Tampilkan postingan dengan label dia. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label dia. Tampilkan semua postingan

Rabu, 14 Maret 2012

satu..dua..10


katamu,kau lelah. aku mengalah. kubiarkan kau menyetubuhi tanah. sedang aku tetap melangit. di antara mendung yang menggantung. kau, satu-satunya yang mengendapkan airmata di langitku.

hingga malam ketujuh, aku tetap tak berhenti menanti. kulihat dirimu,begitu jauh,hampir jatuh. sedang aku terlampau jenuh. tak henti membuang sauh.

katamu, aku terlalu sering membuang rantingranting kata. apa kau tak suka?

entah sampai kapan aku berhenti menerka. berhenti menjadi yang pertama. menanti dan menyapa.

kelak, takkan kupenuhi engkau dengan airmata. karena cinta adalah seberapa mampu kau menghapus airmata.

jadi,mulai detik ini,jika langitku mendung,dan awanku mulai mengandung. akan aku katakan yang sebenarnya..

berdamailah denganku. meski jarak teramat dekat mengganggu. kugantungkan buliran rindu pada setiap hujan di dadamu.

aku mencintaimu, bumi. cinta yang tak pernah sanggup tertera dalam sepenggal hikayatku. tetaplah disana, menerbangkan doadoa bernama cinta. takkan kupatahkan segala asa dan percaya bahwa kau adalah tempatku berpulang. kau adalah setiap cuaca yang terlukis di langitku.


-Khalifa Rafa Azzahra-
surakarta 140312 14.50 


Sajak Cintaku kepada Bumi

1. Di kepalaku, ribuan puisi tertera. menuliskan bait-bait memori tanpa koma.

Di mataku, sajak sunyi bersemi. melukiskan jejak-jejak cinta dalam hati.

Di dadaku, setiap luka bermuara. setiap hening berdenting menyapa mimpi tanpa jeda.

Di sini aku terdiam. hanya menanti sejak tadi. sedangkan engkau tak pernah merasa aku menunggumu. menanti sesuatu yang tak merasa dinanti lebih mengecewakan. karena itu, aku tak mau lagi menanti. cukup melangkah. sampai lelah. 

2. Mungkin terlalu pusing, segala suara berpaling-dari hening menjadi denting

aku ingin belajar darimu, mendengar yang tak terdengar. merasa yang tak terasa. melihat yang tak terlihat

mencoba memaknai setitik debar, setiap eja, dan sebuah isyarat.

dengan sederhana, sesederhana kau dan aku yang kini menjadi kita.


3. Apa yang dikhawatirkan dari rindu? sedang takkan ada satu orangpun yang mengambilnya dariku. pernah, kubiarkan ia sendiri. terduduk, sambil menanti satu kata dari sebuah nama yang ada di hati. lalu, engkaupun datang, membuat ramai sepiku dengan sapaan,  "Selamat Pagi, Cinta." Rindu itu tetap ada, meski ia lupa bagaimana caranya berbicara.



4. Puisi itu kamu
dan kamu adalah rindu.

rindu itu cinta
dan cinta adalah perhatian tanpa jeda

jatuh cinta kepadamu
membuat seluruh puisi menjadi katakata - menjelma harapan - dalam doadoa yang tak berkesudahan

dari pagi ke siang
dari siang ke senja
dari malam yang tak pernah berhenti menebar bayang

"kamu ada di setiap doadoaku"

5. * Hujan boleh saja berhenti di depan rumahmu, tapi adanya dia akan membuat engkau lega.
karena tak lama lagi pelangi akan mengetuk pintu lalu bertamu padamu,

dulu, dengan sepikah kau menikmati rinai yang menetes dari ujung dedaunan?
kini, aku rasa tak lagi. sebab di sampingmu ada yang telah menyeduh pucuk-pucuk harum, lalu menghidangkannya hangathangat di hatimu.

kelak, seperti juga hari ini, dia akan selalu siap menyelimuti gigilnya jiwamu, atau bahkan mengambil gegugur daun dan menuliskan pesan bernama cinta. berkali-kali. tak henti-henti. meski mungkin ada yang tak sampai padamu.

sebab, ia telah berulang merapal doa padaNya
"Duhai Robb, izinkan aku menjaga pasangan jiwaku. s e l a l u."*
* from my friend rifi

6. Sejauh aku melangkah dan berlari. tapakku akan selalu membersamaimu. dalam setiap denyut nadi, setiap debar, setiap desah.

