Selasa, 30 Juni 2015

#30hariMenulis H30 - Finally, Done!

#30hariMenulis H30 - Finally, Done!

Suka duka menulis kayak gini adalah ngga bisa setiap hari 1 tulisan. Karena harus nunggu waktu luang untuk bisa nulis yang banyak. Nah, makanya itu aku biasanya sehari beberapa tulisan. Setor #30harimenulisnya.

Betewe udah mentok idenya. Intinya Finally Done!!!

Senin, 29 Juni 2015

#30HariMenulis H29 - My Music

#30HariMenulis H29 - My Music

Lagu yang menggambarkan perasaanku saat ini adalah lagunya citra scholastika yang Aku pasti bisa. Hoho. Ini bener-bener pengen move on aku dari kondisi saat ini.

Mentari terbenam temani dalam kesendiriankuTemani aku dalam kepedihan iniKu bertahan
Mentari terbenam beri semangat baru tuk jiwakuBeri kicauan merdu tuk hidupku iniKu bertahan
Aku pasti bisaMenikmati semua dan menghadapinyaAku yakin pasti bisa
Mentari terbenam beri semangat baru tuk jiwakuBeri kicauan merdu tuk hidupku iniKu bertahan
Aku pasti bisaMenikmati semua dan menghadapinyaAku yakin pasti bisa
Aku pasti bisaMenikmati semua dan menghadapinyaAku yakin pasti bisa
Aku ingin lepaskan seluruh bebankuDan ku jalani hidupku dengan senyuman
Aku pasti bisaMenikmati semua dan menghadapinyaAku yakin pasti bisa
Dan ku jalani hidupku dengan senyuman

Minggu, 28 Juni 2015

#30HariMenulis H28 - Isi Tasku

#30HariMenulis H28 - Isi Tasku


Yup..Yup..cerita masalah isi tas. Isi tasku itu selalu ada :

1. Handphone
2 HaPe, Samsung Galaxy Young warna putih sama samsung kecil (yang udah jadul banget).

2. Buku dan Pulpen
Buku yang biasanya buat nulis agenda sehari-hari, sama pengeluaran rutinku. Biasanya aku selalu nulis pengeluaran harian biar aku bisa memonitor pengeluaranku sendiri. Biar ngga kebablasan kalau belanja seandainya budgetnya udah habis. Pulpen juga banyak yang tak bawa. Warna-warni, hehe

3. Dompet
Pastilah ada dompet. ada 3 dompet. Dompet pribadiku, dompet kas kantor, sama dompet operasional kantor. Dompet dompet itu selalu kubawa kemanapun aku pergi. Soalnya kalau di kantor banyak yang minta uang sih. Kan aku seksi pembawa uang..iiissssh

4. Jarum pentul dan bros
Ini nih, pasti ada di tas. Sebagai wanita yang berjilbab pastinya pakai pentul dong. Nah, kalau pakai pentul itu pasti hilang deh, ga tau kemana. Makanya itu selalu bawa cadangannya setiap saat sepertinya bermanfaat.

5. Kosmetik
Hehe, ini sebenarnya ngga wajib juga sih dibawa. Tapi aku masukin aja di tas. Biar kalau wajahku lethek, bisa langsung keset. #eh

6. Sikat Gigi dan Odol
Aku juga bawa ini nih, karena pake behel biasanya nyangkut2 makanannya. Susah dan ribet kan kalau misalnya harus korek-korek gigi terus. hhmm

7. Buku Tabungan
Aku juga selalu bawa ini buku. Buat kalau misalnya mau ngeprint butab. Atau ada perlu transfer2 gitu.

8. Alquran dan mukena
Sesekali kalau aku jauh perginya biasanya bawa ini juga sih.

9. Minuman
Botol Tupperwareku yang jarang banget ketinggalan itu harus selalu tersedia di tas. kecuali kalau pas puasa gini. aku ngga bawalah..

10. Sarung tangan dan masker
Ini buat perlengkapan kalau naik motor. Harus selalu ada di tas ini. Kayaknya cuma itu yang ada di tasku. haha..so simple kan?

Sabtu, 27 Juni 2015

#30HariMenulis H27 - Surat untuk Sahabat

#30HariMenulis H27 - Surat untuk Sahabat

Bismillah... 

semoga Allah memberikan kekuatan kepadaku, kepadamu, kepadanya, dan kepada kita semua

Teruntuk Kekasih, (yang masih menyempatkan sepasang matanya, sekedar membaca sebuah coretan di dunia maya)

entah, sudah keberapa kalinya mataku beradu pandang denganmu. sekalipun hati menghindari, entah kenapa langkah ini selalu menuju padamu. masih kuingat, sampai pada detik ketiga kita terdiam. sama-sama tak bisa berpikir, bagaimana bisa Allah menjadikan setiap langkahku bermuara padamu. 

