Selasa, 19 April 2016

Nasihat orang tua

Kutipan dari tulisan Alm KH E.Z. MUTTAQIEN,
Rektor Unisba yang pertama.​
(InsyaAllah baik untuk anak2 kita maupun untuk kita sendiri )

"ANAK-2 KU " ... 
Ada kehawatiran besar setiap orang tua !!!
disaat tua,
disaat daya melemah,
disaat anak2 semakin sibuk.?

KESENJANGAN.
Diawali dari merenggangnya komunikasi...,
terjadinya perbedaan alam pikir yg menjauh...,
Dan ... sulitnya saling memahami,
yg mungkin skrg belum terbayang oleh kalian semua...??
tapi itu akan terjadi...!!!

KELAK ... pd saatnya kami hanya bisa berdoa dan berlinang air mata.
Mengiringi semua kekhawatiran yg menyelimuti hati kami.

Yang kami khawatirkan adalah keselamatan kalian, juga syakaratul maut kami. 
"Akan adakah anak2 tercinta menggumamkan Kalimat TALKIN mengiringi perjalanan kami pulang keharibaanNya saat syakaratul maut" ??

SAAT INI kami sangat ingin
komunikasi kita berjalan mesra..., ramah.., penuh rasa rindu...& canda ria.
Kami berharap komunikasi kita membuat kita saling faham memahami.

MEMANG kebersamaan kita hanya sebentar.
Hanya ±30 tahunan,
Sisanya kalian akan bersama insyaAllah dengan pasangan kalian nasing2 sampai akhir hayat kalian.
Rasanya sangat sebentar,
belum cukup kita berbagi rasa diwaktu 30 tahunan itu.

Tapi mudah2an komunikasi yg kita bangun sekarang ini bisa memperpanjang kebersamaan rohani kita & mengecilkan rasa khawatir yg selalu ada di hati kami.

ANAKKU...
Jaga Sholat kalian,
Jaga Shodaqoh kalian,
Selalu Berbuat Baik,
Jangan pernah letih & malas utk mendekatkan diri kpd ALLAH.
Berdoa lah selalu untk orang....tuamu.setiap selesai sholat....
Allohumma ghfirlii waliwalidayya war hamhuma kama robbayanii shoghiroo 3x
Berbuatlah yg bisa membuat Orang Tua kalian berbahagia di Alam Barzah dan Akhirat kelak...Aamiin.

Kami TITIPKAN masa depan Akhirat kami kpd Akhlaq Mulia kalian"., Maha suci Allah SWT Aamiin, YRA

Senin, 18 April 2016

Episode1 : Malam

Seperti malam-malam sebelumnya kita selalu disibukkan oleh tawa dan tangis mereka, buah hati kita. Sampai mereka terlelap dan kita terbungkus oleh penat_kita baru saja mengeja koma lebih lama dari biasanya untuk sekedar bertanya kabar.

Sabtu, 16 April 2016

Nasihat ibu

Share dari grup sebelah

Ungkapan Kehidupan💧

Seorang  anak gadis bertanya pada ibunya : "Ma.. mama selalu terlihat cantik.. Aku ingin seperti Mama, tolong beritahu aku caranya, Ma.."

Dengan tatapan lembut dan senyum haru, sang Ibu menjawab :

"👄 Untuk bibir yang menarik, ucapkanlah perkataan yang baik..

👸  Untuk pipi yang lesung, tebarkanlah senyum ikhlas kepada siapa pun..

👁 Untuk mata yang indah menawan, lihatlah selalu kebaikan orang lain..

💃 Untuk tubuh yang langsing, sisihkanlah makanan untuk fakir miskin..

💅 Untuk jemari tangan yang lentik menawan, hitunglah kebajikan yang telah diperbuat orang kepadamu..

👰 Untuk wajah putih bercahaya, bersihkanlah kekotoran batinmu..

Anakku..

🔹 Janganlah sombong akan kecantikan fisik, karena itu akan pudar oleh waktu.. Dan ingatlah bahwa kecantikan perilaku tidak akan pudar walau oleh kematian..

🔸 Biasakanlah untuk mengucapkan empat kata kepada siapapun dengan santun : terima kasih, maaf, tolong dan permisi..

🔸 Jika kamu benar, maka kamu tidak perlu marah..

🔹 Jika kamu salah, maka kamu wajib minta maaf..

🔸 Kesabaran dengan keluarga adalah kasih..

🔹 Kesabaran dengan orang lain adalah hormat..

🔸 Kesabaran dengan diri sendiri adalah keyakinan.

🔹 Kesabaran dengan Allah adalah Iman..

🔸 Jangan terlalu mengingat masa lalu, karena hal itu akan membawa air mata..

🔹 Jangan terlalu memikirkan masa depan, karena hal itu akan membawa ketakutan..

🔸 Jalankan saat ini dengan senyuman, karena hal itu akan membawa keceriaan..

🔹 Setiap ujian dalam hidup ini bisa membuat kamu pedih atau lebih baik..

🔸 Setiap masalah yang timbul bisa menghancurkan atau menguatkanmu..

🔹 Pilihan ada padamu, apakah kamu akan memilih menjadi korban atau pemenang..