Aku di sini, di hatimu.


7. seperti gelombang, yang selalu menghempas, berulang kali terbuang dan kau selalu memberi nafas
kau, adalah pantai rinduku. yang selalu akan kutemui. saat ombakku bertandang di dada bidangmu. sunyi.

8. kau adalah setiap cuaca di langitku. memberi arti rindu pada setiap biruku.
9. mungkin sudah jelas. atau aku tidak bisa mempertegas sekali lagi. raut wajah yang selama ini mengendap dalam memori.

tapi, wajahmu selalu mengekal. menjadi jantung di pikiranku yang dangkal. mengingatmu. selalu.

entah, apa karena aku yang teramat jenuh menggambar ekspresi dan arti dari setiap tawa dan tangismu. atau karena aku memang sudah sangat hafal. keningmu yang selalu tak henti berkerut itu, seakan menghisapku lebih lama dalam pusaran rindu.

di matamu, aku ingin menjadi pelangi yang hilang sesekali. namun selalu kau nanti.

 10. Kurasa, jarak memang semakin mempertegas segala rasa yang terserak.
tidak seperti dulu, saat aku hanya dapat mendekap 'mungkin'. dan asa selalu saja angin. melayang dan terbang di antara ingin dan musim. hingga malam selalu saja ganjil. memberikan rindu yang tak henti menjemput kalbu.

sebab mungkin aku ada, atau mungkin hanya tiada. sepotong diam yang tak henti mencinta hingga penghujung senja.


-Khalifa Rafa Azzahra-
nyanyian jiwa untuk bumi-ku..

Selasa, 27 Desember 2011

Catatan Tinta Sahabat "Ketika Debar menjadi Getar"

Bismillah... 

semoga Allah memberikan kekuatan kepadaku, kepadamu, kepadanya, dan kepada kita semua

Teruntuk Kekasih, (yang masih menyempatkan sepasang matanya, sekedar membaca sebuah coretan di dunia maya)

entah, sudah keberapa kalinya mataku beradu pandang denganmu. sekalipun hati menghindari, entah kenapa langkah ini selalu menuju padamu. masih kuingat, sampai pada detik ketiga kita terdiam. sama-sama tak bisa berpikir, bagaimana bisa Allah menjadikan setiap langkahku bermuara padamu. 

Untukmu, jiwa yang indah ada di hatiku
entah pada halaman keberapa aku menuliskan namamu. halaman yang selalu kubaca setiap hari beserta ayat-ayat cinta dariNya. ya, aku selalu membacamu setiap kali aku berbincang denganNya. apakah karena namamu begitu indah,sehingga dalam surahNya aku selalu menyebutkan namamu? ataukah karena Dia menunjukkan engkaulah jiwa yang terindah yang dipilihNya untukku?

entah, pada hitungan keberapa aku menengadahkan tangan, berusaha untuk menjagamu melalui doa-doa yang kusampaikan padaNya. karena aku tau, kau begitu indah untuk aku sentuh. kau menyatu dalam alamku, tapi aku sama sekali tak berani untuk menyapamu. begitu indahnya Dia mempertemukan kau dan aku, masih tak bisa kupikirkan bagaimana Dia mempertemukanku denganMu disaat aku sama sekali tidak ingin bertemu denganmu.

