berarti sebuh keengganan. Enggan untuk mencari fakta, enggan untuk mencari kejelasan. Enggan untuk berubah menjadi baik atau buruk. berada di tengah-tengah dan membingungkan.
-Hitam-
Hitam itu identik dengan kejahatan. Kejahatan dan kesedihan. Apa memang karena hitam itu lebih cenderung menyatu pada kegelapan, kesunyian, dendam dsb.
Seperti awan hitam yang akan melahirkan hujan yang sangat deras. Seperti itu juga mungkin warna ini mendefinisikan dirinya yang seolah tersembunyi lantas ketika ia keluar ia bisa bersikap lain dari seharusnya.
Hitam itu terkadang menjatuhkanku ke dalam lubang yang sangat dalam. Hati yang mulai mengeras dan ah..entahlah. Aku benci warna hitam. Hitam itu warna yang paling dijauhi sama wanita..hihihi. Ogah kali ya, punya kulit warna hitam.
-Putih-
Serupa ketulusan mungkin warna putih itu. Putih biasanya sering terlihat di upacara-upacara yang sakral. Yang membutuhkan keseriusan. Saya dulu menggunakan warna putih sewaktu akad nikah. Bagi saya, warna putih itu lebih dari sekedar makna suci, bersih, tulus, lembut. Putih itu memancarkan keberanian juga. Keberanian untuk memutuskan cinta sejati. Cinta kepada Ilahi.
Mukena saya juga warna putih, walaupun banyak sekarang yang jual warna-warna lain. Tapi tetap, warna putih adalah warna yang istimewa. Naik hajipun, warna pakaian ihramnya juga putih. Sungguh istimewa bukan warna putih itu. Istimewa sekali sampai ketika kita mati, hanya warna itulah yang melekat pada tubuh kita.
Lantas masihkah kita enggan untuk memutihkan hati kita jika sejatinya kita benar-benar harus putih? Ini pertanyaan juga untuk saya. Terkadang dalam hidup kita sering terbiasa untuk menjual warna putih ini. Kejujuran yang tergadaikan. Sampai-sampai warna putih harus beralih ke warna lain.
-Abu-
Warna ini adalah warna antara. Warna antara putih dan hitam. Tidak jelas. Warna yang menandakan keraguan. Saya tidak begitu suka dengan warna ini. Entahlah karena apa. Apa mungkin karena Abu-abu itu seperti tidak punya pendirian. Mungkin.
Abu-abu itu identik dengan pertanyaan yang masih menunggu jawaban. Realita yang masih saja disembunyikan. Entah sampai kapan. Mungkin waktu akan menjawab semuanya. Abu-abu itu warna terasing menurutku. Warna yang berarti sebuh keengganan. Enggan untuk mencari fakta, enggan untuk mencari kejelasan. Enggan untuk berubah menjadi baik atau buruk. berada di tengah-tengah dan membingungkan.
-Hitam-
Hitam itu identik dengan kejahatan. Kejahatan dan kesedihan. Apa memang karena hitam itu lebih cenderung menyatu pada kegelapan, kesunyian, dendam dsb.
Seperti awan hitam yang akan melahirkan hujan yang sangat deras. Seperti itu juga mungkin warna ini mendefinisikan dirinya yang seolah tersembunyi lantas ketika ia keluar ia bisa bersikap lain dari seharusnya.
Hitam itu terkadang menjatuhkanku ke dalam lubang yang sangat dalam. Hati yang mulai mengeras dan ah..entahlah. Aku benci warna hitam. Hitam itu warna yang paling dijauhi sama wanita..hihihi. Ogah kali ya, punya kulit warna hitam.
