Tampilkan postingan dengan label kesehatan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label kesehatan. Tampilkan semua postingan

Selasa, 29 Agustus 2017

Vaksin MR ? Halal ngga ya ?

Halalkah vaksin MR ?
================
Oleh: Mila Anasanti

Program vaksinasi serempak campak dan rubella, Measles dan Rubella (MR), oleh pemerintah saat ini, seperti biasa membuat antivaks mengangkat kembali isu halal haram vaksin, terutama aspek ketersinggungannya dengan tripsin babi (porcine). Padahal, kalau ditanya ke mereka, sebenarnya mereka tau gak sih vaksin-vaksin apa saja yang memakai tripsin babi yang digratiskan pemerintah di Indonesia ? Ternyata mengamati diskusi sana sini, para antivaks ini cenderung menggeneralisir seolah-olah semua vaksin bersinggungan dengan tripsin babi.

Membahas proses istihalah panjang lebar sampai tingkat molekuler atom segala, padahal sama sekali tidak relevan dengan masalah yang dihadapi. Saat ini kita tidak sedang berhadapan dengan vaksin yang bersentuhan dengan tripsin babi. Lalu, apanya yang mau digugat ?

Vaksin MR yang saat ini dipakai oleh pemerintah, apakah pakai tripsin babi juga pada proses menyiapkan sel untuk pembiakan ?

Jawabannya adalah TIDAK.

Vaksin MR yang dipakai pemerintah saat ini produksi India (SSI - Serum Institute of India). Biofarma memang sedang menyiapkan produk vaksin lokal buatan sendiri, tapi belum selesai uji kelayakan atau uji klinis. Dan tidak seperti jamu2an tradisional yang bisa langsung dijual begitu jadi, produksi vaksin sangat ketat, butuh uji kelayakan sampai beberapa lapis untuk bisa dilepas di pasaran.

Lalu kalau tidak memakai tripsin babi, vaksin MR pakai tripsin halalkah ? Sebagaimana pertanyaan yang sering diajukan oleh antivaks, kenapa tidak tripsin sapi ?

Asal tahu saja, penggunaan enzym tripsin dari hewan (baik sapi ataupun babi) sama-sama mengandung resiko, yaitu resiko terkontaminasi patogen yang ada kemungkinan tidak bisa dihilangkan sempurna. Meskipun pada sebagian kecil produksi vaksin luar yang masih menggunakan tripsin babi ini, resiko itu dieliminasi sekecil mungkin dengan uji kelayakan berlapis-lapis. Tapi secara teoritis, resiko itu tetap ada. Dan sekecil apapun resiko itu, ilmuan berjuang mati-matian untuk menghilangkannya sama sekali. Maka saat ini sedang dikembangkan bahan-bahan pengganti yang tidak berasal dari hewan (animal-component free [ACF] atau animal origin free [AOF]). Alternatif dari tripsin hewan ini, saat ini sudah tersedia, yaitu dengan menggunakan enzim tripsin yang diproduksi dengan teknologi DNA rekombinan (recombinant trypsin) memanfaatkan kemajuan bioteknologi, sehingga tripsin tidak perlu lagi diambil dari hewan. Demikian juga dengan vaksin MR produksi India yang dipakai pemerintah saat ini, menggunakan DNA rekombinan ini yang telah diuji oleh ilmuwan-ilmuwan India dari SSI, bisa ditemukan di jurnal ilmiah berikut ini disini

Jadi vaksin MR ini memakai DNA rekombinan yang bebas dari hewan. Maka gunakanlah data-data ilmiah. Sekarang antivaks yang mengklaim vaksin MR mengandung bahan haram, datanya darimana ? Pasti tidak ada, kecuali berbekal anggaban bahwa vaksin ini belum memiliki SH. Apa semata-mata karena tidak ada SH lalu dihembuskan khabar mengandung bahan haram lalu dihubung2kan dengan tripsin babi, tanpa data ? Apakah seperti ini akhlak muslim menghembuskan khabar yang tidak benar ?

Kenapa vaksin MR belum mendapatkan SH dari MUI ?