pertemuan pada selintas jejak, hanya sekejap mungkin. tapi entahlah, kenapa begitu lekatnya engkau di hatiku. aku tak bisa mengingkari, sulit sekali hati ini mencoba untuk terlupa. apakah salah jika aku mencoba untuk melupakan, aku tak ingin bermain dengan hati dan perasaan, karena aku lelaki. dan lelaki sejati tak akan pernah membohongi diri sendiri.

aku tak ingin sekalipun menyakiti, yang ada dalam pikirku adalah aku ingin tetap berada pada lembar dan halaman yang sama denganmu. meskipun kau dan aku, memang sangat berbeda. bukankah kita memang diciptakan dengan perbedaan-perbedaan? bagaimana jadinya jika kita bersama?

untukmu kekasih,
entah pada bait keberapa kunamai rasa yang hadir darimu, melalui sebuah puisi maupun sajak. kutulis semua yang kurasakan pada tulisan-tulisan. sungguh, aku tersiksa, dan aku ingin mengurangi semua ini dengan meluapkannya pada sebuah sketsa. ada yang bilang, kadang sahabat sejati itu adalah tulisan kita sendiri. sahabat sejati adalah semangat yanga da pada diri kita sendiri. karena ia adalah sisi positif kita. 

jujur, aku ingin hilang saat itu juga. berpikir tentangmu adalah sesuatu yang tak ingin aku lakukan tapi entah kenapa dirimu selalu saja terngiang?

diam kadang kala menjadi langkah yang tepat ketika segala katakata tak berdaya kuucapkan untukmu. entah kenapa kau berikan begitu banyak debar yang kini berubah menjadi getar rindu. ada yang perlahan mulai mekar di hatiku, dan sungguh,,Allah...berikan aku kekuatan untuk memahami makna dari semua ini

aku merasa detik berubah menjadi sangat panjang dan lama. serupa lorong kosong tanpa cahaya. kulalui semua tanpamu, dengan begitu banyak kegiatan. pikirku, mungkin dengan banyaknya kegiatan, aku dapat mengurangi perhatianku untukmu. tapi, sungguh, di sela-sela aku berjalan, ketika berhentipun Dia mempertemukanku denganmu. 

Duhai Rabbku, penggenggam setiap jiwa. sebenarnya apa maksud dari semua ini?

teruntuk kekasih, 
entah harus bagaimana aku mengungkapkan semua, sedang lisanku sungguh tak berdaya. ada kata yang tertahan, tak sempat aku mengucapkan. 

inginku memahami semua ini, mulai menjaga hati. dan kini Dia mulai menumbuhkan rasa untuk mendamba. ya, aku mendamba dirimu. menjadi bagian dari hidupku, selamanya. 

aku tergugu dalam sujud panjangku di sepertiga malamku. berharap, suatu saat nanti Dia kan berikan jalan untuk sedikitnya bertemu denganmu, mengucapkan kata barang sejenak, lalu mulai menyampaikan niatku untuk menjadikannya halal bagiku.

dan kini, di saat Dia mempertemukanku denganmu dalam mimpi. inginku menjadikanmu sebagai anganku. harapku menjadikanmu sebagai tulang rusukku. 

sungguh, kekasih, ingin kujadikan dirimu halal untukku, melalui sebuah coretan ini, kusampaikan debar-debar hati yang kini selalu menjadi getar rindu di setiap hariku. 

aku merindumu, dan ingin mencintaimu selalu, karenaNya..ya, karena Dia memberikan cintaNya yang tertuju untukmu.



_Khalifa Rafa Azzahra_
NB: sebuah coretan cerita sahabat


...ketahuilah bahwa rindu itu seirama dengan kalbu. ia akan membersamai pecinta sejati, dimana dzikir dijadikannya sebagai arah alir dimana disanalah kan tercipta muara yang sama, muara dimana kita samasama mendamba nama yang sama...

