Minggu, 18 September 2011

Cahaya Hati "Bagian Ketiga"

"apa jadinya kehidupan ini, bila dari kita tidak ada yang berani mencoba melakukan sesuatu yang baru...
Semua butuh keberanian untuk memulainya. Berfikir secara benar adalah suatu disiplin spiritual yang memerlukan keputusan sadar."

_Khalifa Rafa Azzahra_

Sabtu, 17 September 2011

Cahaya Hati "Bagian Kedua"

Ada pertanyaan yang lidahku tak mampu mengucapkan...

"Kakak, siapkah engkau menerimaku apa adanya?"

karena ketakutan dan kekhawatiran selalu menjadi penghalang adanya keyakinan




_Khalifa Rafa Azzahra_





Jumat, 16 September 2011

Cahaya Hati "Bagian Pertama"

"dan ketika kepastian itu ada di hati, keyakinan akan serta merta mengiringi...

dan ketika dua hati saling bertaut, cukuplah dengan doa, semoga Yang Maha Menjaga senantiasa menjaga kesucian cinta. selamanya

teruntuk hati yang paling kukasihi, entah siapa yang berhak memiliki...

yakinlah...semuanya kan indah pada waktunya"



_Khalifa Rafa Azzahra_

Kamis, 21 Juli 2011

TANDA BACA (BAGIAN KESEMBILAN)

"STRIP"   -

Hey, kau tau strip tidak? Baiklah katakanlah ia sebuah tanda hubung...."-"

kadang ingin sekali aku memperpanjang tanda hubung itu. Lalu aku menjadikannya sebuah coretan, coretan dari katakataku yang kurang tepat. Taruhlah hari ini berlangsung begitu cepat. Tanpa kita sadari, kita telah mengisinya dengan beberapa keluhan...

Sadar atau tidak sadar. Memang benar manusia itu tempatnya mengeluh. Innal insana khuliqa halu'a (kalau salah mohon dikoreksi ya). Tapi alangkah lebih benar, jika keluhan itu kita isi dengan syukur. Hamdalah, atas segala lelah yang tercipta indah. Tidak mudah kawan, untuk mencipta sebuah kelelahan yang indah. Karena dengan lelah kita, ternyata akan berakhir dengan senyuman bahagia.

Tidakkah pernah engkau berfikir, keluhan demi keluhan akan menjadikan harimu tampak suram? Karena itu meski lelah, tetaplah tersenyum. Karena kau telah lalui hari dengan amalanamalan yang menghidupkan. Bukankah apapun yang kita lakukan dalam setiap hari hanya mengharapkan ridhoNYA?lantas mengapa juga kita masih menyibukkan diri dengan mengeluh jika tersenyum ternyata dapat mengurangi peluh?

Kembali ke tanda hubung...
Untuk menghindari keluhan kau pun perlu sebuah pijakan. Dan pijakan itu ialah tanda hubung. Sebuah tanda yang menghubungkan akal, pikiran, dan hati serta ruhmu untuk selalu berpikir positif. Menghadapi hari dengan semangat afirmatif.

Sesungguhnya kita semua sudah tau, tapi banyak dari kita yang purapura belum tau. Bagaimana menghubungkan sesuatu supaya tujuan dan harapan berada dalam ketawazunan. Tetap dalam koridor kesuksesan tentu saja.

Jika saja keluhan itu tanpa sadar tercipta, cukup coret ia dengan memperpanjang tanda hubung itu. Lalu perbaiki ia dengan selalu bersyukur dan ikhlas.

Adakah yang perlu kau bubuhkan tanda hubung hari ini?jika ada, mari kita samasama bubuhkan pada kata "semangat-semangat"


-Khalifa rafa azzahra-

TANDA BACA (BAGIAN KEDELAPAN)

"TITIK DUA"

"Ada katakata yang hanya bisa dirasa, tak harus tinta menuliskannya, ataupun suara menjelaskan maknanya.
Ada banyak cerita yang takkan habis begitu gerimis tinta terlepas dari setiap mata pena.
Ada juga airmata yang tumpah, bahkan lebih banyak bermuara daripada hujan yang hanya numpang nampang berkeluh kesah, sekedar bertanya mengapa dari sekian harapan tak ada kesempatan tuk lukiskan perasaan.
Adalah Ia, CINTA.
Yang membuatnya mengucap nyata : maukah kau menikah denganku?"