Senin, 15 Juni 2015
#30HariMenulis H15 - Tema Bebas 'OBSERVING'
#30HariMenulis H15 - Tema Bebas jadi aku pilih "OBSERVING"
bismillah...kali ini aku berselingkuh lagi. tak kuhiraukan file proposal tesis yang masih berantakan dalam otak. aku ingin menulis kali ini. terserah tanganku menulis apa pada keyboard di netbookku ini. yang jelas, aku ingin menulis titik.
tadi sore aku melihat seseorang terduduk muram, ada kerutan di dahinya. seperti sedang berpikir sesuatu. berkali-kali ia mengambil tisu, membuang ingus. lalu datanglah temannya membawakan secangkir teh hangat, tidak diminta sepertinya. tapi, temannya tadi begitu mengerti bahwa memang teh hangatlah yang bisa menghangatkan perasaannya yang dingin kala itu.
ada lagi, menyusuri memoriku yang telah usang. ketika itu, ada undangan syuro. biasalah, syuro menjelang maghrib, membicarakan sesuatu hal untuk kemaslahatan semuanya. dan..lagi-lagi, kulihat seorang akhwat di dapur. membuat agar-agar dan kue. kuperhatikan ia, ada ketulusan terpancar di wajahnya. kuikuti setiap langkah kakinya pergi, membawa sekotak agar-agar dan beberapa potong kue. lalu ia memasuki sebuah mushola, membenarkan letak sepatu sandalnya. lalu selepas syuro, ia bagikan agar-agar dan potongan kue tadi sebagai ifthar untuk teman-temannya.sepertinya tidak ada yang menyuruh, tapi rasa pengertiannya dan sayangnya kepada teman-temannya membuatnya berbuat seperti itu.
beberapa kejadian lagi, kuperhatikan ia. bolak-balik dengan sepeda motor. ke warung makan, lalu ke toko, membawa 10 aqua kecil. lalu balik lagi ke warung makan. 10 kardus menanti untuk dibawa. kulihat ia bingung. ada sedikit kepanikan di wajahnya. lalu dengan sigap ia mengambil HPnya, kupikir ia, sedang mencari bantuan. tapi yang diharapkan sepertinya tak kunjung datang. langit mendung, kalau ia tak segera pergi pasti ia akan kehujanan. lalu, sungguh aku heran, ia mengambil 10 kardus itu. membawanya sendiri. 5 kardus di sebelah kiri, 5 kardus di sebelah kanan. di tengah-tengah ada 10 aqua. sungguh tak kubayangkan bagaimana ia membawanya. hati-hati ia membawa semuanya. lalu kulihat ia berlari, seperti sedang berlomba siapa yang lebih cepat. apakah ia, ataukah hujan yang akan lebih cepat datang ke tempat tujuan. dan ternyata ia datang lebih dulu. eitz, tapi ia harus naik tangga sampai lantai 3.tak sempat kuhitung berapa anak tangga yang ia lewati tadi, tapi kulihat ia sedikit kesusahan membawanya. nafasnya memburu. tapi, yah, akhirnya ia sampai. membawa makanan itu ke kelas.
ternyata aku tau, makanan itu untuk teman-temannya. tak ada yang menyuruh sebenarnya untuk membawa itu semua. tapi perasaan sayangnya kepada teman-temannya-lah yang membuatnya melakukan seperti itu. pengertian. ya, satu kata itu yang membuat manusia memperhatikan dengan tulus..
kau tau apa itu pengertian. pengertian adalah saat kita sedih, dan tiba-tiba tanpa kita sadari ada yang menghibur kita, memberi kita SMS lucu, membuat kita tersenyum
pengertian adalah saat dimana kamu sendiri, membutuhkan. dan tiba-tiba ia datang, menemani tanpa kau minta
pengertian adalah saat kau kebingungan, dan dia tiba-tiba datang, menenangkan.
pengertian dekat kepada perhatian, dekat kepada kasih sayang, dan sangat dekat pada ketulusan
pernahkah ada seseorang yang mengerti kamu?
kalau pernah, jangan pernah mengecewakannya, karena ia adalah satu-satunya orang yang mencoba untuk memperhatikan dirimu. menyayangimu, memperhatikanmu dengan tulus, tanpa pernah menunggu engkau meminta sesuatu, ia dengan siaga kan setia di sampingmu..