Rabu, 02 November 2011

Tentang Seseorang (Bagian ketiga)

Tentang dia lagi. aku teruskan ceritaku tentang dia ya.

Jika orang lain bercerita tentang dia, takkan bisa sepertiku bercerita tentang dirinya. Dia seorang yang menjaga agamanya, menjaga pandangannya, menjaga auratnya...

Sehari-hari dia lakukan dengan penuh perjuangan (ehm, sedikit berlebihan ya?) tapi takkan berlebihan jika ku beritahu hal yang sebenarnya. Hari demi hari dia lakukan di jalan, ya, hampir setiap hari dia tak lepas dari motor kesayangannya. Menyisir jalan. menuju satu tempat ke tempat yang lainnya. Menebar satu manfaat.

Dia berusaha untuk tidak mengeluh. Jikapun dia lelah, dia akan memilih untuk diam. diam sejenak. menarik nafas panjang, beristirahat. Banyak sekali teman-temannya yang bilang, "memangnya kamu tidak capek?". hhmm...itulah konsekuensi dari sebuah perjalanan panjang. lelah itu biasa, tapi ketika kelelahan menjadikan kita menyerah itu sia-sia. Memang perjuangan itu diliputi kelelahan.

Ada orang yang bilang dia memiliki sisi tangguh dalam dirinya. ya, dia termasuk orang yang tangguh. orang yang cekatan. ulet. tangkas. dan, jagoan. tapi setiap orang memang memiliki sisi kelemahan, kelemahannya adalah perasaan. kelemahannya adalah ketakutan dan kekhawatiran. bahkan sampai saat ini, dia ingin sekali menetralisir semua itu. dengan mencoba untuk menguatkan diri. sendiri.

Dia pernah bilang sesuatu kepadaku, katanya..."jangan pernah mengandalkan orang lain untuk kesuksesan kita. karena kita sendiri-lah yang punya generator itu. orang lain hanya faktor ekstern yang 'mendorong' kita supaya tidak jalan di tempat. "

itu obrolannya denganku terkait tentang hidup. kalau tentang cinta...dia pernah bilang,"ketika seseorang mencintai kita, jangan menjadikannya sebagai orang yang selalu 'bertanggungjawab' atas diri kita. kadang ketika kita 'tidak sadar' sudah memiliki seseorang yang 'peduli' dengan kita. di saat itulah kekuatan kita berkurang. kita 'lebih sadar' untuk senantiasa bersandar padanya. Tetaplah berdiri di atas kaki sendiri.Sampai waktu membuat kaki kita dengannya sejalan, lalu kita bisa melangkah bersama-sama menuju mimpi yang sama."


Dia memang menarik. setidaknya itulah yang bisa kukatakan sampai detik ini. dia bisa membuat teman-temannya tertawa ketika berada di sampingnya. dia berusaha untuk tetap tersenyum dan tegar, ketika ribuan masalah mendatanginya. setidaknya itulah yang bisa kuceritakan...


_Khalifa Rafa Azzahra_

Selasa, 11 Oktober 2011

Aksi-Reaksi "Bagian Kelima"

di dadamu, bermuara segala debar. di bibirmu, tak henti getir bergetar
semua yang hadir akan berpulang, semua yang pergi akan datang
barangkali, tiaptiap syair adalah penjelmaan suara yang tak pernah menjelma menjadi ucap kata


Aku seringkali menulis tentang segala sesuatu yang hadir dan berpulang. bahwasanya yang hadir pasti kan berpulang. sebelum semuanya mengecup takdzim seluruh dzikir. kiranya ada yang terbit yang acap kali sering disapa dengan getir. getir atau lebih tepatnya kita sebut dengan kekhawatiran adalah sebuah simfoni rasa yang akan hadir jika kita mempunyai perhatian yang lebih kepada seseorang yang kita khawatirkan.



itulah sebab asal mulanya getir mengucap. karena sebuah rasa peduli yang seharusnya tanggap melihat situasi dan kondisi yang mengkhawatirkan dari yang "terkasih". selebihnya hanya ada doa yang mengalir. tak perlu khawatir akan segala sesuatu, karena awal mula sebab akibat dan aksi reaksi ini sebenarnya sudah terungkap dalam sebuah hikayat yang menjadi sabda bagi seluruh hambaNya.kita,sebagai hamba, hanya patut untuk senantiasa belajar. tentang adalahnya mula,dan tentang adanya akhir...