Untukmu, jiwa yang indah ada di hatiku
entah pada halaman keberapa aku menuliskan namamu. halaman yang selalu kubaca setiap hari beserta ayat-ayat cinta dariNya. ya, aku selalu membacamu setiap kali aku berbincang denganNya. apakah karena namamu begitu indah,sehingga dalam surahNya aku selalu menyebutkan namamu? ataukah karena Dia menunjukkan engkaulah jiwa yang terindah yang dipilihNya untukku?

entah, pada hitungan keberapa aku menengadahkan tangan, berusaha untuk menjagamu melalui doa-doa yang kusampaikan padaNya. karena aku tau, kau begitu indah untuk aku sentuh. kau menyatu dalam alamku, tapi aku sama sekali tak berani untuk menyapamu. begitu indahnya Dia mempertemukan kau dan aku, masih tak bisa kupikirkan bagaimana Dia mempertemukanku denganMu disaat aku sama sekali tidak ingin bertemu denganmu.

pertemuan pada selintas jejak, hanya sekejap mungkin. tapi entahlah, kenapa begitu lekatnya engkau di hatiku. aku tak bisa mengingkari, sulit sekali hati ini mencoba untuk terlupa. apakah salah jika aku mencoba untuk melupakan, aku tak ingin bermain dengan hati dan perasaan, karena aku lelaki. dan lelaki sejati tak akan pernah membohongi diri sendiri.

aku tak ingin sekalipun menyakiti, yang ada dalam pikirku adalah aku ingin tetap berada pada lembar dan halaman yang sama denganmu. meskipun kau dan aku, memang sangat berbeda. bukankah kita memang diciptakan dengan perbedaan-perbedaan? bagaimana jadinya jika kita bersama?

untukmu kekasih,
entah pada bait keberapa kunamai rasa yang hadir darimu, melalui sebuah puisi maupun sajak. kutulis semua yang kurasakan pada tulisan-tulisan. sungguh, aku tersiksa, dan aku ingin mengurangi semua ini dengan meluapkannya pada sebuah sketsa. ada yang bilang, kadang sahabat sejati itu adalah tulisan kita sendiri. sahabat sejati adalah semangat yanga da pada diri kita sendiri. karena ia adalah sisi positif kita. 

jujur, aku ingin hilang saat itu juga. berpikir tentangmu adalah sesuatu yang tak ingin aku lakukan tapi entah kenapa dirimu selalu saja terngiang?

diam kadang kala menjadi langkah yang tepat ketika segala katakata tak berdaya kuucapkan untukmu. entah kenapa kau berikan begitu banyak debar yang kini berubah menjadi getar rindu. ada yang perlahan mulai mekar di hatiku, dan sungguh,,Allah...berikan aku kekuatan untuk memahami makna dari semua ini

aku merasa detik berubah menjadi sangat panjang dan lama. serupa lorong kosong tanpa cahaya. kulalui semua tanpamu, dengan begitu banyak kegiatan. pikirku, mungkin dengan banyaknya kegiatan, aku dapat mengurangi perhatianku untukmu. tapi, sungguh, di sela-sela aku berjalan, ketika berhentipun Dia mempertemukanku denganmu. 

Duhai Rabbku, penggenggam setiap jiwa. sebenarnya apa maksud dari semua ini?

teruntuk kekasih, 
entah harus bagaimana aku mengungkapkan semua, sedang lisanku sungguh tak berdaya. ada kata yang tertahan, tak sempat aku mengucapkan. 

inginku memahami semua ini, mulai menjaga hati. dan kini Dia mulai menumbuhkan rasa untuk mendamba. ya, aku mendamba dirimu. menjadi bagian dari hidupku, selamanya. 

aku tergugu dalam sujud panjangku di sepertiga malamku. berharap, suatu saat nanti Dia kan berikan jalan untuk sedikitnya bertemu denganmu, mengucapkan kata barang sejenak, lalu mulai menyampaikan niatku untuk menjadikannya halal bagiku.

dan kini, di saat Dia mempertemukanku denganmu dalam mimpi. inginku menjadikanmu sebagai anganku. harapku menjadikanmu sebagai tulang rusukku. 

sungguh, kekasih, ingin kujadikan dirimu halal untukku, melalui sebuah coretan ini, kusampaikan debar-debar hati yang kini selalu menjadi getar rindu di setiap hariku. 

aku merindumu, dan ingin mencintaimu selalu, karenaNya..ya, karena Dia memberikan cintaNya yang tertuju untukmu.



_Khalifa Rafa Azzahra_
NB: sebuah coretan cerita sahabat


...ketahuilah bahwa rindu itu seirama dengan kalbu. ia akan membersamai pecinta sejati, dimana dzikir dijadikannya sebagai arah alir dimana disanalah kan tercipta muara yang sama, muara dimana kita samasama mendamba nama yang sama...