Minggu, 14 Juni 2015
#30HariMenulis H14 - Celoteh Adhafi
#30HariMenulis H14 - Celoteh Adhafi
"Adhaaaa...Adhaaaa....Awawaaababab boboiboi." teriakanku ke bunda tetap belum bisa mengalihkan perhatiannya bunda kepadaku. Aku berteriak sekencang mungkin, bertindak seekspresif mungkin sampai-sampai rak hijau tempat mainanku kusebar di atas kasur.
"De Adha...Masya Allah, berantakan semuanya. kenapa sayang? ayo bantuin bunda beresin." ajakan bunda tidak kuhiraukan sama sekali. Aku berangsur turun dari kasur. Aku kesel sama bunda sebenarnya. Seharian ini aku tidak diajak kemana-mana. Bunda katanya sedang tidak enak badan. Tapi aku ngga suka. Aku suka naik motor dan jalan-jalan sama bunda. Pokoknya aku harus berhasil ngajak bunda keluar. Titik.
Jurus pertamaku.
Aku memegang celana sambil pura-pura mau pipis. Akhirnya bunda mengajakku keluar kamar dan menuju toilet. Asiik..Pake jurus pertama aja udah berhasil. hehe. Tapi #eits bunda mengajakku ke kamar lagi. #huh
Jurus keduaku.
Aku lempar semua barang-barang yang ada di kamar. Aku ngoceh sepuas-puasnya. Ceramah sama bunda. Marah yang kuluap-luapkan. Tapi bunda malah ketawa sambil bilang. "Kamu ngomong apa sayang..kok lucu sekali."
huuuuhh..bete ngga sih ngomong panjang lebar tapi bunda ngga ngerti sama sekali. Terkadang hidup itu memang sulit untuk seorang baby kayak aku..hehe
Jurus ketigaku
Akhirnya aku nangis dan mulai cari perhatian sama bunda. dan bunda akhirnya ngga bisa duduk diem aja dan berbaring di kasur. Yeey, akhirnya aku menang. Bunda ngajakin aku keluar rumah. Main bola di halaman rumah.
Oiya, aku mau cerita sedikit ni tentang petualanganku di luar rumah. Aku selalu suka melihat langit. Kata bunda, di langit itu ada bintang, ada pesawat. Sering sekali aku lihat ada pesawat yang terbang di atas rumah. Kalau lihat pesawat terbang aku senaaaaaang sekali. Sampe-sampe aku loncat-loncat kegirangan. Ada burung juga yang sering berkicau dan bertengger di pohon. Aku sering dikenalin sama bunda tentang lingkungan sekitar. Ini pohon dek, itu burung, yang ini blablabla, itu blablabla.
Tapi aku paling suka mainan pasir/tanah sama mainan air. Bunda pernah curhat ke aku sih tentang hidup ini. Katanya hidup ini tidak mudah, tidak seperti aku yang sering minta sesuatu pake nangis trus diturutin sama bunda, hehe. Hidup itu harus berjuang. Sama seperti aku yang berjuang untuk ngajakin bunda keluar rumah hari ini. Asik banget kan?
Oke deh udah dulu ya, aku mau main bola sama bunda. Dadaaaa...
"Adhaaaa...Adhaaaa....Awawaaababab boboiboi." teriakanku ke bunda tetap belum bisa mengalihkan perhatiannya bunda kepadaku. Aku berteriak sekencang mungkin, bertindak seekspresif mungkin sampai-sampai rak hijau tempat mainanku kusebar di atas kasur.