Titik dua adalah sebuah definisi atau penjabaran dari pernyataan yang terucap. Sekedar mengklasifikasi pernyataan atau kalimat, atau mungkin membuat katakata semakin meluas, meraup begitu banyak katakata hikmat.

Bila saja titik dua itu terlihat jelas di depan mata kita. Tentunya tak perlu ada tanda tanya, ataupun titik yang menyudahi beribu kata menanti jawab atau mengakhiri kalimat.

Hanya ingin mempertegas tandatanda sebelumnya. Seyogyanya akan ada titik dua yang menjadi pelengkap dari definisi pernyataan. Atau jika mungkin tanpa tanda kita sudah saling faham, tak perlu kiranya ada titik dua untuk meyakinkannya. Cukup diam, dan meyakinkan diri akan pilihan hati.

Sudahkan kau mendefinisikannya dengan titik dua?


-Khalifa rafa azzahra-
06.50
190711

Rabu, 13 Juli 2011

Tanda Baca (Bagian Ketujuh)

"KURUNG BUKA KURUNG TUTUP"

(  )
Di dalam hidup ini ada hal-hal yang harus kita buka, tentunya juga ada hal-hal yang kita harus tutupi. Termasuk sebuah privasi. Adalah suatu hal yang tak boleh sembarangan kita umbar. Tentang aib seseorang maupun tentang rahasia kawan.

Jika setiap masalah itu mudah didefinisikan, maka tidak akan perlu kepuasan ketika memecahkannya. Bukankah setiap kesulitan yang dapat kita selesaikan walaupun dengan kelelahan itu mengundang kepuasan? dan tentu saja kepuasan itu hakikatnya hanya untuk kita. takkan ada orang lain yang melihatnya. Karena sejatinya hanya diri kita yang dapat melihat dan menilai seberapa bahagia kita, seberapa puaskah kita, seberapa berartinya kah kita. Di mata orang lain tentu saja.

Kepuasan, kebahagiaan, dan hakikat dari kehidupan yang tak bisa langsung dilihat oleh mata, didengar oleh telinga, dirasakan oleh lidah, maupun diraba oleh kulit sebenarnya adalah hal yang MAMPU kita rasakan. Dengan HATI.

Kurung buka dan kurung tutup ini-pun hanya kita yang mampu mendefinisikannya. Untuk siapakah sebenarnya kepuasan, kebahagiaan, dan segala kesuksesan yang sudah kita raih. Nantinya, perlihatkan kurung buka dan kurung tutup ini untuk orang-orang terkasih kita. Yang selalu mendoakan kita, dan tentu saja seseorang yang selalu menunggu kita di titik akhir kesuksesan dengan senyuman.


_Khalifa Rafa Azzahra_

Tanda Baca (Bagian Keenam)

"SPASI"

Ada sesuatu hal yang tak bisa kita lihat. tapi mampu kita rasakan. karena ia membuat jarak. kadang dapat menjadi semakin dekat. kadang juga semakin jauh. ia hanya bisa kita rasakan. seperti sebuah kepercayaan. dan kepercayaan itu ternyata tak bisa hanya dikatakan. ia hanya bisa kita lakukan. kita jalankan. seperti kita menaruh kepercayaan kepada orang lain. layaknya spasi. 

Jika semua hal yang indah itu mampu kita lihat, alangkah tidak menyenangkan hidup ini. ada hal-hal yang merupakanb keindahan, tapi hanya mampu kita rasakan. tak akan dapat kita lihat dengan mata terbuka. hanya dengan mata yang tertutup. lalu kita rasakan...betapa nikmatnya kebahagiaan itu. betapa indahnya kepercayaan itu. kepercayaan yang membuat jarak semakin dekat. kepercayaan yang merupakan tingkatan tertinggi dalam sebuah "hubungan". apapun itu bentuknya.

dan sekarang, mungkin yang engkau rasakan adalah kekosongan. tak terlihat. tapi begitu menjaga. tapi begitu terasa. seperti spasi.

spasi ini adalah kepercayaan yang tak pernah terucap, tak pernah sekalipun menatap. tapi kita sama-sama tau, bahwa kepercayaan itu ada di antara ribuan jarak. di antara jejak-jejak. 


dan bisakah spasi ini selalu ada? karena ia-lah yang sebenarnya mengurai makna. Jika tak ada spasi, bagaimana bisa kuartikan beribu makna? bagaimana bisa rindu itu bermuara. maka cukuplah tandai ribuan suara dengan spasi-spasi cinta...


_Khalifa Rafa Azzahra_