Jumat, 26 Juni 2015

#30HariMenulis H26 - Keputusan Terbesarku

#30HariMenulis H26 - Keputusan Terbesarku

1. G e t   M a r r i e d
Keputusan terbesarku adalah memutuskan untuk melepas statusku sebagai anak gadis. Ya, menikah adalah keputusan terbesar dalam hidupku yang hampir mengubah 180 derajat keadaan jiwa dan hidupku. Kamu tau kenapa? Karena pernikahanku kutempuh tanpa proses pacaran atau mengenal lebih lama dengan pasangan.

Aku hanya tau dari biodatanya dan fotonya yang dia kirimkan kepadaku beberapa tahun yang lalu. Aku menyerahkan semuanya kepada Allah. Berharap semuanya akan diberikan keberkahan, berharap semoga pernikahanku benar-benar jalan menuju Ridhonya. Berharap dapat menyempurnakan agama.

Dan memang perjalanan itu sangatlah panjang. Dari proses tidak begitu mengenal, ke proses mengenal, sampai ke proses mengetahui bahwa ternyata kita merupakan pribadi yang sangat bertolak belakang, merupakan hal yang tak bisa aku lupakan sama sekali dalam hidupku.

Hidup ini memang tidak semudah membalikkan telapak tangan. Ada sesuatu hal yang harus kita pikirkan, ada hal pula yang perlu kita pertimbangkan. Di awal pernikahan, tentu saja terdapat batu kecil sandungan. Pasti goyah jiwa ini, tapi meyakini bahwasanya ujian tidak lepas dari izin Allah adalah salah satu kekuatan bahwa aku akan bisa melewati ini semua. Allah tidak akan memberikan aku ujian yang aku tidak bisa melewatinya. Saat itu aku yakin, aku bisa melewatinya dengan sabar dan kuat. Semua keluargapun mendukungku. And Finally I could through it.

Waktu memang akan mengajarkan kita tentang pelajaran yang berharga. Tentang kehidupan yang memang tidak sempurna, tapi Dia menciptakan kita begitu sempurna. Kita dilengkapi dengan akal, pikiran, jiwa, dan hati. Potensi yang ada pada diri kita itulah yang harus kita manfaatkan.

Setelah waktu berjalan, akhirnya, aku benar-benar faham. Bahwa menikah berarti menerima. Menerima seutuhnya pasangan kita. Tanpa menuntut sama sekali. Tanpa ingin mengubahnya sesuai keinginan kita. Aku belajar mencintai, mencintai tanpa henti dari hari ke hari. Keputusan yang berat namun sekarang terasa begitu ringan. Aku mulai menikmati peranku sebagai seorang istri. Sebagai seorang istri. Walau memang masih perlu banyak belajar untuk lebih baik lagi.

Menikah mengajarkanku arti hidup yang sangat luas. Sangat luasnya sampai aku tidak cukup waktu untuk mendefinisikan perasaan dari hari ke hari. Dari hari awal pernikahan, pertengahan pernikahan, dan akhir pernikahan. Aku merasa Allah begitu menyayangiku, mengirimkan dia sebagai pasangan hidupku. Ya, kita saling melengkapi. Benar-benar melengkapi.

Aku mulai merasakan perhatiannya, pijatannya yang lembut di telapak kakiku. 'sapaan pagi hari' sebelum berangkat kantor yang tak pernah absen mampir di bibirku. Ah, hidup ini terlampau indah untuk kita sia-siakan.

Yang jelas, keputusan apapun yang ada dalam hidupmu, yakinlah bahwa ketika keputusan itu sangat sulit, maka Allah akan membantuMu untuk meringankannya. Membuat engkau bisa melewatinya dengan mudah. Semoga Allah memberikan kita kekuatan untuk terus berjuang dan berusaha lebih baik lagi dari hari ke hari.

Aamiin.

2. G e t   a   J o b
Aku termasuk orang yang sangat idealis dan keras kepala. Tetapi sifatku itu begitu luntur ketika aku bingung mencari pekerjaan yang cocok untukku. Aku menjadi orang yang tidak mudah mendapatkan pekerjaan karena aku pilih-pilih kerja. 3 tahun aku menunggu pekerjaan yang cocok untukku, sampai aku harus meneruskan kuliah S2 untuk lebih bisa mengupgrade diriku. Ternyata, pekerjaan yang aku geluti hingga saat ini adalah pekerjaan yang sangat tidak sesuai dengan cita-citaku. Aku tetap realistis, meski aku tidak akan meninggalkan keidealisanku. Aku tidak akan menyerah mengejar cita-citaku.