"De Adha...Masya Allah, berantakan semuanya. kenapa sayang? ayo bantuin bunda beresin." ajakan bunda tidak kuhiraukan sama sekali. Aku berangsur turun dari kasur. Aku kesel sama bunda sebenarnya. Seharian ini aku tidak diajak kemana-mana. Bunda katanya sedang tidak enak badan. Tapi aku ngga suka. Aku suka naik motor dan jalan-jalan sama bunda. Pokoknya aku harus berhasil ngajak bunda keluar. Titik.
Jurus pertamaku.
Aku memegang celana sambil pura-pura mau pipis. Akhirnya bunda mengajakku keluar kamar dan menuju toilet. Asiik..Pake jurus pertama aja udah berhasil. hehe. Tapi #eits bunda mengajakku ke kamar lagi. #huh
Jurus keduaku.
Aku lempar semua barang-barang yang ada di kamar. Aku ngoceh sepuas-puasnya. Ceramah sama bunda. Marah yang kuluap-luapkan. Tapi bunda malah ketawa sambil bilang. "Kamu ngomong apa sayang..kok lucu sekali."
huuuuhh..bete ngga sih ngomong panjang lebar tapi bunda ngga ngerti sama sekali. Terkadang hidup itu memang sulit untuk seorang baby kayak aku..hehe
Jurus ketigaku
Akhirnya aku nangis dan mulai cari perhatian sama bunda. dan bunda akhirnya ngga bisa duduk diem aja dan berbaring di kasur. Yeey, akhirnya aku menang. Bunda ngajakin aku keluar rumah. Main bola di halaman rumah.
Oiya, aku mau cerita sedikit ni tentang petualanganku di luar rumah. Aku selalu suka melihat langit. Kata bunda, di langit itu ada bintang, ada pesawat. Sering sekali aku lihat ada pesawat yang terbang di atas rumah. Kalau lihat pesawat terbang aku senaaaaaang sekali. Sampe-sampe aku loncat-loncat kegirangan. Ada burung juga yang sering berkicau dan bertengger di pohon. Aku sering dikenalin sama bunda tentang lingkungan sekitar. Ini pohon dek, itu burung, yang ini blablabla, itu blablabla.
Tapi aku paling suka mainan pasir/tanah sama mainan air. Bunda pernah curhat ke aku sih tentang hidup ini. Katanya hidup ini tidak mudah, tidak seperti aku yang sering minta sesuatu pake nangis trus diturutin sama bunda, hehe. Hidup itu harus berjuang. Sama seperti aku yang berjuang untuk ngajakin bunda keluar rumah hari ini. Asik banget kan?
Oke deh udah dulu ya, aku mau main bola sama bunda. Dadaaaa...
Sabtu, 13 Juni 2015
#30HariMenulis H13 - Hotaru No Hikari
Ada yang pernah nonton Hotaru no hikari? cerita film drama korea yang sungguh sangat lucu dan meeee...nye menye..hehe..genrenya komedi romantis.
kisah hidupku mungkin seberantakan itu kali ya kalau lagi sendiri. pake jersey, dengan rambut yang ngga pernah disisir dan hanya dicepetin aja. hoho.
Pakaian seadanya, mandi kalau udah ngrasa bau badan ini. (ahaaaay jorok banget yah) hoho
Tapi begitu keluar dari rumah dan tempat persembunyian. cling. Jadi wanita yang sangat cantik, modis, menarik, dan dicintai banyak orang, ahahaaa...
Kisah hidupku mungkin kayak gitu kali ya. #ups
kisah hidupku mungkin seberantakan itu kali ya kalau lagi sendiri. pake jersey, dengan rambut yang ngga pernah disisir dan hanya dicepetin aja. hoho.
Pakaian seadanya, mandi kalau udah ngrasa bau badan ini. (ahaaaay jorok banget yah) hoho
Tapi begitu keluar dari rumah dan tempat persembunyian. cling. Jadi wanita yang sangat cantik, modis, menarik, dan dicintai banyak orang, ahahaaa...
Kisah hidupku mungkin kayak gitu kali ya. #ups
Langganan:
Postingan (Atom)