_Khalifa Rafa Azzahra_
*Duhai Rabbku,yang memahami setiap hati,yang mengetahui siapa yang peduli.
Lindungi ia, dan berikanlah kesehatan kepadanya..orang-orang yang tercinta. karena semangatnya adalah semangatku.karena senyumnya adalah senyumku

Senin, 10 Oktober 2011

---tentang seseorang--- (Bagian kedua)

masih tentang dia. dia yang tidak perlu dikenal siapa. tak perlu juga dikenang tentangnya. dia yang selalu menulis kata-kata. mengurai selalu makna. dan dia, yang kata-katanya kadang digunakan oleh orang yang memanfaatkannya.

dia yang sekarang sedang berusaha memaafkan. lebih tepatnya memaafkan dirinya sendiri. atas segala kesalahan yang telah diperbuatnya di masa lalu. kesalahan yang memang wajar akan dilakukan oleh setiap orang, kesalahan yang manusiawi, pembuktian bahwa ia juga manusia_sekuatkuatnya imannya, ia tetap manusia yang penuh dengan kekhilafan. ia sedang ingin berdamai dengan dirinya sendiri. namun, sayangnya ia sedang tidak ingin diketahui. lebih tepatnya ia ingin menghilang. karena kadang perhatian manusia begitu melenakan. karena terkadang, perhatian manusia itu melemahkan. membuat diri tak bisa lagi menjadi pribadi yang tangguh. karena merasa telah ada yang akan menguatkan...


masih tentang dia. dia yang kata sebagian orang, termasuk perempuan yang romantis. perempuan yang bersuara lembut. ketika dia menyanyi, ataupun memperdengarkan tilawahnya, bisa membuat degup jantung siapapun berlari menuju Ilahi. dia yang selalu menundukkan pandangannya. dia yang tidak pernah sekalipun menyentuh lelaki. dia yang sampai saat ini kulihat masih sendiri. entah siapa yang ditunggunya. kadang aku lebih suka melihatnya diam. karena kadang, dia suka menyembunyikan perasaannya yang sebenarnya. memang dia tak suka mengungkapkan. dia lebih suka menulis sesuatu, yang entah sesuai dengan hatinya atau tidak. tapi, dia biasanya menulis cerita tentang para sahabat-sahabatnya. berusaha masuk dalam wilayah yang berbeda. turut berempati.


dia yang sampai saat ini masih belajar untuk memperbaiki diri. dia yang kukenal sangat tangguh. entahlah, mungkin dia punya kekuatan yang lebih untuk melakukan hal-hal yang kukira 'luar biasa'. dia suka mengendarai motor. menurutku kesukaannya menaiki motor karena itu adalah kebutuhan. tapi entahlah sekarang mungkin menjadi kegemaran. setiap hari kulihat ia pasti menaiki motornya. kemanapun dia pergi, 've' nama motornya, selalu ia bawa.

oia, dia selalu berusaha untuk melakukan pekerjaannya dengan sempurna. tanpa mengecewakan orang lain. pernah suatu kali, gara-gara dia harus mengambil bukti pembayaran nasabah, dia harus pulang dari solo menuju lasem naik motor. di rumah hanya numpang tidur. setelah itu keesokan harinya dia langsung balik lagi ke solo. bagi sebagian orang mengendarai motor dengan jarak sejauh itu adalah hal yang luar biasa. tapi menurutnya mungkin itu adalah hal yang biasa. hal yang luar biasa menurutku adalah, ia selalu bersikap tangguh, menghindari sifat mengeluh. paling-paling kalau dia sedang kelelahan dia hanya diam. mengunci diri di kamar. sampai tertidur karena kelelahan.