Suatu saat nanti aku akan mengajukan resign dari perusahaan yang sekarang aku tempati. Aku tidak akan menyerah pada keadaan yang menginjak-injak harga diriku. Kau tau kenapa? Aku merasa tidak dihargai berada disini. Ini bukan tempat terbaik dan tempat yang berkah buatku. Aku harus tetap berjuang untuk mendapatkan yang terbaik. Aku percaya suatu saat nanti aku akan bisa melewati masa kritisku disini. Masa tidak dianggap. Masa dicampakkan dan diasingkan. Masa tidak pernah diperhatikan. Ah, aku tidak begitu mengambil hati bekerja disini. Aku hanya berusaha memberikan yang terbaik dari apa yang bisa kulakukan. Dan ketika semua itu dinilai buruk oleh perusahaan, aku hanya bisa menerimanya. Memangnya kau bisa mengubah apa yang orang lain nilai terhadapmu? Biarkan saja dia menilaimu sesuka hatinya. Dia tidak benar-benar mengetahui betapa berharganya kamu. Lantas, ketika kamu sudah tidak ada, mereka akan merasakan bahwa tanpamu, tim kerjamu tidak akan bisa berjalan dengan sempurna.

Dalam suatu pekerjaan, tidak ada pekerjaan yang lebih penting dari pekerjaan yang lain. Semua pekerjaan itu penting, semua posisi itu penting, dan ketika melihat atasanmu itu pilih kasih, ah..itu tidak penting. forget it!!!

Tidak peduli seberapa kecewanya kamu terhadap kondisi kerja, tetaplah berusaha yang terbaik. Tanpa berusaha meminta penilaian baik dari perusahaan. Allah tau, kau sudah berusaha yang terbaik. Biar Allah saja yang menilai hal yang sebenarnya kau lakukan.



Kamis, 25 Juni 2015

#30HariMenulis H25 - Satu..Dua..12

#30HariMenulis H25 - Satu..Dua..12

Satu..Dua..12

1. Kita pernah berhenti di angka ini. Angka 1 dan angka 2. Kita berdua pernah bersenyawa dengan dua angka ini. Kau mengucap akad, dan aku mendengarkannya. Betapa waktu itu perjalanan terasa begitu cepat melesat. Perjalanan yang mengajarkan kita tentang cinta.

Dulu kita benar-benar tak saling mengenal satu sama lain. Aku dan kau terasa begitu asing. Tidak seperti saat ini ketika aku sudah terbiasa dengan pijatanmu di telapak kakiku. Tidak juga seperti saat ini ketika kurasakan perhatianmu begitu nyata terhadapku.

Dulu kau begitu sulit kutebak. Dan perlahan asaku mulai retak. Aku bosan lama-lama diam dan tak bersuara. Aku juga bosan selalu menunggumu menampakkan wajah lelah sepulang mencari nafkah. Tapi itu dulu, sayang. Saat kita masih sama-sama mencari cahaya masing-masing. Cahaya untuk menerangi hari kita. Cahaya untuk mencinta.

Maka hari ini kukatakan dengan indah, aku mencintaimu, imamku. Dan akan selalu mencintaimu, karena Allah. Semoga Allah selalu menganugerahkan keberkahannya kepada keluarga kita.

2. Jujur, aku punya masa lalu. Begitu juga kamu. Kau mengetahui masa laluku, begitu juga denganku. Kita berdua pernah terjatuh di lubang yang paling dalam. Hampir terjerembab dalam kehancuran. Tapi Allah berada di tengah kita. Meraih kita lebih dekat denganNya. Alhamdulillah segala masalah tlah kita lewati. Allah memberikan kita ujian yang cukup berat di awal perjalanan. Akan tetapi, Allah juga memberikan kita solusi yang begitu indah pada setiap kehidupan. Tetaplah di sini. Di sampingku. Selalu.

Rabu, 24 Juni 2015

#30HariMenulis H24 - Kimia

#30HariMenulis H24 - Kimia

Dulu waktu SMA saya paling suka pelajaran eksakta. Salah satunya Kimia. Sebenarnya pelajaran yang saya suka adalah Bahasa, hehe. Bahasa Indonesia. Lebih tepatnya pelajaran yang menantang kita untuk membuka wawasan lebih dalam lagi. Kimia, Fisika, Matematika saya suka. Saya suka semuanya. Ah jadi bingung ini. (paragraf ini membingungkan :) )

Saya suka kimia karena dulu pelajaran ini menantang banget. Harus tau rumusnya, harus hafal ini itu. Hehe. Tapi saya suka. Saya paling suka menggabung-gabungkan bahan kimia, haha. Entah jadi apa ini, entah jadi apa itu. Sesuatu hal yang baru yang sangat saya kagumi sebenarnya.

Tapi entah kenapa saya jadi tersesat ke jurusan ekonomi pembangunan. hehe. Yang mewarisi keinginan saya di jurusan kimia adalah adek saya. Good Luck ya sis..