Sekali lagi, ini karena vaksin tersebut produksi luar, sehingga untuk mengurus SH tentu saja memakan waktu yang lebih lama dibandingkan vaksin lokal. Tapi bukan berarti KEMENKES tidak mengurusnya, SH tersebut sedang diupayakan untuk diproses, tapi butuh waktu:

beritanya disini

Lalu kenapa tidak menunda program imunisasi MR sampai dapat SH ?

Perlu diketahui, imunisasi MR program serentak seluruh negara di dunia ini untuk mengupayakan agar virus campak bisa dimusnahkan di muka bumi sebagaimana penyakit smallpox di masa lalu. Menkes menegaskan Indonesia bebas campak tahun 2020, menyusul seruan WHO untuk menghilangkan penyakit campak ini dari tahun 2012. Tidak memungkinkan kalau harus ditunda, karena kita sudah 5 tahun dari seruan awal WHO. Bisa-bisa negara-negara lain sudah bebas polio sementara Indonesia tidak. Akibatnya kalau kita mau pergi ke luar negri, wajib divaksin terlebih dahulu, seperti pengalaman saya, atau bahkan bisa jadi dipersulit mendapat visa dan tidak diizinkan masuk negara lain karena dianggab berpotensi menyebarkan wabah ! Padahal negara-negara lain masuk negara maju tidak perlu menyertakan bukti vaksin, dan negara kita dianggab terbelakang karena masih banyak merajalela wabah, akibatnya ngurus visa jauh lebih ribet.

Kamis, 28 April 2016

Obat herbal alami

All, ini ada sharing dari teman

Kemarin waktu aku tugas ke NTT aku lihat Kepala Kejaksaan Tinggi NTT pak John Walingson Purba tampak segar bugar bersih putih kulitnya dan sehat sekali. Saya bertegur sapa dengan beliau "Bapak terlihat sehat sekali Pak". Setelah itu beliau berceritera : "ya dulu memang saya sakit gagal ginjal dahulunya dan saya harus cuci darah. Bahkan asam urat saya mencapai 14. Dokterpun sudah angkat tangan dengan penyakit saya ini. Namun sekarang saya sembuh total hanya dengan mengkonsumsi ramuan yg diberikan oleh Sinshe saya.

Ramuan itu adalah :
1. 11 (sebelas) siung bawang putih tunggal
2. 2 (dua) siung bawang bombay
3. 3 (tiga) buah jeruk nipis (bukan jeruk lemon)

Ketiga bahan tersebut diblender semua menjadi satu. Untuk jeruk nipisnya diblender semua beserta kulit dan biji bijinya sekalian. Nah ramuan herbal tersebutlah yg dikonsumsi sehari 3x 1 sendok mkn sebelum makan. Walhasil pak Kajati sembuh total dari penyakit gagal ginjalnya tersebut dan ramuan itulah yg ditularkan kepada kami Tim Inspeksi Umum dari Jakarta. Kata beliau sang Shinse nya berpesan kalau sudah sakit apapun mengkonsumsi ini akan sehat. Sekalipun dokter sudah memvonis tidak bakalan sembuh.

Sepulang dari Kupang pak Irmud Intel Pidsus Tjahyo Aditomo langsung membuat ramuan tersebut dan walhasil semua keluhannya hilang. Rasa kantuk yg selalu melanda saat jam jam kerja jadi hilang sama sekali. Begitu juga linu2 di tangan. Beliaupun punya anak yg divonis dokter mengalami gejala kangker lidah. Namun ajaib setelah mengkonsumsinya jadi sembuh sama sekali.

Satu lagi Pemeriksa Datun bu Riama Sihite punya pembantu eks pecandu narkoba. Tekanan darahnya selalu di atas 200/100 lbh. Setiap bangun pagi selalu tidak bisa lansung duduk dan harus pelan2 untuk bisa duduk. Maka itu dia suruh sang pembantu itu bikin ramuan tersebut dan mengkonsumsinya sebagai uji coba. Setelah dikonsumsi selama 2 minggu sang pembantu itu langsung kencing darah dan setelah itu tensi nya jadi normal menjadi 125/70..

Semoga bermanfaat....

via : fb Dwi Wahyono