🔸 Carilah hati yang indah dan bukan wajah yang cantik..

🔹 Hal-hal yang indah tidak selalu baik, tapi hal-hal yang baik akan selalu indah.."

Semoga bermanfaat..😇🙏

Rabu, 03 Februari 2016

Kesiapan

Jika ditanya siap atau tidak siap menghadapi semuanya.  Pasti semua akan bilang tidak siap.  Ya,  menghadapi semua hal baru sendiri dan pasti harus berkorban dan berjuang lebih besar daripada sebelumnya membuat kita berpikir : hidup ini tidak akan menunggu kesiapan kita.  Siap atau tidak siap kita harus siap menghadapi semuanya.

Terkadang kita tidak bisa memilih apa-apa yang terbaik bagi kita.  Terkadang pilihan-pilihan yang membuat kita nyaman ternyata bukan untuk kita.  Kita dihadapkan pada satu kenyataan yang berbanding terbalik dengan kesiapan kita.  Ya,  mau tidak mau kita harus menerima.  Karena terkadang mencoba untuk menerima jauh lebih baik daripada menghindar karena takut tak bisa melewati semua.

Jumat, 29 Januari 2016

Feeling #part6

Bunda merasa bersalah sekali setiap kali menyuapimu,  nak.  Perasaan yang begitu menyakitkan karena harus berulang kali kesal kepadamu. Ingin hati bersabar,  membiarkan kamu sesuka hati semaumu entah makan entah tidak.. Tapi apa daya.

Bunda begitu menyayangimu sampai2 bunda takut kamu kenapa2 kalau tidak makan.

Maafkan bunda, nak.. Belum bisa jadi bunda yang baik untukmu. Yang tidak memaksamu untuk makan,  yang tidak sanggup membuatkanmu menu yang kreatif dan enak setiap hari.  Bundamu yang sering sekali menakut2timu agar kamu makan. 

Aah jahatnya aku.. Aku tahu kalau semua cara yang kulakukan sangatlah tidak baik.  Tapi kenapa juga sayang kamu tidak mau makan sebelum bunda melakukan segala macam cara seperti di atas.

Apa yang harus bunda lakukan agar pola makanmu baik?

Maafkan bunda,  nak

Rabu, 27 Januari 2016

Feeling #part5

Cemburu. Satu kata itu mungkin yang sedang aku coba untuk pelajari sekarang ini. Bagaimana tidak mungkin terlalu dini untuk membagi cintaku untuk 2 buah hati yang sekarang ini mewarnai kebahagiaanku.

Ahmad zakiuddin adhafi, pangeran kecil pertamaku yang lahir 2013 lalu di bulan yang sama dengan bulan lahirku. Menyusul adeknya, Rayyan alfath tsaniy yang lahir 2 tahun kemudian sontak membawa perubahan yang sangat besar bukan hanya pada adha, tapi padaku juga.

Butuh perjuangan dan pengorbanan lebih besar mempunyai 2 batita yang semuanya membutuhkan perhatian dan kasih sayangku.

Terkadang aku mulai mengerti tindakan kecil adha yang mencerminkan kecemburuannya pada adeknya. Dari yang selalu muntah setelah minum susu untuk mengalihkan perhatianku dari adeknya ke dirinya. Atau ketika aku sedang ngeASI adeknya dia selalu minta susu juga, atau yang belagak sakit ini sakit itu supaya aku memeluk dirinya.

Jujur rasanya hati ini begitu...ah tak bisa kugambarkan. Tapi memang inilah yang harus aku jalankan. Peran menjadi seorang bunda yang mempunyai 2 batita dan nanti tidak akan mempunyai pembantu. Hhmm...sungguh sangat berwarna pasti nanti ke depannya.

Aku tidak bisa membagi cintaku untuk 2 anakku. Aku mencintai adha 100% dan aku mencintai alfa juga 100%.

Mungkin aku harus belajar banyak hal bagaimana menyikapi kecemburuan kakak pada adeknya. Bahkan malam inipun aku mau nen ke adeknya pun ngga boleh sama kakaknya. Hhmm sepertinya dia memang takut aku berpindah ke lain hati.

Selasa, 05 Januari 2016

Feeling #part4

Pernah tidak merasa nothing dan failed atas sesuatu.  Kini aku merasakannya.  Aku merasa belum jadi ibu yang baik.  Aku gagal bersabar pada anak.  Anak pertamaku adha itu memang benar-benar menguji kesabaranku.  Karena satu hal yaitu ngga mau makan.  Makan yang susah.

Kalau ngliat anak susah makan ini benar-benar membuatku stress. Sampe emosi sampe marah sampe benar-benar merasa berdosa menyuruh anak makan.  Harusnya pola makannya terbentuk dg baik. Nyatanya tidak semudah itu. Adha hanya mau makan kalau jalan-jalan dan main.  Sedang sekarang kondisinya sudah sangat berbeda.  Adha sudah punya adik. Adik bayi.  Dan kita tidak mungkin keluar terus tiap hari hanya untuk jalan-jalan.

Maafkan bunda nak.. Bunda yang salah. Maaf telah memarahimu dan memaksamu untuk makan.