oia, aktivitasnya di pagi hari, siang hari dan sore hari selalu ia bagi-bagi. antara mengajar, menjadi pegawai di sebuah perusahaan swasta, dan ngelesin murid. aku pernah bertanya kepadanya, untuk apa dia melakukan semuanya itu. bukankah itu akan membuatnya capek, lalu dia akan gampang sakit. tapi dia menjawab bahwa baginya, kesibukan itu adalah tanda bahwa produktivitas mulai datang, karena terkadang waktu luang itu begitu melenakan.


kesibukan dan dirinya, adalah satu kesatuan yang tak terpisahkan. dia menginginkan segala aktivitasnya bermanfaat bagi orang lain. tapi yang kurang aku sukai dari dia adalah..dia adalah pribadi yang gampang khawatir, gampang memikirkan sesuatu hal..karena itulah dia sedikit sensitif. suka memikirkan sesuatu hal yang aneh-aneh, mungkin seharusnya dia ikut terapi berpikir positif mungkin ya?


oia, masalah ibadah, dia merupakan pribadi pembelajar. memang tidak seperti orang kebanyakan. yang religius sekali karena didikan pesantren atau pondok. dia hanya didikan keluarga yang agamis. dulu, dia pernah sekolah di madrasah an-nashriyah.hanya sekolah siang. setelah dia sekolah umum di pagi hari. hanya itu saja. tapi jika melihat penampilan fisiknya, pasti orang-orang mengira dia lulusan pesantren.


dia bingung dengan orang kebanyakan. mengapa agama harus diajarkan sedemikian rupa. seharusnya pendidikan yang paling utama itu adalah dalam keluarga. keluarga adalah pondasi utama pembentukan karakter pribadi seseorang. hhmm...tapi, yasudahlah, memang setiap orang berbeda.



menulis adalah hal yang disukainya selain memasak. karena itulah dia sekarang menulis...


tentang dia


                             tentang seseorang ..........    dan



                                                                        tentang dunia




_Khalifa Rafa Azzahra_

Minggu, 09 Oktober 2011

---tentang seseorang---

kan kuceritakan tentang seseorang. seseorang yang dekat dalam hidupku. ia seorang perempuan. perempuan yang punya semangat tinggi untuk membahagiakan orang di sekitarnya. perempuan yang tidak mudah menyerah. perempuan yang supel, rajin, dan suka menolong sesama.

ia berasal dari keluarga yang sangat bahagia. baginya keluarga adalah segalanya. ada umi yang selalu siap di saat ia ingin curhat, ada abi yang senantiasa mendampingi di saat ia membutuhkan. umi, abi, dan adik-adiknya. ia tinggal di sebuah kota kecil di jawa tengah. dulu, ia merupakan orang yang sedikit pendiam. hanya orang-orang tertentu yang benar-benar mengenal sifatnya. sifat yang sedikit sensitif_perasa_peka, dan pemikir. mungkin itu salah satu kelemahannya, ia suka memikirkan apa yang dikatakan orang terhadapnya. sampai-sampai ia tak punya cukup waktu untuk bercerita selain pada selembar kertas. ia rajin bicara dengan selembar kertas. jangan berpikir ia gila, tidak. ia tidak gila. ia hanya sedikit ingin berbagi, tapi tidak ingin dikhianati. jadilah buku adalah sahabat terbaik yang pernah ada dalam hidupnya.

kehidupannya di rumah berlangsung seperti orang-orang kebanyakan. waktu sekolah, yang ia lakukan adalah belajar, kadang bermain bersama teman. tapi ia bukan pribadi yang senang keluar dan bermain bersama teman. hanya sesekali saja, ketika itu memang diperlukan. baginya bermain itu kurang begitu menguntungkan. jadi, ia banyak menghabiskan waktunya untuk belajar.


bicara tentang prestasi. sewaktu SD cawu 1 ia mendapat rangking 14. fantastis bukan? setelah itu, rangkingnya hanya berpindah dari rangking 3 ke 2 atau 2 ke 3. sampai dia kelas 6. entahlah, juara 1 sangat sulit didapatkannya. memang manusia tidak ada yang sempurna bukan? yang penting dia sudah berusaha semaksimal mungkin untuk mendapatkan yang terbaik.

waktu SMP, ia lalui dengan banyak pengorbanan dan perjuangan. ia harus latihan untuk pulang pergi naik bis. berangkat sekolah jam 6 kurang, adalah waktu yang sangat biasa baginya. SMP baginya kurang begitu berkesan. ia sosok yang pendiam, mungkin karena masa itu baginya merupakan masa pencarian jati diri yang sebenarnya.

ngomong-ngomong masalah keuangan, dari SD ia sudah terbiasa untuk mengelola uangnya sendiri. karena dari SD ia sudah diberikan uang bulanan, jadi bukan uang harian. dan yang perlu kalian tau, ia tidak pernah meminta lebih kepada orang tuanya. ia dikenal sebagai pribadi yang nerima, qanaah atas segala sesuatu yang sudah orang lain berikan kepadanya. tidak banyak protes. mungkin juga karena ia adalah anak yang pertama.


dari SMP ia mulai menulis. menulis dimana saja, di buku catatan, di buku harian, di manapun itu.

ia juga pernah minder, merasa tidak percaya diri atas dirinya sendiri. mungkin karena begitu banyak kelemahan yang ia punya. terlebih tentang fisiknya. entah kenapa ia sering minder, merasa kurang pede, dan bahkan cenderung untuk memendam masalahnya sendiri.

waktu SMA ia mulai bangkit, memperbaiki kesalahan waktu SMP. sifatnya yang buruk banyak yang berubah. ia mulai supel. punya banyak teman, dan yaaah...ada cerita yang indah waktu SMA dengan temannya. biasa, cerita tentang persahabatan. ia mempunyai sahabat SMA yang banyak.

baginya waktu adalah selintasan kesempatan yang dapat dilakukan. baginya kunci sukses adalah pertemuan antara kesempatan dan kesiapan. karena itulah ia lebih banyak bermuhasabah selepas ia lulus SMA.
waktu kuliah adalah waktu yang sangat berbeda. ia dituntut untuk lebih banyak mandiri. ia dilepas oleh orang tuanya. nun jauh disana, jauh dari kampung halaman. hanya satu inginnya, ia ingin membuktikan ke orang tuanya bawa ia mampu untuk sukses. ia meyakinkan dirinya sendiri bahwa hidup tak bisa bergantung pada orang lain. hidup harus dipertanggungjawabkan sendiri-sendiri.


ia sering menulis mimpi-mimpinya, pada selembar kertas. mimpi-mimpi yang perlahan, entah ia sadari atau tidak, terwujud satu per satu.



dan hari ini, ia kembali menulis mimpi...


tentang ia, tentang seseorang dan tentang dunia.....


091011




_Khalifa Rafa Azzahra_

Mengulang kembali tanggal dan bulan yang sama

Jumat, 16 September 2011

Cahaya Hati "Bagian Pertama"

"dan ketika kepastian itu ada di hati, keyakinan akan serta merta mengiringi...

dan ketika dua hati saling bertaut, cukuplah dengan doa, semoga Yang Maha Menjaga senantiasa menjaga kesucian cinta. selamanya

teruntuk hati yang paling kukasihi, entah siapa yang berhak memiliki...

yakinlah...semuanya kan indah pada waktunya"



_Khalifa Rafa Azzahra_